{"id":1326,"date":"2018-12-06T12:00:54","date_gmt":"2018-12-06T05:00:54","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1326"},"modified":"2018-12-04T15:14:51","modified_gmt":"2018-12-04T08:14:51","slug":"suryono-petani-indonesia-mendunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/suryono-petani-indonesia-mendunia\/","title":{"rendered":"Suryono, Petani Indonesia yang Berhasil Mendunia"},"content":{"rendered":"<p>Kita sering mendengar ada beberapa orang Indonesia yang berhasil mendunia karena prestasinya. Misalnya, aktor Indonesia yang bisa bermain film Hollywood, atau ada orang Indonesia yang bisa bekerja di Google. Selain mereka, ternyata ada lagi satu orang Indonesia yang berhasil mendunia\u00a0padahal dia adalah seorang petani. Ya, seorang petani hortikultura yang mendunia itu bernama Suryono.<\/p>\n<p>Kenapa pria asal Desa Pinang, Kabupaten Siak, Riau itu bisa mendunia? Pasalnya, pada tahun 2016 lalu, Suryono sukses menjadi pembicara di\u00a0forum internasional. Suryono ditunjuk menjadi perwakilan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi PBB\u00a0yang diadakan di Maroko. Konferensi itu dihadiri oleh banyak negara di dunia. Tercatat, ada 190 negara yang turut hadir.<\/p>\n<p>\u201cAwal mula dipanggil ke Maroko saya juga bingung. Bisa dibilang saya hanya petani kecil\u00a0dibanding yang di luar itukan jauh lebih bagus dari saya. Saya juga tidak mengira kok bisa sih,\u201d kata Suryono seperti dikutip dari Netz.id.<\/p>\n<p>Suryono rupanya ditunjuk karena dia dianggap sebagai petani yang sukses beralih dari petani sawit menjadi petani hortikultura. Di konferensi tersebut, Suryono memaparkan pemikirannya mengenai kerusakan pada lingkungan dan hutan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/feri-agus-yadi-petani-muda\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Feri Agus Yadi, Petani Muda Pamekasan yang Patut Diteladani<\/strong> <\/a><\/p>\n<figure id=\"attachment_1328\" aria-describedby=\"caption-attachment-1328\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1328 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Suryono-Berbicara-di-KTT-PBB-di-Maroko-2016.jpg\" alt=\"Suryono Berbicara di KTT PBB di Maroko 2016\" width=\"750\" height=\"500\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1328\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: kompas.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Suryono pun mengatakan bahwa kerusakan lingkungan seperti sekarang ini adalah akibat dari ulah manusia yang tak peduli dengan alam. Wajar saja jika Suryono peduli dengan alam\u00a0karena dia sendiri tergabung dalam Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA)\u00a0di daerah tempat tinggalnya. Salah satu tujuan dibentuknya organisasi itu adalah untuk mencegah kebakaran hutan, yang tentu saja bisa merusak lingkungan, bukan hanya di hutan saja, melainkan juga lingkungan di sekitarnya.<\/p>\n<p>Suryono yang banting setir dari petani sawit menuju ke petani hortikultura ini ternyata menjadi inspirasi bagi petani lain, yang juga mengikuti jejaknya dari petani sawit menuju ke hortikultura. Selain menjadi inspirasi bagi petani lainnya, Suryono juga pernah menerima beberapa penghargaan, seperti Adikarya Pangan Nusantara 2015, serta memperoleh gelar\u00a0Petani Terbaik Siak Bidang Hortikultura 2016.<\/p>\n<p>Menurut Suryono, peralihan dari petani sawit menjadi petani hortikultura tidaklah semudah yang terdengar. Pasalnya, Suryono sudah menjadi petani sawit selama bertahun-tahun, namun mendadak\u00a0harus beradaptasi lagi untuk menjadi petani hortikultura. Proses adaptasi inilah yang memakan waktu.<\/p>\n<p>Namun,\u00a0berkat kerja keras dan pantang menyerah, pada tahun 2013 lalu,\u00a0Suryono berhasil menguasai segala teknik hortikultura dan memperoleh hasil yang cukup baik. Dari situ, tanah miliknya yang memiliki luas 2 hektar sudah dipenuhi oleh buah dan sayur-sayuran, seperti\u00a0cabai dan kangkung untuk sayurannya, sampai pepaya dan melon untuk buah-buahannya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/pondok-tani-denpasar\/\" rel=\"bookmark\"><strong>2 Mahasiswi Denpasar Sukses Membangun Pondok Tani<\/strong> <\/a><\/p>\n<figure id=\"attachment_1329\" aria-describedby=\"caption-attachment-1329\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1329 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Suryono-Petani-yang-Beralih-dari-Sawit-ke-Hortikultura.jpg\" alt=\"Suryono, Petani yang Beralih dari Sawit ke Hortikultura\" width=\"750\" height=\"500\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1329\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: kompas.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Rupanya, bakat Suryono bukan hanya dalam bidang pertanian saja, namun juga dalam bidang perdagangan. Terbukti, dia berhasil memasarkan hasil pertaniannya sendiri. Diketahui, Suryono bisa mengantongi omzet sebesar Rp 15 juta per bulannya. Jumlah yang cukup fantastis, apalagi nominal tersebut dihasilkan hanya dari setengah lahannya. Jika semua lahannya dipanen, maka jelas Suryono\u00a0akan menerima penghasilan 2\u00a0kali lipat.<\/p>\n<p>Kesuksesan Suryono dalam memasarkan produk taninya sendiri ini diharapkan juga bisa mendorong petani lain untuk bisa memasarkan sendiri tanpa perantara. Dengan begitu, para petani lain juga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal dibandingkan dengan menggunakan perantara.<\/p>\n<p>Itulah kisah sukses petani Indonesia, Suryono, yang bisa mendunia karena tampil dalam konferensi tingkat dunia. Semoga kisahnya ini bisa menjadi inspirasi untuk Anda, dan Anda bisa memulai untuk menjadi petani yang bisa memasarkan hasil pertaniannya sendiri.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kiyoto-saito-petani-jepang-modis\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Belajar dari Kiyoto Saito, Sang Petani Muda Jepang yang Modis<\/strong> <\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: revolusimental.go.id<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Hutomo Dwinugrahanto<\/strong><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita sering mendengar ada beberapa orang Indonesia yang berhasil mendunia karena prestasinya. Misalnya, aktor Indonesia yang bisa bermain film Hollywood, atau ada orang Indonesia yang bisa bekerja di Google. Selain&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1327,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[70],"tags":[12,233],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Suryono-Petani-Indonesia-yang-Berhasil-Mendunia.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1326"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1326"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1331,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1326\/revisions\/1331"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}