{"id":12554,"date":"2024-01-09T01:00:45","date_gmt":"2024-01-08T18:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=12554"},"modified":"2024-01-09T10:45:58","modified_gmt":"2024-01-09T03:45:58","slug":"pemanfaatan-tongkol-jagung-menjadi-pupuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/pemanfaatan-tongkol-jagung-menjadi-pupuk\/","title":{"rendered":"Pemanfaatan Tongkol Jagung Menjadi Pupuk"},"content":{"rendered":"<p>Jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang baik, selain tanaman gandum dan padi. Jagung (Parviglumis) merupakan tanaman yang berasal dari lembah sungai Balsas, lembah di Meksiko Selatan. Namun bukti genetik, antropologi, dan arkeologi menunjukkan bahwa jagung berasal dari Amerika Tengah dan tersebar hingga keseluruh dunia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-12555 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/jagung-300x200.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/jagung-300x200.png 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/jagung-1024x682.png 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/jagung-768x512.png 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/jagung.png 1430w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber: pexels.com<\/em><\/p>\n<p>Di Indonesia\u00a0 jagung sebagian besar di olah menjadi tepung,\u00a0 selanjutnya menjadi bahan pakan untuk ternak. Namun, semakin meningkatnya permintaan jagung dari para peternak dan pabrik pembuat tepung membuat petani juga berupaya meningkatkan hasil panen. Petani meningkatkan penanaman tanaman jagung untuk memenuhi permintaan para konsumen tersebut.<\/p>\n<blockquote>\n<h6>Baca Juga: <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/asal-usul-tanaman-jagung-yang-perlu-kalian-ketahui\/\">Asal-Usul Tanaman Jagung yang Perlu Kalian Tahu<\/a><\/span><\/h6>\n<\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Tongkol Jagung Limbah Sisa Jagung<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12561 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/pangkal-jagung.jpg\" alt=\"pemanfaatan tongkol jagung\" width=\"296\" height=\"170\" \/><\/p>\n<p>Ketika musim panen jagung tiba,\u00a0 jagung meninggalkan sisa limbah seperti batang, daun, dan juga pangkal (tongkol).\u00a0 Biasanya para petani akan membuang ataupun membakar limbah sisa pangkal jagung. Sering kali limbah seperti tongkol jagung terbuang percuma. Banyak nya petani yang belum mengetahui bahwa pangkal jagung\u00a0 dapat digunakan sebagai pembuatan pupuk oraganik. Namun, jika tongkol jagung dimanfaatkan, maka akan dapat menjadi keuntungan bagi petani. Tongkol jagung sisa dari hasill panen tanaman jagung mempunyai kandungan kimia.\u00a0 Kandungan dari tongkol jagung yang terdiri dari air 13,5%, protein 10,0%, lemak 4,0%, karbohidrat 61,0 %, gula 1,4% dan zat-zat lain 0,4%.<\/p>\n<h4><strong><span style=\"color: #008000;\">Alasan Penggunaan Pupuk Kompos<\/span> <\/strong><\/h4>\n<p>Pemberian pupuk adalah salah satu cara untuk memperbaiki kualitas dari tanah lahan pertanian, semakin lahan tersebut sering digunakan maka kandungan unsur hara akan semakin rendah, di dikarenakan pemakaian pupuk non-organik yang dapat merusak lingkungan maupun lahan pertanian, karena kandungan dari pupuk non-organik diy.<\/p>\n<p>Pengaruh pemberian pupuk organik seperti kompos dinilai lebih baik tongkol jagung yang dibuat untuk menjadi bahan baku pupuk kompos ataupun biochar, karena bahan ini dapat bertahan lebih lama, dan juga sangat bagus untuk media tanaman pada lahan pertanian, dan juga pemberian takaran pupuk kompos berlebihan tidak akan merusak lingkungan lahan pertanian, sebaliknya akan semakin meningkatkan hasil pertanian. Karena selain ramah lingkungan, kandungan kompos lebih baik untuk memperbaiki unsur hara dalam media tanah.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Cara Pemanfaatan Tongkol Jagung<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-12556 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/pohon-jagung-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"420\" height=\"280\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/pohon-jagung-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/pohon-jagung-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/pohon-jagung-768x512.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/pohon-jagung.jpg 1430w\" sizes=\"(max-width: 420px) 100vw, 420px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber: pexels.com<\/em><\/p>\n<p>Pupuk yang ditambahkan dalam media tanah ditujukan untuk menambah unsur hara terhadap tanah. Pupuk yang akan di buat dalam pemanfaatan tongkol jagung ialah pupuk jenis organik, karena dibuat dari bahan alami yaitu tongkol jagung itu sendiri maka penggunaan kompos lebih aman dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Pembuatan pupuk kompos organik hanya berbahan limbah sisa tongkol jagung saja, yang di biarkan ataupun ditempatkan di lahan pertanian itu hingga tongkol jagung mengalami pembusukan, dan akan berubah menjadi kompos. Karena tongkol jagung selain mudah dibawa, tongkol jagung juga dapat menyerap air sehingga dapat membuat lembah dan dapat membuat lahan yang ditaburi maupun disebarkan tongkol jagung akan semakin subur.<\/p>\n<h6>Baca Juga: <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penyuluhan-onlile-untuk-panen-raya-jagung-saat-covid-19\/#.XxhUHSgzY2w\">Penyuluhan Online Untuk Panen Raya Jagung Saat Covid-19<\/a><\/span><\/h6>\n<hr \/>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di <strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Referensi :<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-membuat-pupuk-gandasil\">https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-membuat-pupuk-gandasil<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.swadayaonline.com\/artikel\/6986\/Raup-Rupiah-Dari-Limbah-Panen-Jagung\/\">https:\/\/www.swadayaonline.com\/artikel\/6986\/Raup-Rupiah-Dari-Limbah-Panen-Jagung\/<\/a><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang baik, selain tanaman gandum dan padi. Jagung (Parviglumis) merupakan tanaman yang berasal dari lembah sungai Balsas, lembah di Meksiko Selatan. Namun&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12555,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[2346,841,847,1],"tags":[2448,2445,2446,2447,2449],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/jagung.png","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12554"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12554"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12554\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12569,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12554\/revisions\/12569"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}