{"id":1289,"date":"2024-10-09T01:15:42","date_gmt":"2024-10-08T18:15:42","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1289"},"modified":"2024-10-09T04:35:10","modified_gmt":"2024-10-08T21:35:10","slug":"langkah-sukses-beternak-bebek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-sukses-beternak-bebek\/","title":{"rendered":"6 Langkah Sukses Beternak Bebek"},"content":{"rendered":"<p>Selain beternak ayam kampung, banyak orang yang memilih untuk beternak bebek\u00a0karena cara perawatannya yang agak mirip. Selain itu, orang yang beternak bebek di Indonesia juga masih kalah dari\u00a0para peternak ayam yang jumlahnya lebih banyak. Jika Anda termasuk orang yang ingin beternak bebek, ada baiknya Anda mengetahui langkah-langkahnya berikut ini.<\/p>\n<h2>Seleksi bibit<\/h2>\n<p>Sebagaimana yang mungkin sudah Anda tahu, bibit bebek di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu bebek lokal dan bebek persilangan. Bebek lokal sendiri terdiri dari bebek Tegal, bebek Mojosari, \u00a0bebek Alabio dan bebek Asahan.<\/p>\n<p>Sementara itu, untuk bibit bebek lainnya,\u00a0Anda bisa memilih bibit bebek Peking, yang merupakan bibit bebek unggul asal Tiongkok. Setelah Anda memilih bibit yang ingin\u00a0Anda ternak, Anda bisa menuju ke langkah selanjutnya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-bercocok-tanam-indonesia\/\" rel=\"bookmark\"><strong>6 Tips Bercocok Tanam di Indonesia<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Jenis pakan<\/h2>\n<p>Untuk bisa beternak bebek, jelas Anda juga membutuhkan makanan yang akan dikonsumsi oleh bebek ternak Anda. Makanan yang bisa Anda pilih antara lain\u00a0jagung, padi, kedelai, atau bungkil kelapa.<\/p>\n<p>Setelah itu, Anda juga harus memperhatikan takaran makanannya. Seiring bertambahnya umur bebek, maka takaran makanannya juga makin banyak. Misalnya,\u00a0untuk umur 1-2 minggu, maka per ekornya harus diberikan makanan sebanyak 60 gram per harinya. Jika umurnya lebih dari 10 minggu, maka makanan per ekornya haruslah sebanyak 150-180 gram per harinya.<\/p>\n<h2>Penempatan kandang<\/h2>\n<p>Untuk menempatkan kandang bebek juga tak sembarangan. Kandang bebek yang baik antara lain harus dekat dengan sumber air, jauh dari keramaian dan juga pemukiman warga, serta lokasinya mudah didatangi agar pengawasannya mudah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1291\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Kandang-untuk-beternak-bebek.jpg\" alt=\"Kandang untuk beternak bebek\" width=\"800\" height=\"600\" \/>Untuk badan kandang, Anda bisa menggunakan kayu atau bambu, sementara atapnya bisa menggunakan genteng. Untuk lantainya, Anda cukup memakai pasir atau kapur. Tentunya\u00a0Anda juga harus siap dengan ukuran kandangnya. Semakin besar bebeknya, maka Anda butuh kandang yang lebih besar.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengolah-kotoran-ternak-biogas\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Cara Mengolah Limbah Kotoran Ternak Menjadi Biogas<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Pemeliharaan<\/h2>\n<p>Metode pemeliharaan bebek ada beberapa macam.<\/p>\n<ol>\n<li>Metodeintensif, dimana bebek yang Anda ternak harus terus berada di kandang.<\/li>\n<li>Metode ekstensif, yaitu pemeliharaan dengan cara menggembala atau memindahkan bebek ternak Anda dari satu tempat ke tempat lainnya.<\/li>\n<li>Metode semi-ekstensif, dimana bebeknya akan ditempatkan di sebuah halaman dengan pagar pembatas, dan disediakan pula kandangnya.<\/li>\n<li>Penanggulangan penyakit<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ada beberapa penyakit yang bisa menyerang bebek, yang patut Anda waspadai. Penyakitnya antara lain berak kapur, cacingan, atau lumpuh. Untuk mencegah berak kapur, Anda bisa menjaga kebersihan kandang bebek Anda dan makanannya, sehingga terbebas dari bakteri Salmonella Pullorum, yang menjadi penyebab berak kapur.<\/p>\n<p>Begitu pula dengan pencegahan cacingan pada bebek, kandang juga harus rajin dibersihkan. Untuk penyakit lumpuh, Anda bisa mencegahnya dengan memberikan makanan\u00a0berupa sayuran hijau setiap hari.<\/p>\n<h2>Pasca panen<\/h2>\n<p>Dari beternak bebek, Anda bisa memanen telur\u00a0atau dagingnya. Bahkan,\u00a0bulu bebek dan kotorannya juga masih bisa berguna.<\/p>\n<p>Telur bebek bisa dijadikan telur asin, dan tentu saja dagingnya bisa dibuat bebek goreng atau panggang. Bulu bebek bisa dijadikan kerajinan tangan\u00a0dan untuk kotorannya, bisa dijadikan pupuk. Semua itu bisa Anda panen\u00a0dan tentunya akan menghasilkan keuntungan yang lumayan\u00a0jika semuanya laku terjual.<\/p>\n<p>Itulah langkah yang bisa Anda lakukan untuk beternak bebek agar bisa sukses menjadi peternak bebek. Selamat mencoba!<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/beternak-ayam-kampung\/\" rel=\"bookmark\"><strong>4 Langkah Sukses Beternak Ayam Kampung<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: hobiternak.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Hutomo Dwinugrahanto<\/strong><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain beternak ayam kampung, banyak orang yang memilih untuk beternak bebek\u00a0karena cara perawatannya yang agak mirip. Selain itu, orang yang beternak bebek di Indonesia juga masih kalah dari\u00a0para peternak ayam&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1290,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842,1],"tags":[229,230],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Langkah-Sukses-Beternak-Bebek.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1289"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1289"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1289\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1292,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1289\/revisions\/1292"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1290"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}