{"id":12719,"date":"2024-10-23T01:00:54","date_gmt":"2024-10-22T18:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=12719"},"modified":"2024-10-23T10:58:08","modified_gmt":"2024-10-23T03:58:08","slug":"mengenal-kegunaan-dari-tds-meter-ec-meter-dan-ph-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-kegunaan-dari-tds-meter-ec-meter-dan-ph-meter\/","title":{"rendered":"Mengenal Kegunaan TDS Meter, EC Meter, dan pH Meter"},"content":{"rendered":"<p>TDS meter, pH meter, serta EC meter merupakan alat ukur untuk hidroponik. Masing-masing kegunaan alat tersebut memiliki peran penting untuk kesuksesan tanam hidroponik. Alat tersebut dijual dengan harga yang bermacam-macam dan dapat disesuaikan isi kantong Anda.<\/p>\n<p>Bagi seorang pemula yang masih bingung dengan alat ukur hidroponik ini, sangat penting untuk mengenal serta mempelajari kegunaan dari TDS meter, PH meter dan EC meter. Alat tersebut berfungsi guna mengukur kepekatan pada larutan, pH larutan nutrisi, serta konduktivitas penanaman hidroponik. Untuk mengenal lebih dalam, simak penjelasan berikut,<\/p>\n<blockquote>\n<h6 style=\"text-align: center;\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/alat-pertanian-modern-yang-wajib-diketahui\/\"><span style=\"color: #008000;\">Alat Pertanian Modern yang Wajib Diketahui<\/span><\/a><\/h6>\n<\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">1. Alat TDS Meter<\/span><\/h4>\n<p><strong>Total Disolved Solids<\/strong> atau yang biasa disingkat menjadi TDS, memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu Total Padatan Terlarut. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa TDS merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur total padatan ataupun partikel yang terlalut dalam air.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12723 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-pertanian-300x300.jpg\" alt=\"alat ukur pertanian\" width=\"402\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-pertanian-300x300.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-pertanian-150x150.jpg 150w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-pertanian-65x65.jpg 65w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-pertanian.jpg 554w\" sizes=\"(max-width: 402px) 100vw, 402px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber: shopee.co.id\/<\/em><\/p>\n<p>Selain digunakan untuk mengukur larutan nutrisi tanam hidroponik, alat ini juga biasa dipakai guna mengukur total partikel yang terlarut dalam air minum. Alat ini memiliki peran penting untuk kesuksesan tanam hidroponik. Karena ukuran nutrisi hidroponik bersifat mutlak dan penting.<\/p>\n<p>Apabila tidak mengukur larutan, memungkinkan tanaman kekurangan atau kelebihan nutrisi, sehingga merusak pertumbuhan tanaman. TDS meter menggunakan satuan ppm atau part per million.<\/p>\n<p>Kebutuhan nutrisi setiap tanaman berbeda-beda, hal tersebut dapat dilihat dari nilai ppm itu sendiri. Misalnya seperti tanaman anggrek yang membutuhkan nutrisi rendah dengan nilai sekitar 300-400 ppm. Adapun untuk sayuran buah (tomat dan cabai) bernilai sekitar 1.500-2000 ppm, Dan untuk jenis tanaman sayuran daun sekitar 900-1200 ppm.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">2. Alat EC Meter<\/span><\/h4>\n<p><strong>Electrical Conductivity<\/strong> atau yang biasa disingkat EC merupakan alat untuk mengukur kepekatan pada larutan nutrisi tanam hidroponik. Pada dasarnya EC meter dan TDS meter merupakan alat yang mempunyai fungsi sama yaitu mengukur kepekatan pada larutan nutrisi hidroponik. Yang membedakan yaitu penggunaan unit pengukurannya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12724 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-tds-ec-ph-300x300.jpg\" alt=\"alat ukur tds, ec, ph\" width=\"430\" height=\"430\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-tds-ec-ph-300x300.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-tds-ec-ph-150x150.jpg 150w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-tds-ec-ph-65x65.jpg 65w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-tds-ec-ph.jpg 554w\" sizes=\"(max-width: 430px) 100vw, 430px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber: tokopedia.com\/shelter-store<\/em><\/p>\n<p>Dimana TDS meter berfungsi untuk mengukur jumlah partikel atau konsentrasi terlarut, sedangkan alat EC meter berfungsi guna mengukur nilai konduktivitas. Dapat dikatakan bahwa EC meter adalah alat alternatif dari penggunaan TDS meter. Namun Anda cukup memilih salah satu dari keduanya.<\/p>\n<p>Alat EC meter menggunakan satuan yaitu mmho\/cm atau mS\/cm. Namun ada beberapa yang mengatakan satuan EC menggunakan kata EC saja, contohnya 1 EC, 2 EC, dan seterusnya. Semakin tinggi nilai EC maka semakin pekat total larutan nutrisi atau daya hantar listrik tinggi, begitupun sebaliknya.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">3. Alat PH Meter<\/span><\/h4>\n<p>Alat yang satu ini berfungsi untuk mengukur derajat kebasaan atau keasamaan pada benda cair maupun benda padat. Di mana pH meter digunakan guna mengukur pH pada media tanam, bisa berupa tanah maupun non tanah serta pH pada larutan nutrisi hidroponik. Alat ini diaplikasikan setelah atau sebelum air ditambah nutrisi hidroponik.<\/p>\n<p>Nilai pH berada diantara angka 1 sampai 14. Nilai 7 menunjukkan keadaan pH netral. Adapun nilai yang berada dibawah 7 menunjukkan keadaan pH asam, sedangkan nilai di atas angka 7 menunjukkan keadaan pH basa.<\/p>\n<p>Penggunaan alat pH meter sangat penting untuk bercocok tanam baik secara konvensional maupun hidroponik. Setiap akar tanaman dapat menyerap unsur mineral dalam air dengan pH tertentu, biasanya di antara angka 5,5-7,0.<\/p>\n<p>Angka PH juga menentukan apakah unsur mineral dapat larut dan dapat diserap akar tanaman, atau tidak. Karena hal tersebut mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Apabila larutan pH terlalu basa\/ tinggi atau terlalu asam\/ rendah, menyebabkan tanaman tidak normal (tumbuh kerdil)<\/p>\n<p>Itulah beberapa ulasan mengenai kegunaan dari TDS Meter, EC Meter, dan pH Meter. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<blockquote>\n<h6 style=\"text-align: center;\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/alat-ukur-derajat-sosoh-beras-tmd-3e\/\"><span style=\"color: #008000;\">Mengenal Alat Ukur Derajat Sosoh Beras untuk Mengetahui Kualitas Beras<\/span><\/a><\/h6>\n<\/blockquote>\n<hr \/>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p>https:\/\/mitalom.com\/tentang-tds-meter-ec-meter-dan-ph-meter\/<\/p>\n<p>http:\/\/hidroponikuntuksemua.com\/tag\/ec-meter\/<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TDS meter, pH meter, serta EC meter merupakan alat ukur untuk hidroponik. Masing-masing kegunaan alat tersebut memiliki peran penting untuk kesuksesan tanam hidroponik. Alat tersebut dijual dengan harga yang bermacam-macam&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12723,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,1420],"tags":[2495,2494,2496,2493],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/alat-ukur-pertanian.jpg","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12719"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12719"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15083,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12719\/revisions\/15083"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}