{"id":1360,"date":"2025-09-10T01:01:11","date_gmt":"2025-09-09T18:01:11","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1360"},"modified":"2025-09-10T09:45:55","modified_gmt":"2025-09-10T02:45:55","slug":"langkah-membudidayakan-lada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-membudidayakan-lada\/","title":{"rendered":"5 Langkah Sukses Membudidayakan Lada"},"content":{"rendered":"<p>Sebelum masuk ke pembahasan langkah-langkah membudidayakan\u00a0lada, penting untuk diketahui apa sebenarnya lada itu. Lada merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang sangat populer di dunia.<\/p>\n<p>Karena kepopulerannya,\u00a0negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia yang tanahnya cocok bagi tanaman rempah ini menjadi magnet bagi bangsa Eropa dan beberapa sekutunya untuk datang. Awalnya,\u00a0memang untuk mencari rempah, namun kemudian menjadi penjajah.<\/p>\n<p>Lada mempunyai beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satunya yaitu penghangat tubuh, sehingga tidak heran jika bangsa Eropa yang mayoritas negaranya bersuhu dingin datang ke Asia untuk mencari lada.<\/p>\n<p>Selain itu,\u00a0beberapa manfaat lainnya adalah sebagai penurun resiko kanker, menjaga kesehatan kulit, pencernaan, pernafasan,\u00a0dan masih banyak manfaat lainnya.<\/p>\n<h2><strong>Syarat Membudidayakan Lada<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut beberapa syarat yang perlu diketahui agar budidaya lada menjadi lebih optimal:<\/p>\n<ol>\n<li><b><\/b><strong><b>Tanah<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Meskipun tergolong tanaman yang tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan, namun ada beberapa jenis tanah yang memiliki kandungan zat hara cukup baik untuk tanaman ini. Tanah seperti Oxisol, Vertisol, Andisol dan tanah liat pasir (<em><i>sandy clay<\/i><\/em>) sangat cocok untuk tanaman lada.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b><\/b><strong><b>Ketinggian<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Ketinggian lahan yang ideal untuk jenis tanaman lada adalah 0-500 mdpl. Jika lokasi lahan lebih tinggi,\u00a0maka hasilnya tidak optimal.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b><\/b><strong><b>Iklim<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Lada akan tumbuh dengan baik dalam kondisi kelembaban antara 200-300 C dan curah hujan antara 2000-3000 mm per tahun.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-budidaya-terong-ungu-bagi-pemula\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Tips Budidaya Terong Ungu Bagi Pemula<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><strong><b>Langkah<\/b><\/strong><strong><b>-Langkah<\/b><\/strong><strong><b> Membudidayakan Lada<\/b><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1365\" aria-describedby=\"caption-attachment-1365\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1365 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Membudidayakan-Tanaman-Lada-1.jpg\" alt=\"Membudidayakan Tanaman Lada\" width=\"630\" height=\"380\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1365\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: tanamanhiasan.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah kita memahami syarat yang sebaiknya dipenuhi, maka dapat dilanjutkan ke pembahasan mengenai langkah-langkah membudidayakan\u00a0lada dengan tahapan sebagai berikut.<\/p>\n<h3><b><\/b>Pemilihan Bibit<\/h3>\n<p>Meskipun bukan sebagai jaminan karena tergantung pada\u00a0tahapan yang lain, namun pemilihan bibit yang unggul dan berkualitas tentu dapat berkontribusi dalam menghasilkan lada yang berkualitas.<\/p>\n<p>Beberapa ciri bibit yang berkualitas antara lain pertumbuhan bibit yang seragam satu dengan yang lain, tahan saat dilakukan pemindahan,\u00a0dan pertumbuhan relatif cepat.<\/p>\n<h3><b><\/b>Pengolahan Lahan<\/h3>\n<p>Penyediaan lahan memang bergantung pada\u00a0banyak sedikitnya tanaman budidaya yang akan ditanam. Polybag tepat digunakan jika Anda memiliki lahan yang terbatas. Namun,\u00a0jika tersedia lahan yang cukup,\u00a0maka berikut adalah langkah-langkah\u00a0persiapannya:<\/p>\n<ul>\n<li>Pembersihan lahan dari tanaman gulma seperti rumput dan lainnya.<\/li>\n<li>Cangkul tanah sedalam kurang lebih 40 cm dan tambahkan pupuk kandang untuk memperkaya zat hara dalam tanah (biarkan selama 7 hari).<\/li>\n<li>Pembuatan bedengan dengan lebar kurang lebih 140 cm dan tinggi 50 cm. Panjang bedengan sesuaikan dengan lahan dan jangan lupa buat saluran irigasi untuk jalur pengairan.<\/li>\n<li>Buat lubang dengan jarak 40 cm untuk penanaman bibit.<b><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<h3>Penanaman Lada<\/h3>\n<p>Penanaman dilakukan pada saat bibit sudah cukup umur dan layak tanam. Kondisi ini harus dipastikan agar resiko tanaman mati dapat diminimalkan. Ambil bibit lada dalam polybag, sobek polybag,\u00a0dan keluarkan untuk dimasukkan ke dalam lubang yang sebelumnya sudah disiapkan. Tutup kembali lubang dengan tanah yang sudah dicampur dengan kompos.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/fakta-unik-cara-budidaya-labu-kuning\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Fakta Unik &amp; Cara Budidaya Labu Kuning<\/strong><\/a><\/p>\n<h3><b><\/b>Perawatan<\/h3>\n<p>Langkah selanjutnya yang paling menentukan dalam proses budidaya lada adalah perawatan yang baik dan konsisten. Ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan dalam kegiatan perawatan yakni:<\/p>\n<ul>\n<li><strong><b>Pembuatan Sulur. <\/b><\/strong>Siapkan bambu sebagai sulur (media rambat) bagi tanaman lada.<\/li>\n<li><strong><b>Penyiangan. <\/b><\/strong>Bersihkan tanaman dari tanaman gulma seperti rumput yang biasanya mulai muncul pada 2\u00a0minggu setelah awal penanaman.<\/li>\n<li><strong><b>Pemupukan. <\/b><\/strong>Lakukan pemupukan untuk menambah nutrisi tanaman yang dibutuhkan untuk berfotosintesis. Terlebih,\u00a0jika sudah mulai berbuah,\u00a0maka kebutuhan akan unsur hara semakin meningkat.<b><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<h3>Pemanenan<\/h3>\n<figure id=\"attachment_1366\" aria-describedby=\"caption-attachment-1366\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1366\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Buah-Lada-1.jpg\" alt=\"Buah Lada\" width=\"600\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1366\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: mediatani.co<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Tahapan terakhir yang paling ditunggu oleh petani atau pembudidaya tentunya adalah panen lada. Dalam tahapan ini Anda bisa menilai apakah rangkaian proses yang sebelumnya dilakukan berjalan efektif atau tidak. Berikut tahapannya:<\/p>\n<ul>\n<li>Pastikan lada sudah siap panen,ditandai warnanya hijau.<\/li>\n<li>Petik secara selektif dan sesering mungkin agar hasil panen seragam, tidak tercampur antara yang muda (belum matang) dengan yang tua (terlalu tua).<\/li>\n<li>Buah lada yang jatuh ke tanah harus segera diambil dan pisahkan dengan yang lain karena membutuhkan pemrosesan yang berbeda.<\/li>\n<li>Pastikan sarana yang digunakan untuk pemanenan bersih dan higienis agar kualitas lada terjaga.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Demikian informasi mengenai cara menanam lada, semoga bermanfaat bagi Anda yang akan memulai bisnis tanaman lada maupun bagi yang sudah menjalankannya namun hasilnya\u00a0belum optimal.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-menanam-cabai-untuk-pemula\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Hanya 5 Langkah Menanam Cabai untuk Pemula<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: agrokomplekskita.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Dhani Dwi Rachmanto<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum masuk ke pembahasan langkah-langkah membudidayakan\u00a0lada, penting untuk diketahui apa sebenarnya lada itu. Lada merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang sangat populer di dunia. Karena kepopulerannya,\u00a0negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1363,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[40,242],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Langkah-Sukses-Membudidayakan-Lada.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1360"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1360"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1360\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1369,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1360\/revisions\/1369"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1363"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}