{"id":13052,"date":"2020-08-18T14:00:04","date_gmt":"2020-08-18T07:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=13052"},"modified":"2020-08-18T00:25:35","modified_gmt":"2020-08-17T17:25:35","slug":"strategi-siasati-ketahanan-pangan-di-new-normal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/strategi-siasati-ketahanan-pangan-di-new-normal\/","title":{"rendered":"Strategi Siasati Ketahanan Pangan di New Normal"},"content":{"rendered":"<p>Kementan siapkan strategi menyediakan stok penyangga untuk mempertahankan ketahanan pangan bangsa Indonesia saat new normal. Kementan menyiapkan strategi ini untuk mempertahankan ketersediaan pangan.<\/p>\n<p>Seperti yang diketahui bersama, bahwa pangan adalah kebutuhan pokok bagi manusia yang tidak boleh tidak untuk disediakan. Bahkan untuk mendapatkan pangan menjadi hak untuk seluruh bangsa dan diatur dalam UU.<\/p>\n<p>Menurut UU No. 18\/2012 tentang pangan menjelaskan bahwa ketahan pangan merupakan sebuah kondisi dimana pangan dapat tercukup bagi negara sampai ke perorangan dengan memastikan gizi dan mutunya terpenuhi.<\/p>\n<p>Jika ketersediaan pangan yang ada lebih sedikit dibandingkan yang dibutuhkan maka ini disebut dengan krisis pangan. Hal ini juga berpengaruh pada kestabilan ekonomi.<\/p>\n<p>Ketahanan pangan tidak lepas dari produksi pangan itu sendiri yang bergantung pada musim yang ada. Nah, untuk saat ini ketahanan pangan dikhawatirkan karena pandemi yang sedang terjadi. Pandemi yang terjadi sangat berdampak buruk bahkan sampai ke sektor pangan.<\/p>\n<p>Melihat ini, kementan atau Kementerian Pertanian menyiasati strategi untuk mempertahankan pangan dengan menyiapkan stok pangan dengan jumlah besar. Selain itu, menteri Syahrul Yasin Limpo juga menyusun agenda darurat sebagai persiapan untuk kemungkinana buruk yang bisa saja terjadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<blockquote>\n<h6>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/virus-corona-membuat-resah-ketersediaan-pangan\/\"><span style=\"color: #008000;\">Virus Corona Membuat Resah Ketersediaan Pangan\u00a0<\/span><\/a><\/h6>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Strategi lain untuk keadaan standar menengah yang juga sudah direncanakan oleh kementan adalah melakukan lebih banyak lagi ekspor dan mengurangi impor.<\/p>\n<p>Kementan telah memberikan relaksasi untuk pertanian dengan memberikan bibit untuk produksi komoditi. Ini diharapkan mampu mempertahankan pangan bahkan sampai melakukan ekspor dengan jumlah besar. Sehingga, selain mempertahankan pangan juga dapat memulihkan keadaan ekonomi.<\/p>\n<p>Sedangkan untuk strategi dalam jangka panjang, kementan mengatakan bahwa akan dilakukan peningkatan produksi untuk pertanian. Mengupayakan agar gagal panen menurun, juga mendorong para petani milenial bahkan sampai ke angka 2,5 juta orang dalam 1 perioda pemerintahan. Juga yang tidak kalah penting adalah meningkatkan ekspor 3 sampai 4 kali lipat.<\/p>\n<p>Tidak hanya menyusun strategi untuk mempertahankan pangan. Kementan juga sudah menyiapkan cara untuk mengatasi masalah jika nanti ditemukan kendala lain. Kementan berencana akan memanfaatkan lahan yang ada di Kalimantan Tengah.<\/p>\n<p>Namun kementan juga berharap besar agar Indonesia tidak sampai mengalami krisis pangan. Tentu saja sebagai warga negara yang baik kita mengharapkan hal yang sama. Untuk itu, kita harus mendukung pemerintah dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-13053 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/surplus-300x192.png\" alt=\"surplus\" width=\"450\" height=\"288\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/surplus-300x192.png 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/surplus-768x492.png 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/surplus.png 850w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber: katadata.com<\/em><\/p>\n<h4><\/h4>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Strategi yang Direncanakan Oleh Kementan<\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-13055 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/kementan-300x200.jpg\" alt=\"Kementan\" width=\"446\" height=\"297\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/kementan-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/kementan-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/kementan-768x512.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/kementan.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 446px) 100vw, 446px\" \/><\/p>\n<p>Ketahanan pangan tidak lepas dari produksi pangan itu sendiri yang bergantung pada musim yang ada. Nah, untuk saat ini ketahanan pangan dikhawatirkan karena pandemi yang sedang terjadi. Pandemi yang terjadi sangat berdampak buruk bahkan sampai ke sektor pangan.<\/p>\n<p>Melihat ini, kementan atau Kementerian Pertanian menyiasati strategi untuk mempertahankan pangan dengan menyiapkan stok pangan dengan jumlah besar. Selain itu, menteri Syahrul Yasin Limpo juga menyusun agenda darurat sebagai persiapan untuk kemungkinana buruk yang bisa saja terjadi.<\/p>\n<p>Strategi lain untuk keadaan standar menengah yang juga sudah direncanakan oleh kementan adalah melakukan lebih banyak lagi ekspor dan mengurangi impor.<\/p>\n<p>Kementan telah memberikan relaksasi untuk pertanian dengan memberikan bibit untuk produksi komoditi. Ini diharapkan mampu mempertahankan pangan bahkan sampai melakukan ekspor dengan jumlah besar. Sehingga, selain mempertahankan pangan juga dapat memulihkan keadaan ekonomi.<\/p>\n<p>Sedangkan untuk strategi dalam jangka panjang, kementan mengatakan bahwa akan dilakukan peningkatan produksi untuk pertanian. Mengupayakan agar gagal panen menurun, juga mendorong para petani milenial bahkan sampai ke angka 2,5 juta orang dalam 1 perioda pemerintahan. Juga yang tidak kalah penting adalah meningkatkan ekspor 3 sampai 4 kali lipat.<\/p>\n<p>Tidak hanya menyusun strategi untuk mempertahankan pangan. Kementan juga sudah menyiapkan cara untuk mengatasi masalah jika nanti ditemukan kendala lain. Kementan berencana akan memanfaatkan lahan yang ada di Kalimantan Tengah.<\/p>\n<p>Namun kementan juga berharap besar agar Indonesia tidak sampai mengalami krisis pangan. Tentu saja sebagai warga negara yang baik kita mengharapkan hal yang sama. Untuk itu, kita harus mendukung pemerintah dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.<\/p>\n<blockquote>\n<h6>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hadapi-pandemi-gandeng-pemasok-untuk-ketersediaan-pangan\/\"><span style=\"color: #008000;\">Hadapi Pandemi, Gandeng Pemasok Untuk Ketersediaan Pangan<\/span><\/a><\/h6>\n<\/blockquote>\n<hr \/>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di <\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di <\/p>\n<hr \/>\n<p>Referensi<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/febrianaiskana\/berita\/5ed9e6df0305c\/kementan-siapkan-strategi-ketahanan-pangan-saat-normal-baru\">https:\/\/katadata.co.id\/febrianaiskana\/berita\/5ed9e6df0305c\/kementan-siapkan-strategi-ketahanan-pangan-saat-normal-baru<\/a><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementan siapkan strategi menyediakan stok penyangga untuk mempertahankan ketahanan pangan bangsa Indonesia saat new normal. Kementan menyiapkan strategi ini untuk mempertahankan ketersediaan pangan. Seperti yang diketahui bersama, bahwa pangan adalah&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13055,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1383,2273],"tags":[642,1985,184,6,2582],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/kementan.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13052"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13052"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13052\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13056,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13052\/revisions\/13056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13052"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13052"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13052"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}