{"id":1283,"date":"2023-01-25T01:30:44","date_gmt":"2023-01-24T18:30:44","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1283"},"modified":"2023-01-25T11:42:18","modified_gmt":"2023-01-25T04:42:18","slug":"bertanam-di-lahan-sempit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bertanam-di-lahan-sempit\/","title":{"rendered":"5 Teknik Bertanam di Lahan Sempit"},"content":{"rendered":"<p>Memiliki lahan sempit bukan halangan untuk bercocok tanam. Justru lahan yang sempit bisa menjadi tantangan tersendiri. Pemilihan tanaman yang tepat dan\u00a0tata letak menjadi hal yang penting dalam bertanam di lahan sempit. Lima teknik berikut bisa menjadi alternatif dalam\u00a0memanfaatkan lahan sempit untuk bercocok tanam.<\/p>\n<h2>Menerapkan hidroponik dengan pipa air<\/h2>\n<p>Hidroponik sendiri merupakan cara bertanam yang lebih memanfaatkan air ketimbang tanah. Salah satu caranya adalah\u00a0dengan cara memanfaatkan pipa air. Bagian terpenting yang harus diperhatikan dalam membuat hidroponik adalah suhu, nutrisi untuk tanaman, dan\u00a0intensitas cahaya.<\/p>\n<p>Dalam penanaman dengan hidroponik,\u00a0bisa menggunakan lahan seluas 1&#215;2 meter yang bisa menampung\u00a0sekitar 20-25 tanaman. Hidroponik sendiri memiliki konsep utama yaitu mengganti unsur hara yang biasa didapat tanaman dari\u00a0tanah dengan memberikan nutrisi buatan pada air yang digunakan sebagai media tanam dalam hidroponik. Oleh karena itu, perawatan hidroponik pun memerlukan ketekunan.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hidroponik-sistem-tetes\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Mengenal Hidroponik Sistem Tetes dan Cara Membuatnya<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Menggunakan Polybag untuk Menghemat Biaya<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1285 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Menggunakan-Polybag-untuk-bertanam-di-lahan-sempit.jpeg\" alt=\"Menggunakan Polybag untuk bertanam di lahan sempit\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p>Menanam dengan polybag bisa menghemat biaya karena alat yang dibutuhkan pun sederhana. Selain hemat biaya, polybag pun tidak memerlukan lahan yang luas untuk bertanam. Saat menggunakan polybag, gunakan perbandingan komposisi berikut, yakni\u00a02 bagian tanah, 1 bagian kompos, dan 1 bagian arang sekam. Tanaman yang bisa ditanam di polybag seperti\u00a0cabe, tomat, seledri, dll.<\/p>\n<h2>Menerapkan vertikultur<\/h2>\n<p>Media yang dibutuhkan cukup sederhana, yaitu bidang yang berbentuk vertikal atau biasanya berupa tembok. Vertikultur digunakan untuk menanam tanaman yang berusia relatif pendek, misalnya selada, seledri, kangkung, sawi, bayam, dan berbagai jenis sayuran lainnya.<\/p>\n<p>Bahan yang diperlukan berupa botol bekas. Tempelkan botol bekas kemudian gantungkan ke tembok. Isilah dengan media tanam dan bibit tanaman. Selain menggunakan botol bekas, bisa pula menggunakan pipa paralon atau bambu.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ketahui-5-keuntungan-berkebun-di-rumah\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Ketahui 5 Keuntungan Berkebun Di Rumah<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1286 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Vertikultur.jpeg\" alt=\"Vertikultur\" width=\"732\" height=\"439\" \/><\/p>\n<h2>Memanfaatkan rooftop<\/h2>\n<p>Rooftop di lantai dua yang berbentuk data bisa dimanfaatkan\u00a0sebagai lahan bertanam. Bisa menggunakan teknik hidroponik, polybag, atau vertikultur. Rooftop ini digunakan untuk menanam tanaman dengan ukuran kecil.\u00a0Sebelum bertanam di rooftop, pastikan konstruksi atap kuat\u00a0karena akan digunakan untuk berat tanah, air, tanaman, dan\u00a0orang yang berada di atas.<\/p>\n<p>Taman rooftop atau biasa dikenal dengan istilah <em><i>roof garden<\/i><\/em>\u00a0mampu meredam panas matahari yang masuk ke\u00a0dalam rumah serta membantu mengurangi pemanasan global. <em><i>Roof garden<\/i><\/em>\u00a0bisa dijadikan pula sebagai tempat bersantai di rumah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1287\" aria-describedby=\"caption-attachment-1287\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1287 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Bertanam-di-rooftop.jpg\" alt=\"Bertanam di rooftop\" width=\"800\" height=\"600\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1287\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: balitsa.litbang.pertanian.go.id<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Menanam buah yang tidak membutuhkan lahan luas<\/h2>\n<p>Selain sayuran, buah pun bisa ditanam di lahan sempit. Tanaman rambat seperti anggur tidak terlalu membutuhkan lahan yang luas. Asal ada media untuk merambat, anggur pun akan tumbuh subur. Semangka juga bisa menjadi pilihan tanaman rambat.<\/p>\n<p>Tanamlah buah yang tidak memerlukan lahan luas seperti nanas, jeruk nipis, pepaya, atau belimbing.<\/p>\n<p>Lahan luas atau sempit, asal bisa dimanfaatkan, bisa menjadi lahan bercocok tanam. Lahan sempit juga lebih mudah dipantau, walaupun hasil panennya tidak terlalu banyak. Pemilihan tanaman yang tepat dan perawatan yang benar adalah kunci utama dalam bertanam di lahan sempit.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kebun-kumara\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Kebun Kumara, Agrowisata yang Menarik Kaum Muda untuk Bertani<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis: <b>Ifan Andi Prastya<br \/>\n<\/b>D-3 Agribisnis UNS<b><\/b><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memiliki lahan sempit bukan halangan untuk bercocok tanam. Justru lahan yang sempit bisa menjadi tantangan tersendiri. Pemilihan tanaman yang tepat dan\u00a0tata letak menjadi hal yang penting dalam bertanam di lahan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1293,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[70,19,1],"tags":[227,228,226],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Teknik-Bertanam-di-Lahan-Sempit-1.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1283"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1283"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1384,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1283\/revisions\/1384"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}