{"id":13546,"date":"2020-10-09T13:22:28","date_gmt":"2020-10-09T06:22:28","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=13546"},"modified":"2020-10-09T13:22:28","modified_gmt":"2020-10-09T06:22:28","slug":"penyebab-indonesia-ketergantungan-impor-beras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penyebab-indonesia-ketergantungan-impor-beras\/","title":{"rendered":"Penyebab Indonesia Ketergantungan Impor Beras"},"content":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital penyebab indonesia ketergantungan impor beras.<\/p>\n<h2>Produksi Beras di Indonesia<\/h2>\n<h6><span style=\"color: #008000;\">Beras di Indonesia<\/span><\/h6>\n<figure id=\"attachment_13549\" aria-describedby=\"caption-attachment-13549\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13549\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/rice-3506194_6401-300x228.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"342\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/rice-3506194_6401-300x228.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/rice-3506194_6401-255x195.jpg 255w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/rice-3506194_6401-275x210.jpg 275w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/rice-3506194_6401.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13549\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-mudah-budidaya-hidroponik-kangkung-bagi-pemula\/\">5 Langkah Mudah Budidaya Hidroponik Kangkung Bagi Pemula<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Indonesia merupakan daerah yang memiliki potensi yang sangat baik pada sektor pertanian, sehingga Indonesia di tingkat internasional merupakan salah satu produsen sekaligus konsumen beras terbesar dunia di bawah Cina.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut menuntut kreativitas dari masyarakat Indonesia untuk berkreasi supaya produksi padi Indonesia menjadi meningkat atau minimal stabil. Dengan kestabilan produksi, Indonesia dapat menjaga ketahanan pangan nasional.<\/p>\n<p>Untuk menjaga ketersediaan beras di Indonesia, perlu ditingkatkan peran dari masyarakat dan pemerintah daerah guna menjaga ketersediaan beras di tingkat nasional.<\/p>\n<p>Salah satu cara untuk meningkatkan peran masyarakat guna menjaga ketersediaan beras pada tingkat daerah dan pedesaan adalah dengan tetap menanam padi dan meningkatkan hasil produksinya.<\/p>\n<p>Sedangkan peran pemerintah adalah menjaga ketersediaan bahan-bahan pendukung guna melakukan produksi beras. Ketersediaan beras akan mempengaruhi harga beras, selain itu harga beras juga dipengaruhi oleh harga barang lain serta kebijakan dari pemerintah<\/p>\n<p>Berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan kerangka sampel area (KSA) dengan luas panen besar 8,99 juta hektare (ha).<\/p>\n<p>produksi selama Januari-September diperkirakan mencapai 46,9 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 26,91 juta ton beras. Adapun untuk konsumsi, selama periode ini diperkirakan jumlahnya mencapai 22,28 juta ton.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penyebab Impor Beras<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_13550\" aria-describedby=\"caption-attachment-13550\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13550\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/dock-441989_640-300x201.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"301\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/dock-441989_640-300x201.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/dock-441989_640.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13550\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-sederhana-tanam-hidroponik-dengan-media-air\/\">Cara Sederhana Tanam Hidroponik dengan Media Air<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Impor merupakan suatu kegiatan memasukkan barang-barang dari luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah ke dalam peredaran dalam masyarakat yang dibayar dengan mempergunakan valuta asing.<\/p>\n<p>Impor beras termasuk impor barang kerena pajak tertentu yang bersifat strategis yang dibebaskan pajak pertambahan nilai (PPN).<\/p>\n<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras pada 2018 mencapai 32,42 juta ton. Sedangkan konsumsinya sekitar 29,57 juta ton, dengan rata-rata per bulan di kisaran 2,46 juta ton.<\/p>\n<p>Selisih antara jumlah beras yang diproduksi dengan jumlah beras yang dikonsumsi menunjukkan bahwa sebenarnya negara kita mengalami surplus sebesar 2,85 juta ton beras.<\/p>\n<p>Sekalipun mengalami surplus, nyatanya pemerintah tetap melakukan impor. Tercatat sejak 2014 sampai 2018, pemerintah selalu melakukan impor beras.<\/p>\n<p>Jumlah impor beras pada rentang 2014-2018 secara berturut-turut sebanyak 844 ribu ton, 861 ribu ton, 1,28 juta ton, 305 ribu ton, dan 2,25 juta ton.<\/p>\n<div>\n<p>Menurut penjelasan Presiden Joko Widodo sebagai petahana, impor tetap dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok beras, menstabilkan harga,<\/p>\n<p>Sebagai cadangan bila terjadi bencana atau gagal panen. Jika harga beras tinggi tentu petani akan bersorak, tetapi konsumen di pasar akan teriak.<\/p>\n<p>Begitu pula sebaliknya. Di sinilah pentingnya fungsi pemerintah dalam mengontrol keseimbangan harga agar petani senang, masyarakat juga senang.<\/p>\n<p>Produksi, stok, dan kebijakan impor beras sangat berkaitan erat.<\/p>\n<p>Tentunya segala bentuk kebijakan yang diambil harus berdasarkan data pendukung yang akurat. Alarm impor akan berbunyi apabila ditemukan adanya lonjakan harga di pasar<\/p>\n<p>.Hal ini menunjukkan bahwa stok beras semakin menipis, sehingga terjadi kenaikan harga.<\/p>\n<p>Jika Indonesia sebenarnya swasembada, tentu akan ada pertimbangan dalam mengambil kebijakan apakah harus impor atau tidak.<\/p>\n<hr \/>\n<p>tulah informasi mengenai penyebab indonesia ketergantungan impor beras. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-bahan-untuk-membuat-tanaman-hidroponik-dengan-mudah\/\">5 Bahan untuk Membuat Tanaman Hidroponik dengan Mudah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber :<strong> Kompas.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital penyebab indonesia ketergantungan impor beras. Produksi Beras di Indonesia Beras di Indonesia Baca Juga :\u00a05 Langkah Mudah Budidaya Hidroponik Kangkung Bagi Pemula Indonesia merupakan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13551,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234],"tags":[261,2660,2659],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/container-3118783_640.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13546"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13546"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13552,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13546\/revisions\/13552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}