{"id":1351,"date":"2022-07-02T05:30:57","date_gmt":"2022-07-01T22:30:57","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1351"},"modified":"2022-07-02T12:55:39","modified_gmt":"2022-07-02T05:55:39","slug":"menanam-sayur-urban-gardening","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/menanam-sayur-urban-gardening\/","title":{"rendered":"Cara Menanam Sayur di Rumah dengan Urban Gardening"},"content":{"rendered":"<p>Mungkin Anda berpikir\u00a0bahwa untuk menjadi seorang petani, Anda harus tinggal di pedesaan\u00a0dan\u00a0memiliki lahan yang luas\u00a0sehingga Anda bisa menanam apa pun yang Anda mau. Memang, pemikiran tersebut tidak salah, namun bisa pula dibilang kurang tepat. Faktanya, Anda bisa menanam tanaman seperti sayuran\u00a0di dalam rumah sekalipun rumah Anda berada di perkotaan. Metode menanam sayuran di dalam rumah ini dinamakan dengan Urban Gardening.<\/p>\n<p>Untuk bisa melakukan Urban Gardening ini, Anda tak perlu memiliki halaman rumah yang luas\u00a0karena lahan yang ada pun bisa dimanfaatkan. Bahkan, barang-barang bekas yang ada di rumah juga bisa digunakan sebagai wadah untuk tanaman Anda, seperti\u00a0kaleng bekas, kontainer, dan ember.<\/p>\n<p>Jika wadahnya sudah siap, maka Anda tinggal membeli benihnya. Anda bisa membeli benih di berbagai tempat\u00a0seperti toko\u00a0pertanian\u00a0atau toko houseware lainnya. Jika Anda lebih suka membeli via <em><i>online<\/i><\/em>, maka Anda bisa membelinya lewat Instagram\u00a0atau toko online lainnya, yang kini sudah menjamur di Indonesia.<\/p>\n<p>Jika Anda memang ingin melakukan Urban Gardening, berikut ini adalah beberapa sayuran yang bisa\u00a0ditanam sendiri di rumah.<\/p>\n<h2>Buncis<\/h2>\n<p>Buncis merupakan tanaman yang merambat ke atas. Anda bisa menanam buncis ini di tiang teralis\u00a0atau\u00a0teralis teras rumah. Jika Anda tak ingin tanaman ini merambat di rumah Anda, Anda bisa menggunakan potongan bambu\u00a0sehingga tanaman buncis ini akan merambat pada bambu tersebut, dan teralis Anda akan tetap bersih.<\/p>\n<p>Anda bisa menanam buncis dalam wadah dengan ketinggian 45 cm\u00a0dan letaknya harus terpapar sinar matahari\u00a0sehingga buncisnya bisa tumbuh dengan optimal.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ketahui-5-keuntungan-berkebun-di-rumah\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Ketahui 5 Keuntungan Berkebun Di Rumah<\/strong><\/a><\/p>\n<figure id=\"attachment_1353\" aria-describedby=\"caption-attachment-1353\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1353 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Menanam-buncis-di-rumah.jpg\" alt=\"Menanam buncis di rumah\" width=\"600\" height=\"450\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1353\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: grow-it-organicly<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Tomat<\/h2>\n<p>Sama seperti buncis, untuk menanam tomat ini,\u00a0Anda membutuhkan wadah dengan ketinggian 45 cm dan juga harus terpapar sinar matahari. Bedanya, Anda tak membutuhkan bambu karena tanaman tomat ini tidak merambat. Jika rumah Anda tak terlalu besar, maka Anda bisa memilih untuk menanam tomat cherry, karena selain bisa dipanen, bisa juga dijadikan untuk hiasan halaman rumah Anda.<\/p>\n<h2>Selada<\/h2>\n<p>Untuk menanam selada, Anda bisa menyisakan bonggol selada\u00a0kemudian merendam pangkalnya di dalam wadah berisi air. Lakukan pergantian air secara rutin\u00a0dan semprotkan daunnya\u00a0sampai\u00a0tumbuh akar baru. Jika dirasa akarnya sudah cukup banyak, maka seladanya bisa Anda pindahkan ke dalam wadah dengan ketinggian 20 cm\u00a0dan letakkan di tempat yang teduh\u00a0sampai Anda bisa memanennya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-berkebun-untuk-mama-muda\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Berkebun! Cara Sederhana Mengatasi Baby Blues Sindrom<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Mentimun<\/h2>\n<p>Mirip seperti tanaman buncis, tanaman mentimun juga tumbuh merambat. Karena itu,\u00a0siapkan lah batang bambu dengan ukuran yang tak terlalu panjang untuk tempat merambat tanaman mentimun ini. Siapkan pula pupuk yang cukup\u00a0dan letakkan tanaman ini di tempat yang terpapar sinar matahari. Jangan lupa juga untuk terus disiram dengan air secukupnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1354 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Menanam-mentimun-di-rumah-dengan-urban-gardening.jpg\" alt=\"Menanam mentimun di rumah dengan urban gardening\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<h2>Cabai<\/h2>\n<p>Bila Anda merasa harga cabai terlalu mahal, Anda bisa mencoba untuk menanamnya sendiri di rumah. Anda bisa menyisihkan biji cabainya\u00a0dan rendam di dalam baskom berisi air sambil dibersihkan. Setelah itu, Anda bisa memilih biji cabai yang tenggelam. Kemudian jemur biji cabai yang sudah Anda pilih tadi sampai kering, lalu tanam biji tersebut di wadah dengan ketinggian kurang lebih 45 cm. Letakkan wadahnya di tempat yang terkena sinar matahari. Sisanya, tinggal Anda tunggu sampai panen.<\/p>\n<p>Jika Anda sudah bisa menanam sayuran di atas di rumah Anda sendiri, paling tidak Anda sudah bisa menghemat pengeluaran untuk membeli sayuran-sayuran di supermarket atau pasar. Selamat mencoba!<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-sukses-pertanian\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5 Tips Sukses Dalam Bertani<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Hutomo Dwinugrahanto<\/strong><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong>.<\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin Anda berpikir\u00a0bahwa untuk menjadi seorang petani, Anda harus tinggal di pedesaan\u00a0dan\u00a0memiliki lahan yang luas\u00a0sehingga Anda bisa menanam apa pun yang Anda mau. Memang, pemikiran tersebut tidak salah, namun bisa&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1352,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[74,240,36,239,241],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Menanam-Sayur-di-Rumah-dengan-Urban-Gardening.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1351"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1351"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1356,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1351\/revisions\/1356"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}