{"id":1297,"date":"2022-06-29T06:17:41","date_gmt":"2022-06-28T23:17:41","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1297"},"modified":"2022-06-29T09:27:29","modified_gmt":"2022-06-29T02:27:29","slug":"penyakit-tanaman-selada-mengendalikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penyakit-tanaman-selada-mengendalikan\/","title":{"rendered":"Kenali Penyakit pada Tanaman Selada dan Cara Mengendalikannya"},"content":{"rendered":"<p>Menanam tanaman selada tak selamanya berhasil\u00a0tanpa hambatan. Meskipun jika diperhatikan secara sepintas terlihat mudah, namun kenyataannya masih sering ditemui kendala. Selain hama, yang sering terjadi\u00a0adalah penyakit itu sendiri.<\/p>\n<p>Artikel ini hanya akan membicarakan penyakit, bukan hama, ditambah cara pengendaliannya.\u00a0Hama dan penyakit itu berbeda. Jika hama disebabkan oleh pengaruh luar,\u00a0umumnya penyakit\u00a0muncul\u00a0dari dalam\u00a0tanaman itu sendiri<\/p>\n<h2><strong><b>Jenis-jenis Penyakit Selada<\/b><\/strong><\/h2>\n<h4>1. Busuk Lunak<\/h4>\n<p>Penyakit ini disebabkan oleh\u00a0bakteri <em><i>Erwinia Carotovora<\/i><\/em>. Serangannya dimulai dari tepi daun, lalu\u00a0daunnya\u00a0akan berubah warna menjadi cokelat dan akhirnya layu. Bakteri ini berbahaya\u00a0tanpa memandang tempat.<\/p>\n<p>Sekalipun sayuran sudah dipanen, masih dapat diserang. Jadi,\u00a0tak hanya tanaman yang berada di ladang saja.<\/p>\n<h4>2. Busuk Batang<\/h4>\n<p>Jika tanaman selada dihinggap penyakit ini, hal yang paling ketara terlihat ialah batang daunnya yang terasa lunak, lain dari biasanya, dan berlendir\u00a0pula. Umumnya,\u00a0bakteri penyerangnya\u00a0adalah jenis cendawan yang bernama <em><i>Rhizoctonia Solani<\/i><\/em>.<\/p>\n<p>Pada kondisi lembab, jamur itu mudah berkembangbiak secara sempurna. Menggerogoti saat persemaian\u00a0dan ketika sudah dipindah ke media tanam.<\/p>\n<h4>3. Busuk pangkal daun<\/h4>\n<p><em><i>Felicularia <\/i><\/em><em><i>Fi<\/i><\/em><em><i>lamentosa<\/i><\/em>\u00a0ialah bakteri yang mengakibatkan penyakit tersebut. Yang diserang umumnya adalah bagian pangkal daun, kala musim panen tiba.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hama-daun-cabai-keriting-cara-mengendalikannya\/\" rel=\"bookmark\"><strong>3 Hama Penyebab Daun Cabai Keriting dan Cara Mengendalikannya<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><strong><b>Cara Mengendalikan Penyakit Selada<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Untuk dapat menghasilkan hasil panen yang bagus, sebagai petani,\u00a0memang harus rajin merawat tanamannya. Tidak boleh malas\u00a0dan harus selalu waspada\u00a0mengawasi perkembangan\u00a0tanamannya.<\/p>\n<p>Setelah berbicara mengenai beberapa penyakit selada yang umum, berikut ini adalah langkah dan trik pengendaliannya.<\/p>\n<h4>1. Mengatur jarak tanam<\/h4>\n<p>Melakukan hal tersebut, di samping bertujuan pada pembagian nutrisi bisa menyebar secara merata ke seluruh tanaman, juga berpengaruh pada penyakit yang tiba-tiba datang menyerang. Dalam skala kecil, kita tinggal mencari sumbernya, kemudian memisahkan dengan yang lain\u00a0supaya terselamatkan.<\/p>\n<p>Terkecuali datang pada waktu bersamaan dan secara besar, maka pembasmiannya lewat cara lain yakni penyemprotan pestisida. Metode itu bisa diterapkan pada penyakit kategori busuk pangkal daun.<\/p>\n<h4>2. Menjaga kelembaban tanah<\/h4>\n<p>Jamur, yang merupakan potensi penyakit selada,\u00a0mudah tumbuh pada lahan yang basah, seperti jenis Rhizoctonia Solani yang menyerang batang. Oleh karena itu,\u00a0penting sekali menjaga\u00a0kelembabannya, jangan sampai terlalu lembab.<\/p>\n<p>Bila tanaman sudah terlanjur terinfeksi secara luas dan parah, tidak ada pilihan lain. Anda harus melakukan pengendalian dengan memakai fungisida, sesuai dosis yang telah dianjurkan. Jangan melebihi takaran.<\/p>\n<h4>3. Menjaga kebersihan lahan<\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1305\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Menjaga-kebersihan-lahan-tanaman-selada.jpg\" alt=\"Menjaga kebersihan lahan tanaman selada\" width=\"1280\" height=\"891\" \/>Selain keadaan lembab, lahan yang kotor\u00a0juga merupakan tempat empuk pertumbuhan bakteri. Bersihkan tanaman gulma atau rumput penganggu di sekitar area kebun selada. Rajin-rajinlah mengawasi dan membersihkan bila terlihat sudah tak enak dipandang, agar tanaman tumbuh dengan baik.<\/p>\n<h4>4. Melakukan Irigasi yang baik<\/h4>\n<p>Karena selada termasuk jenis tanaman air, tentu pertumbuhannya tak terlepas dari kondisi air. Pastinya juga memiliki takaran khusus yang perlu diberikan pada masing-masing lebar lahan tanam. Tidak mungkin sama debit air atau volume yang mesti disebarkan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengelola-pengairan-sawah-kekeringan\/\" rel=\"bookmark\"><strong>7 Cara Mengelola Pengairan Sawah Saat Kekeringan<\/strong><\/a><\/p>\n<h4>5. Melakukan rotasi tanaman<\/h4>\n<p>Hal yang tak boleh dianggap remeh selanjutnya, yakni rotasi tanaman. Perputaran tanaman\u00a0bertujuan untuk memutus perkembangbiakan jenis bakteri yang bernama <em><i>Felicularia <\/i><\/em><em><i>F<\/i><\/em><em><i>ilamentosa<\/i><\/em>\u00a0yang umum menyerang pangkal daun\u00a0hingga berakibat hadirnya pembusukan di sana.<\/p>\n<h4>6. Pencahayaan yang\u00a0cukup<\/h4>\n<p>Tak bisa dipungkiri, sekalipun ada beberapa jenis tanaman yang tidak tahan dengan sinar matahari, namun tetap saja cahaya alam itu dibutuhkan tanaman dalam proses fotosintesisnya. Jadi,\u00a0bila ditanyakan seberapa besar hal tersebut mempengaruhi perkembangan tananam, jawabannya tentu sangat berpengaruh sekali.<\/p>\n<p>Demikian artikel tentang penyakit pada daun selada, sekaligus tentang trik pengendalian serta pembasmiannya. Semoga bermanfaat dan membantu saat hendak menanam selada nanti.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-hama-ulat-bawang\/\" rel=\"bookmark\"><strong>3 Cara Efektif Mengendalikan Hama Ulat Bawang<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Apit Supriatna<\/strong><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menanam tanaman selada tak selamanya berhasil\u00a0tanpa hambatan. Meskipun jika diperhatikan secara sepintas terlihat mudah, namun kenyataannya masih sering ditemui kendala. Selain hama, yang sering terjadi\u00a0adalah penyakit itu sendiri. Artikel ini&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1304,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[846,4,1],"tags":[58,231],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Penyakit-pada-Tanaman-Selada-dan-Cara-Mengendalikannya.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1297"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1297"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1297\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1308,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1297\/revisions\/1308"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1304"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}