{"id":13719,"date":"2020-10-17T08:32:02","date_gmt":"2020-10-17T01:32:02","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=13719"},"modified":"2020-10-21T17:43:45","modified_gmt":"2020-10-21T10:43:45","slug":"penanganan-pasca-panen-kubis-guna-menjaga-kualitas-layak-ekspor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penanganan-pasca-panen-kubis-guna-menjaga-kualitas-layak-ekspor\/","title":{"rendered":"Penanganan Pasca Panen Kubis Guna Menjaga Kualitas Layak Ekspor"},"content":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai penanganan pasca panen kubis guna menjaga kualitas layak ekspor.<\/p>\n<h2>Pasca Panen<\/h2>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pengertian Kegiatan Pasca Panen<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_13587\" aria-describedby=\"caption-attachment-13587\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13587\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/cabbage-3722498_640-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/cabbage-3722498_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/cabbage-3722498_640.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13587\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ketahanan-pangan-saat-pandemi-dan-solusinya\/\">Ketahanan Pangan Saat Pandemi dan Solusinya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Secara umum, pasca panen dapat diartikan sebagai tindakan meliputi pemetikan hasil, pembersihan lahan, pengangkutan hasil, penyimpanan hingga pengemasan.<\/p>\n<p>Tujuan utama dari pasca panen adalah guna menghasilkan panen sesuai standar nasioal yang berlaku.<\/p>\n<p>Tindakan pasca panen ini bertujuan untuk meminimalisir hasil yang kurang memuaskan pada periode tanam selanjutnya.<\/p>\n<p>Panen merupakan tindakan akhir dari sebuah proses penamaman. Namun di sisi lain, panen dapat dikatakan sebagai permulaan dari kegiatan pasca panen.<\/p>\n<p>Panen adalah kegiatan pemungutan atau pemetikan hasil bumi.<\/p>\n<p>Pemanenan dapat dilakukan dengan teknik apa saja dan dengan bantuan alat apa saja, yang penting adalah mengarah pada pencapaian hasil bumi.<\/p>\n<p>Arti dari pasca panen adalah sebuah tindakan yang dimulai dengan pemungutan hasil bumi lalu kemudian diolah dengan cara tertentu hingga sampai tahap siap dipasarkan.<\/p>\n<p>Tindakan pasca panen bisa dimaknai dengan memproses hasil panen mulai dari proses perontokan, pengeringan, penyimpanan hingga pemasaran.<\/p>\n<p>Dalam pasca panen juga harus ada tindakan-tindakan yang diperlukan yaitu penanganan pasca panen.<br \/>\nPenanganan pasca panen merupakan sebuah tindakan lanjutan dari pasca panen.<\/p>\n<p>Penanganan pasca panen adalah tindakan pengolahan hasil panen dengan tujuan akhir untuk dipasarkan kepada konsumen.<\/p>\n<p>Penanganan pasca panen bertujuan untuk menghasilkan produk yang aman dan siap dikonsumsi.<\/p>\n<p>Pengolahan produk bisa dilakukan oleh industri maupun perorangan yang tetap mengedepankan keamanan produk.<\/p>\n<p>Penanganan pasca panen dimaksudkan untuk menjaga hasil panen dan lahan tetap terjaga kondisinya.<\/p>\n<p>Teknik penanganan sesuai prosedur akan membuat lahan tetap menjadi produktif hingga masa tanam berikutnya.<\/p>\n<p>Alhasil pada penanaman periode berikutnya hasil yang didapat sesuai dengan harapan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penanganan Pasca Panen Kubis<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_13591\" aria-describedby=\"caption-attachment-13591\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13591\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/white-cabbage-2770028_640-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/white-cabbage-2770028_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/white-cabbage-2770028_640.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13591\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/dampak-buruk-jika-terjadi-krisis-pangan-di-suatu-negara\/\">Dampak Buruk Jika Terjadi Krisis Pangan Di Suatu Negara<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Kubis (<em>Brassica oleracea<\/em>) atau yang memiliki nama lokal kol.<\/p>\n<p>Kubis atau kobis bulat merupakan tanaman semusim atau dua musim yang termasuk famili <em>Brassicaceae<\/em>\u00a0 (Sumpena(kubis ini berbentuk krop bulat dan kompak.<\/p>\n<p>Ukuran daun kecil sampai sedang, emmpunyai daun luar berwarna hijau muda, memiliki teras atau hati keil dan mempunyai batang pendek. Kubis memiliki ciri khas membentuk krop.<\/p>\n<p>Tanaman kubis dapat dipetik kropnya setelah besar, padat dan umur berkisar antara 3 &#8211; 4 bulan setelah penyebaran benih.<\/p>\n<p>Hasil yang didapat rata-rata untuk kubis telur 20 &#8211; 60 ton\/ha dan kubis bunga 10 -15 ton\/ha.<\/p>\n<p>Pemungutan hasil jangan sampai terlambat, karena kropnya akan pecah (retak), kadang-kadang akan menjadi busuk.<\/p>\n<p>Sedangkan untuk kubis bunga, jika terlambat bunganya akan pecah dan keluar tangkai bunga, hingga mutunya menjadi rendah<\/p>\n<p>&#8211; Kubis dipanen setelah berumur 81- 105 hari<br \/>\n&#8211; Ciri-ciri kubis siap panen bila tepi daun krop terluar pada bagian atas krop sudah melengkung ke luar dan berwarna agak ungu, krop bagian dalam sudah padat.<br \/>\n&#8211; Pada saat panen diikursertakan dua helai daun hijau untuk melindungi krop<br \/>\n&#8211; Jangan sampai terjadi memar atau luka<br \/>\n&#8211; Amati penyakit Busuk Lunak (Erwinia carotovora) dan Busuk Hitam (Xanthomonas camprestris)<br \/>\n&#8211; Daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang.<\/p>\n<p>Panen merupakan pekerjaan akhir dari budidaya tanaman (bercocok tanam),tapi merupakan awal dari pekerjaan pascapanen, yaitu melakukaan persiapan untuk penyimpanan dan pemasaran.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai penanganan pasca panen kubis guna menjaga kualitas layak ekspor. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produk-olahan-kelapa-yang-diekspor-dimasa-pandemi\/\">Produk Olahan Kelapa Yang Diekspor Dimasa Pandemi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber : <strong>Kompas.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"at-below-post addthis_tool\" data-url=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ketahanan-pangan-saat-pandemi-dan-solusinya\/\"><\/div>\n<div class=\"code-block code-block-2\"><\/div>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai penanganan pasca panen kubis guna menjaga kualitas layak ekspor. Pasca Panen Pengertian Kegiatan Pasca Panen Baca Juga :\u00a0Ketahanan Pangan Saat Pandemi dan Solusinya&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13595,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234],"tags":[65,414,2358],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/white-cabbage-2770028_640-2.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13719"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13719"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13795,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13719\/revisions\/13795"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13595"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}