{"id":1344,"date":"2025-02-13T01:03:11","date_gmt":"2025-02-12T18:03:11","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1344"},"modified":"2025-02-13T08:35:31","modified_gmt":"2025-02-13T01:35:31","slug":"produk-dihasilkan-pemanfaatan-sekam-padi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produk-dihasilkan-pemanfaatan-sekam-padi\/","title":{"rendered":"4 Produk yang Bisa Dihasilkan Melalui Pemanfaatan Sekam Padi"},"content":{"rendered":"<p>Padi sebagai salah satu komoditas pertanian terbesar di Indonesia akan menghasilkan banyak sekam setelah panen. Sekam padi tersebut akan terus menumpuk dan menjadi limbah apabila tidak dilakukan pengolahan lebih lanjut. Oleh karena itu, petani harus mencari cara untuk membuat sekam padi yang ada dalam jumlah besar menjadi komoditas yang lebih bermanfaat. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dibuat melalui pemanfaatan sekam padi.<\/p>\n<h2>Pupuk organik<\/h2>\n<p>Jika dilakukan pengolahan lebih lanjut, sekam padi dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah. Hal ini disebabkan oleh abu sekam padi memiliki berbagai unsur kimia yang baik untuk kesuburan dan kegemburan tanah.<\/p>\n<p>Petani dapat mencampurkan\u00a0media tanam dengan kompos dan pupuk sekam padi untuk menyemai\u00a0biji tanaman. Dengan campuran tersebut, tanah di area media tanam akan lebih subur karena tanah mampu mengikat berbagai macam unsur hara yang baik dan diperlukan oleh tanaman.<\/p>\n<p>Selain baik untuk kesuburan dan kegemburan tanah, pupuk organik dari sekam padi juga memiliki daya simpan air yang tinggi dan mudah terkomposisi, tidak ditumbuhi jamur, dan\u00a0harganya juga relatif murah jika dibeli di toko-toko pertanian.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/teknologi-peningkatan-produksi-padi\/\" rel=\"bookmark\"><strong>3 Teknologi Peningkatan Produksi Padi<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Silika Gel<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1347\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Silika-gel-bisa-dibuat-dari-sekam-padi-1.jpg\" alt=\"Silika gel bisa dibuat dari sekam padi\" width=\"1200\" height=\"800\" \/>Sekam padi memiliki potensi untuk dijadikan bahan pembuatan silika gel. Bahkan, studi menemukan bahwa abu sekam padi memiliki kandungan silika sebanyak 87-97% berat kering. Cara sederhana membuat silika gel melalui pemanfaatan abu sekam padi adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Abu sekam padi direaksikan dengan larutan NaOH 1N pada suhu 80 derajat Celsius selamakurang lebih satu jam.<\/li>\n<li>Tambahkan larutan asam hingga mencapai pH 7<\/li>\n<li>Gel yang telah dihasilkan melalui 2 tahap di atas selanjutnya dikeringkan menggunakan oven pada suhu 80 derajat Celsius hingga memiliki berat konstan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Silika gel dari abu sekam ini dapat dimanfaatkan sebagai zat penyerap, pengering, dan penopang katalis. Sebagaimana kita ketahui, silika gel juga merupakan produk aman yang dapat menjaga kelembaban makanan, obat-obatan, bahkan barang\/bahan\u00a0sensitif.<\/p>\n<h2>Penangkal bekicot<\/h2>\n<p>Bekicot merupakan salah satu hama tanaman yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Hama ini biasanya menyerang tanaman muda di malam hari. Untuk mengatasi hal tersebut, petani dapat membuat taburan sekam padi di sekeliling tanaman. Sekam padi tersebut akan menghalangi bekicot untuk masuk ke area tanaman karena perut hama yang satu ini sangat lunak, sementara sekam padi memiliki tekstur yang tajam.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-mengusir-hama-burung-padi\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5 Cara Ampuh Mengusir Hama Burung Padi<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Briket arang sebagai bahan bakar alternatif<\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><i><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1348\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Briket-arang-sebagai-bahan-bakar-alternatif.jpg\" alt=\"Briket arang sebagai bahan bakar alternatif\" width=\"1024\" height=\"681\" \/>Sumber: kknm.unpad.ac.id<\/i><\/em><\/p>\n<p>Selain 3\u00a0produk di atas, limbah sekam padi juga dapat dimanfaatkan untuk membuat briket arang sekam. Dari 100 kg sekam padi, kita dapat memperoleh rata-rata 63 kg arang sekam. Arang yang terbuat dari sekam padi ini cenderung lebih mudah terbakar dibanding briket dari kayu atau tempurung kelapa. Cara sederhana membuat briket dari pemanfaatan sekam padi adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Pertama-tama, haluskan arang sekam terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat penepung.<\/li>\n<li>Kemudian, campurkan setiap 1 kg arang yang sudah dihaluskan dengan tepung tapioka sebanyak kurang lebih 400 gram dan 1.5 liter air.<\/li>\n<li>Selanjutnya, briket dicetak berbentuk persegi atau kotak bulat panjang menggunakan alat pencetak.<\/li>\n<li>Briket yang telah dicetak dikeringkan di bawah sinar matahari.<\/li>\n<li>Terakhir, briket dikemas dalam plastik agar bisa segera digunakan pada saat dibutuhkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/stop-bakar-jerami-di-sawah-ini-alasannya\/\" rel=\"bookmark\"><strong>STOP Bakar Jerami di Sawah, Ini Alasannya<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis:\u00a0<a href=\"http:\/\/geniuslector.com\/\"><strong>Hutri Cika Berutu<\/strong><\/a>\u00a0<\/em><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Padi sebagai salah satu komoditas pertanian terbesar di Indonesia akan menghasilkan banyak sekam setelah panen. Sekam padi tersebut akan terus menumpuk dan menjadi limbah apabila tidak dilakukan pengolahan lebih lanjut.&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1346,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[237,46,238],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/4-produk-yang-bisa-dihasilkan-dari-sekam-padi.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1344"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1344"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1344\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1368,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1344\/revisions\/1368"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1346"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1344"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1344"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}