{"id":12976,"date":"2023-09-23T01:00:22","date_gmt":"2023-09-22T18:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=12976"},"modified":"2023-09-23T08:25:26","modified_gmt":"2023-09-23T01:25:26","slug":"mengenal-aquaponik-dan-budidayanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-aquaponik-dan-budidayanya\/","title":{"rendered":"Mengenal Aquaponik dan budidayanya"},"content":{"rendered":"<p>Bagi teman-teman semua mungkin sudah pernah mendengar aquaponik. Untuk yang belum mari kita pelajari bersama.<\/p>\n<p>Aquaponik merupakan kombinasi dari budidaya ikan(aquakultur) bersamaan dengan budidaya tanaman dengan memanfaatkan air (Hidroponik) dalam waktu yg bersamaan di wadah yang sama.<\/p>\n<p>Aquaponik ini sudah banyak dicoba bebrapa orang dan sudah mulai ramai diperbincangkan. Aquaponik ini cukup unik dan berhasil menarik perhatian orang untuk mencobanya.<\/p>\n<blockquote><p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-12977\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/aquaponik-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/aquaponik-300x169.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/aquaponik-768x432.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/aquaponik.jpg 889w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p><\/blockquote>\n<p>Selain menghemat biaya, tanaman dan ikan yang dibudidayakan mendapat untung dari masing-masing. Ikan akan mendapatkan air yang bersih dan bernutrisi dari tanaman sementara tanaman akan mendapat nutrisi dari kotoran ikan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Kelebihan dari Aquaponik<\/span><\/h4>\n<p>1. Karena menggunakan wadah yang sama maka akan menghemat tempat.<\/p>\n<p>2. Air yang digunakan akan jauh lebih hemat hampir 80-90%.<\/p>\n<p>3. Tidak perlu mencari tanah yang subur karena tidak memanfaatkan tanah.<\/p>\n<p>4. Tidak menggunakan pestisida.<\/p>\n<p>5. Tiidak perlu khawatir dengan gangguan gulma.<\/p>\n<p>6. Wadah yang dimanfaatkan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.<\/p>\n<p>7. Selain menghemat biaya juga menghemat tenaga karena tidak perlu memberikan pakan bagi ikan, karena ikan mendapat makanan dari tumbuhan. Selain itu kotoran ikan menjadi pupuk organik bagi tumbuhan.<\/p>\n<p>8. Mendapat 2 hasil sekaligus dari sekali budidaya.<\/p>\n<p>9. Menjadi media pembelajaran bagi siswa atau mahasiswa yang kejuruan kearah perikanan dan semacamnya.<\/p>\n<p>10. Tanaman dapat dibudidayakan atau ditanam dengan kerapatan yang cukup tinggi.<\/p>\n<blockquote>\n<h6>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tahap-budidaya-ikan-secara-aquaponik\/\"><span style=\"color: #008000;\">5 Peluang Budidaya Ikan Secara Aquaponik<\/span><\/a><\/h6>\n<\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Cara Budidaya Menggunakan Aquaponik<\/span><\/h4>\n<blockquote><p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-12978\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/tanaman-aquaponik-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/tanaman-aquaponik-300x225.jpeg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/tanaman-aquaponik-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/tanaman-aquaponik-768x576.jpeg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/tanaman-aquaponik-360x270.jpeg 360w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/tanaman-aquaponik.jpeg 1040w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p><\/blockquote>\n<p>1. Sediakan kolam untuk ikan.<\/p>\n<p>2. Buatlah wadah untuk tanaman. Gunakan pipa paralon lalu buat lobang untuk tanaman. Buat lobang kecil diujung paralon untuk mengalirkan air ke kolam yang berisi ikan.<\/p>\n<p>3. Sebelum memindahkan bibit ke wadah penanaman pastikan bibit untuk tanaman sudah disemai dan tumbuh dnegan baik.<\/p>\n<p>4. Siapkan wadah tanaman bisa menggunakan botol plastik bekas atau pot. Kemudian untuk menyerap air gunakan kain yang dapat meresap seperti sumbu yang digunakan pada kompor minyak.<\/p>\n<p>5. Setelah tanaman sudah mulai menunjukkan perkembangan pertumbuhannya, pindahkan ke paralon. Pada pot atau botol tadi, bisa menggunakan sekam atau gabus sebagai media tanamnya.<\/p>\n<p>6. Gunakan pompa yang biasa digunakan pada aquarium kemudian masukkan ke paralon. Ini digunakan untuk membuat air yang ada pada kolam ikan mengalir ke paralon dan kembali ke kolam ikan lagi.<\/p>\n<p>7. Pastikan keduanya berkembang dengan baik. Jika pertumbuhannya baik anda dapat memanen sayuran dalam waktu sebulan sementara ikan bisa sampai setengah tahun.<\/p>\n<blockquote>\n<h6>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/dibalik-jasa-pemasangan-instalasi-hidroponik-rumahan\/\"><span style=\"color: #008000;\">Dibalik Jasa Pemasangan Instalasi Hidroponik Rumahan<\/span><\/a><\/h6>\n<\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Jenis tanaman dan ikan yang bisa di buat ke aquaponik<\/span><\/h4>\n<p>Memang tidak semua jenis tanaman bisa ditanama menggunakan aqaponik ini. Berikut akan dijelaskan beberapa tanaman yang bisa dicoba ditanam menggunakan budidaya hidroponik.<br \/>\n1. Tomat<br \/>\n2. Paprika<br \/>\n3. Terung ungu<br \/>\n4. Buncis<br \/>\n5. Selada<br \/>\n6. Ubi jalar<br \/>\n7. Strawberry<br \/>\n8. Kacang polong<br \/>\n9. Cabai<br \/>\n10. Melon, dll<\/p>\n<p>Sementara untuk ikan yang biasa dibudidayakan menggunakan aquaponik ini adalah:<br \/>\n1. Nila<br \/>\n2. Ikan mas<br \/>\n3. Lele<br \/>\n4. Lobster tawar<br \/>\n5. Belut<br \/>\n6. Patin, dll<\/p>\n<p>Bagaimana? Sudah tau cara budidayanya kan? Semoga informasi ini bermanfaat untuk semua pembaca. Selamat mencoba.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<blockquote>\n<h6>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/melirik-potensi-budidaya-ikan-air-tawar\/\"><span style=\"color: #008000;\">Melirik Potensi Budidaya Ikan Tawar<\/span><\/a><\/h6>\n<\/blockquote>\n<hr \/>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di <\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di <\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/jirifarm.com\/a-jirifarm-company\/aquaponics\/apa-itu-aquaponic\/\">https:\/\/jirifarm.com\/a-jirifarm-company\/aquaponics<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/pertanian.pontianakkota.go.id\/artikel\/49-sistem-budidaya-aquaponik.html\">aquaponic\/https:\/\/pertanian.pontianakkota.go.id\/artikel\/49-sistem-budidaya-aquaponik.html<\/a><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi teman-teman semua mungkin sudah pernah mendengar aquaponik. Untuk yang belum mari kita pelajari bersama. Aquaponik merupakan kombinasi dari budidaya ikan(aquakultur) bersamaan dengan budidaya tanaman dengan memanfaatkan air (Hidroponik) dalam&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12977,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[2118,2370,4],"tags":[2560,50,322,8],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/aquaponik.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12976"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12976"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12979,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12976\/revisions\/12979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}