{"id":13723,"date":"2023-11-22T01:03:48","date_gmt":"2023-11-21T18:03:48","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=13723"},"modified":"2023-11-22T08:59:10","modified_gmt":"2023-11-22T01:59:10","slug":"perbedaan-antara-kopi-arabika-dan-kopi-robusta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/perbedaan-antara-kopi-arabika-dan-kopi-robusta\/","title":{"rendered":"Perbedaan Antara Kopi Arabika Dan Kopi Robusta"},"content":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai perbedaan kopi arabika dan kopi robusta.<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Kopi Arabika Dan Kopi Robusta<\/span><\/h2>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Sejarah Kopi<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_13725\" aria-describedby=\"caption-attachment-13725\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13725\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/coffee-171653_640-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/coffee-171653_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/coffee-171653_640.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13725\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/syarat-dan-ketentuan-bagi-eksportir\/\">Syarat Dan Ketentuan Bagi Eksportir<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Minuman kopi sudah menjadi salah satu minuman yang paling digemari dan dicari di dunia. Identik dengan rasa pahit yang justru menjadi candu bagi kebanyakan orang.<\/p>\n<p>Seiring dengan berjalannya waktu dan pesat nya penyebaran biji kopi ke pelosok penjuru dunia.<\/p>\n<p>Tradisi meminum kopi yang berasal dari dunia barat pun akhirnya diadaptasi oleh masyarakat di Indonesia.<\/p>\n<p>Permintaan kopi indonesia dari waktu ke waktu terus meningkat karena seperti kopi robusta mempunyai keunggulan bentuk yang cukup kuat.<\/p>\n<p>Serta kopi Arabika mempunyai karekteristik cita rasa (acidity, aroma, flavour) yang unik dan ekselen.<\/p>\n<p>Kopi mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1696 pada saat Walikota Amsterdam, Nicholas Witsen.<\/p>\n<p>Memerintahkan komandan pasukan Belanda di Pantai Malabar, Adrian Van Ommen untuk membawa biji kopi ke Batavia.<\/p>\n<p>Kopi Arabika pertama tama ditanam dan dikembangkan di daerah timur Jatinegara yang kini lebih dikenal dengan nama Pondok Kopi.<\/p>\n<p>Tak lama setelah itu kopi menjadi komoditi dagang utama VOC.Kopi Jawa pada saat itu sangat terkenal di Eropa sehingga orang Eropa menyebut secangkir kopi adalah secangkir Jawa.<\/p>\n<p>Di Negara \u2013 negara barat, meminum kopi di pagi hari bahkan sudah menjadi semacam ritual dan budaya. Tidak lengkap rasanya apabila memulai aktifitas tanpa menyeruput secangkir kopi.<\/p>\n<p>Bahkan di Amerika, kopi menjadi minuman tradisional bagi rakyatnya. Kopi menjadi menu untuk minuman pagi, sore, dan malam hari.<\/p>\n<p>Kebiasaan meminum kopi pun meyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_13726\" aria-describedby=\"caption-attachment-13726\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13726\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/black-coffee-1867753_640-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/black-coffee-1867753_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/black-coffee-1867753_640.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13726\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penanganan-pasca-panen-kubis-guna-menjaga-kualitas-layak-ekspor\/\">Penanganan Pasca Panen Kubis Guna Menjaga Kualitas Layak Ekspor<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Berikut 5 perbedaan kopi arabika dan robusta.<\/p>\n<h6>1. Lokasi tanam<\/h6>\n<p>Tanaman kopi arabika tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 mdpl. Kawasan ini terbilang dataran tinggi dengan suhu yang sejuk antara 16-20 derajat Celsius.<\/p>\n<p>Jika jenis kopi arabika ditanam di dataran kurang dari 700 mdpl maka tanaman akan lebih rentan terkena penyakit daun karat atau Hemileia Vastatrix (HV). Ini menyebabkan tanaman tak tumbuh optimal.<\/p>\n<p>Sementara tanaman kopi robusta dapat tumbuh di daratan rendah yakni di bawah 700 mdpl.<\/p>\n<p>Meskipun biji kopi yang dihasilkan terbilang banyak tapi tanaman kopi robusta lebih rentan diserang serangga. Jenis kopi robusta berbuah pada suhu udara yang lebih hangat.<\/p>\n<h6>2. Bentuk biji<\/h6>\n<p>Bentuk biji kopi arabika dan robusta juga berbeda. Kopi arabika memiliki bentuk biji sedikit memanjang dan agak pipih. Biji arabika juga memiliki ukuran yang agak besar.<\/p>\n<p>Berbeda dengan biji kopi robusta yang bentuknya agak membulat dan terlihat padat. Ukurannya lebih kecil dibanding biji kopi arabika.<\/p>\n<p>Begitu juga dengan teksturnya yang lebih kasar dibandingkan biji kopi arabika yang halus.<\/p>\n<p>Bentuk dan struktur biji yang berbeda antara arabika dan robusta ini membuat dua jenis kopi ini memiliki teknik roasting yang berbeda.<\/p>\n<h6>3. Rasa dan aroma kopi<\/h6>\n<p>Kopi robusta dikenal memiliki aroma dan rasa yang kuat dan cenderung kasar. Namun kopi robusta punya rasa yang netral dan kurang bervariasi.<\/p>\n<p>Sebelum disangrai, biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan namun ketika sudah disangrai aromanya tak terlalu nikmat, demikian juga saat sudah diseduh.<\/p>\n<p>Tapi soal rasa, kopi robusta cocok buat pencinta kopi strong.<\/p>\n<p>Berbeda dengan kopi arabika. Kopi ini punya varian aroma dan rasa yang sangat variatif.<\/p>\n<p>Saat belum disangrai, biji kopi arabika mengeluarkan aroma segar seperti buah blueberry.<\/p>\n<p>Saat sudah disangrai, kopi arabika mengeluarkan semburat aroma wangi mulai dari bunga, buah hingga kacang-kacangan.<\/p>\n<p>Saat dicicip kopi arabika punya rasa yang tak kalah kaya, kandungan gula yang lebih tinggi pada kopi arabika menjadikan kopi ini terasa manis dan asam.<\/p>\n<p>Aroma dan rasa yang bervarian ini menjadikan kopi arabika disarankan untuk dinikmati secara original tanpa tambahan gula.<\/p>\n<p>Rasa dan aroma kopi arabika juga mendapat pengaruh dari tanaman di sekitarnya, misalnya di sekitar kebun kopi ada tanaman rempah maka kopi juga akan menghasilkan semburat rasa rempah.<\/p>\n<h6>4. Kadar kafein<\/h6>\n<p>Kopi arabika memiliki kandungan kafein di kisaran 0,9-1,4 persen. Jumlah kafein yang cenderung rendah ini membuat kopi arabika terasa lembut dan tidak pekat saat sudah diseduh.<\/p>\n<p>Kopi arabika juga terbilang nyaman di lambung jadi bagi yang memiliki masalah pada lambung, coba pilih jenis kopi arabika.<\/p>\n<p>Sementara kopi robusta mengandung kafein yang cukup tinggi. Kafein pada kopi robusta ada di kisaran 1,8-4 persen. Kafein yang nendang ini membuat kopi robusta memiliki rasa yang cenderung pahit.<\/p>\n<p>Kebanyakan penikmat kopi robusta adalah kalangan orang tua. Jenis kopi robusta juga banyak dijadikan kreasi sajian seperti kopi susu atau lainnya.<\/p>\n<h6>5. Harga<\/h6>\n<p>Kedua jenis kopi ini juga memiliki rentang harga yang berbeda. Kopi robusta biasa dibanderol dengan harga yang relatif stabil dan lebih murah daripada kopi arabika.<\/p>\n<p>Alasannya karena kopi robusta punya rasa yang cenderung sama.<\/p>\n<p>Kopi robusta lebih banyak dijual dalam bentuk bubuk siap seduh. Harganya saat ini berkisar Rp 23 ribu-Rp 25 ribu per 100 gram.<\/p>\n<p>Lain dengan arabika yang karakter rasanya lebih variatif.<\/p>\n<p>Semakin unik karakter rasa kopi arabika maka semakin mahal juga harganya, apalagi kalau ketersediaannya juga terbatas.<\/p>\n<p>Kopi arabika banyak diburu para pencinta kopi. Biasanya kopi ini dijual dalam bentuk biji, jadi ketika diseduh aroma dan rasanya masih fresh.<\/p>\n<p>Harga kopi arabika kemasan 100 gr dibanderol bervarian mulai Rp 31 ribu hingga Rp 39 ribu tergantung asal daerahnya.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai perbedaan kopi arabika dan robusta. semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ketahanan-pangan-saat-pandemi-dan-solusinya\/\">Ketahanan Pangan Saat Pandemi dan Solusinya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber : <strong>Liputan6.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai perbedaan kopi arabika dan kopi robusta. Kopi Arabika Dan Kopi Robusta Sejarah Kopi Baca Juga :\u00a0Syarat Dan Ketentuan Bagi Eksportir Minuman kopi sudah&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13727,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234],"tags":[2683,17,2684],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/coffee-1291656_6401.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13723"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13723"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13794,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13723\/revisions\/13794"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13727"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}