{"id":13179,"date":"2022-12-07T01:28:26","date_gmt":"2022-12-06T18:28:26","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=13179"},"modified":"2022-12-07T09:49:27","modified_gmt":"2022-12-07T02:49:27","slug":"mengenal-inseminasi-buatan-pada-ternak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-inseminasi-buatan-pada-ternak\/","title":{"rendered":"Mengenal Inseminasi Buatan pada Ternak"},"content":{"rendered":"<p>Inseminasi buatan artinya perkawinan hewan menggunakan suntik dimana teknik ini dilakukan dengan mangambil <em>spermatozoa<\/em> dari ternak jantan dengan sengaja dan sudah dicairkan kemudian memasukkan ke kelamin ternak betina menggunakan alat khusus yang disebut dengan <em>insemination gun<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Metode peternakan semacam ini biasanya diterapkan pada hewan mamalia. Diterapkan pertama kali oleh seorang asal Italia. Metode ini digunakan agar hewan dapat bekembang biak tanpa harus berhubungan seksual.<\/p>\n<blockquote>\n<h6 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Baca Juga:<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/inovasi-ternak-yang-wajib-dicoba\/\">\u00a0<span style=\"color: #008000;\">Inovasi Ternak yang Wajib Dicoba<\/span><\/a><\/span><\/h6>\n<\/blockquote>\n<h5><span style=\"color: #008000;\">Tujuan menerapkan Inseminasi Buatan<\/span><\/h5>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13181 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Inseminasi-300x240.jpg\" alt=\"proses imseminasi buatan\" width=\"503\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Inseminasi-300x240.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Inseminasi.jpg 639w\" sizes=\"(max-width: 503px) 100vw, 503px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber: amongguru.com<\/em><\/p>\n<p>Mengapa menggunakan metode ini? Ini beberapa alasan sehingga anda perlu mencoba metode inovasi ternak modern ini.<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Mengoptimalkan bibit unggul<\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan inseminasi buatan, peternak akan terbantu dalam mendapatkan bibit unggul dan mandiri dengan hanya memanfaatkan betina.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tidak harus memiliki ternak jantan yang unggul<\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Seperti pada poin nomor 1, peternak bisa saja tidak membutuhkan pejantan untuk betinanya apalagi harus memiliki jantan yang unggul. Peternak cukup membutuhkan spermatozoa jantan untuk disuntikkan ke ternak betinanya.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Memperbaiki keturunan ternak<\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Metode ini berhasil menghasilkan keturunan dengan kualitas yang baik. Metode ini sangat tepat digunakan atau diterapkan pada ternak yang mungkin indungnya mengalami kecacatan. Hal ini dapat digunakan untuk mencegah anak ternak yang akan lahir mengikuti cacat dari indungnya.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Meningkatkan angka kelahiran<\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika sebelumnya ternak harus memberikan tanda untuk dikawinkan terlebih dahulu atau menunggu ternak untuk kawin terlebih dahulu baru memiliki ternak, maka anda dapat menerapkan metode ini untuk menghasilkan keturunan dengan kualitas baik tanpa menunggu tanda dari ternak. Karena metode ini dapat dilakukan kapan saja.<\/p>\n<h5><\/h5>\n<h5><span style=\"color: #008000;\">Keuntungan menerapkan Inseminasi Buatan<\/span><\/h5>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13182 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/metode-inseminasi-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"653\" height=\"368\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/metode-inseminasi-300x169.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/metode-inseminasi-768x432.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/metode-inseminasi.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 653px) 100vw, 653px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber: Jendralgaram.com<\/em><\/p>\n<p>Ada beberapa hal yang menjadi keuntungan yang akan diperoleh saat menerapkan metode atau inovasi ini.<\/p>\n<ol>\n<li>Lebih hemat dalam biaya. Ini dikarenakan tidak mengharuskan memiliki pejantan<\/li>\n<li>Untuk menjamin kualitas dan kesehatan ternak, anda dapat mengatur kelahiran ternak.<\/li>\n<li>Jika saat ini anda memiliki pejantan yang unggul dengan kualitas baik, anda dapat mengambil <em>spermatozoa<\/em>nya dan menggunakannya beberapa bulan kedepan atau bahkan tahun. Bahkan saat jantan tersebut sudah tidak ada.<\/li>\n<li>Mengurangi dan menghilangkan kemungkinan penularan penyakit pada ternak saat perkawinan secara fisik.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Cukup mudah dan menguntungkan bukan? Di Indonesia, metode seperti ini sudah sering dicoba. Beberapa hewan yang biasanya melakukan metode ini tidak hanya mamalia dengan bobot besar. Meskipun memang pada umumnya metode ini diterapkan pada mamalia bobot besar. Metode ini juga dapat dilakukan pada anjing, babi, dan kambing bahkan faktanya bisa juga kepada hewan lebah madu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Referensi<\/p>\n<p>https:\/\/arenahewan.com\/inseminasi-buatan-pada-hewan<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inseminasi buatan artinya perkawinan hewan menggunakan suntik dimana teknik ini dilakukan dengan mangambil spermatozoa dari ternak jantan dengan sengaja dan sudah dicairkan kemudian memasukkan ke kelamin ternak betina menggunakan alat&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13181,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842],"tags":[1022,2603],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Inseminasi.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13179"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13179"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13179\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13183,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13179\/revisions\/13183"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}