{"id":132,"date":"2021-08-07T05:07:53","date_gmt":"2021-08-06T22:07:53","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=132"},"modified":"2021-08-07T08:15:08","modified_gmt":"2021-08-07T01:15:08","slug":"generasi-petani-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/generasi-petani-muda\/","title":{"rendered":"Hai Generasi Muda, Berani Jadi Petani?"},"content":{"rendered":"<p><em>Jadi petani?.<\/em><\/p>\n<p>\u201cPercuma saja sekolah tinggi \u2013 tinggi kalau akhirnya jadi petani\u201d<\/p>\n<p>Nah kamu akan dicerca pernyataan seperti ini ketika mengungkapkan keinginan untuk terjun ke dunia pertanian. Entah itu dari orang tua, teman ataupun tetangga.<\/p>\n<p>Maklum paradigma tentang profesi petani\u00a0 masih identik dengan kumuh dan orang kelas bawah \u00a0di masyarakat kita, meski sudah banyak bukti kalau profesi\u00a0 petani jauh lebih bisa berdaya.<\/p>\n<p>Bob Sadino (alm) contoh nyatanya. Beliau mengawalli kariernya sebagai penjual telur ayam dan petani melon sehingga sukses menjadi pengusaha\u00a0 dan menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.<\/p>\n<h2>Petani Juga Bisa Kaya<\/h2>\n<figure id=\"attachment_134\" aria-describedby=\"caption-attachment-134\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-134\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/harrystine.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"420\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/harrystine.jpg 800w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/harrystine-300x158.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/harrystine-768x403.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/harrystine-600x315.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-134\" class=\"wp-caption-text\"><em>Harry Stine<\/em><br \/><em>Source: usatoday.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Negara maju seperti Amerika\u00a0 juga memiliki daftar orang terkaya yang berasal dari pekerjaan sebagai petani seperti Harry Stine dan juga Howard Buffet\u00a0 keduanya adalah pemilik perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan masing \u2013 masingnya sukses tercatat sebagai orang terkaya di Amerika.<\/p>\n<p>Memang, pada awalnya akan banyak sekali tantangan. Tapi kalau kamu bisa membuktikan, semua anggapan negatif akan melebur seiring dengan omset yang kian melejit.<\/p>\n<p>Pernyataan seperti ini \u00a0diungkapkan Rici Solihin, pengusaha Paprika dari Desa Pasir Langu, Bandung Barat.<\/p>\n<p>\u201cSaya perlu 5 tahun untuk bisa sukses sebagai petani seperti sekarang. pada awalnya saya juga ditentang orang tua, tapi seiring berjalannya waktu mereka mengerti. Asalkan kita\u00a0 bisa konsisten dan persisten\u201d ungkapnya saat dihubungi\u00a0 penulis.<\/p>\n<h2><strong>Potensi Petani Muda<\/strong><\/h2>\n<p>Potensi Petani Muda untuk bisa sukses sangat besar, mengingat Indonesia membutuhkan regenerasi untuk mengelola sektor pertanian karena kebanyakan anak petani cendrung memilih profesi di luar sektor pertanian sehingga sumber daya manusia pada sektor ini semakin berkurang seperti diungkapkan Dadih Permana, kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian kementrian Pertanian di kutip dari portal online Idntimes.com<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kebun-kopi-indonesia-terluas\/\">Fakta! Kebun Kopi Indonesia Terluas, di atas Brazil dan Vietnam<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cIndonesia pada suatu masa akan kehilangan Petani. Dalam rentang waktu 2010 hingga 2014 saja tenaga kerja pertanian berkurang sebanyak 3.15 juta orang\u201d<\/p>\n<p>Kemudian berdasarkan hasil sensus pertanian 2013, Petanian Indonesia rata \u2013 rata berusia tua. Sebanyak 62 % Petani Indonesia berumur diatas 45 tahun.<\/p>\n<p>Nah sekarang.<\/p>\n<h2>Kamu Muda? Berpendidikan Tinggi? Berani jadi petani?<\/h2>\n<p>Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh kamu sendiri, mengingat orang yang tidak berpendidikan saja\u00a0 bisa menjadi petani.<\/p>\n<p>Kenapa tidak anak muda yang berpendidikan tinggi bisa menjadi sukses menjadi petani yang tidak hanya kaya raya tapi juga bermanfaat untuk sekelilingnya.<\/p>\n<p>Akhir \u2013 akhir ini muncul sosok Muslahudin Daud\u00a0 yang memilih beralih profesi menjadi petani di Aceh dari pekerjaan sebelumnya sebagai bangker di World Bank.<\/p>\n<p>Secara pasti kamu pada tahulah berapa pendapatannya. Tidak hanya beralih profesi menjadi petani, Muslahudin Daud juga mengajak petani yang pada awalnya menanam ganja beralih menjadi petani komoditi pertanian yang legal seperti sayur dan buah. Selain itu, mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji setelah pensiun juga menjadi petani.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_136\" aria-describedby=\"caption-attachment-136\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-136\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/susno-duajdji.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/susno-duajdji.jpg 600w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/susno-duajdji-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-136\" class=\"wp-caption-text\"><em>Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji Jadi Petani<\/em><br \/><em>Source: facebook\/Susno Duadji<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Bukan tidak mungkin, jika kamu putuskan berani terjun disektor pertanian dimasa depan nama kamu akan tercatat sebagai salah seorang orang terkaya Indonesia.<\/p>\n<p>Berani\u00a0jadi Petani<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong><em>Penulis <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/sulassky\/\">Sulassky<\/a><br \/>\n<\/em><\/strong><em>Farmer &#8211; Traveller &#8211; Blogger<\/em><\/p>\n<p>Reference:<\/p>\n<ul>\n<li>www.facebook.com\/ricisolihin21\/<\/li>\n<li>news.metrotvnews.com\/read\/2015\/01\/20\/347535\/bob-sadino-di-mata-puan-maharani<\/li>\n<li>www.bps.go.id\/<\/li>\n<li>business.idntimes.com\/finance\/jennifer-sidharta\/mau-kaya-jadi-petani-c1c2\/full<\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>Kirimkan tulisanmu segera: baca di <a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penulis\"><strong>sini<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jadi petani?. \u201cPercuma saja sekolah tinggi \u2013 tinggi kalau akhirnya jadi petani\u201d Nah kamu akan dicerca pernyataan seperti ini ketika mengungkapkan keinginan untuk terjun ke dunia pertanian. Entah itu dari&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":135,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[70,19,862],"tags":[21,20,12],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/muslahuddin.jpg","author_info":{"display_name":"Sahabat PakTani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/sapat\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/132"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=132"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":138,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/132\/revisions\/138"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}