{"id":13729,"date":"2023-06-29T01:48:58","date_gmt":"2023-06-28T18:48:58","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=13729"},"modified":"2023-06-28T14:24:59","modified_gmt":"2023-06-28T07:24:59","slug":"mengenal-lebih-dekat-perbedaan-jagung-manis-dan-jagung-pakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-lebih-dekat-perbedaan-jagung-manis-dan-jagung-pakan\/","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dekat Perbedaan Jagung Manis Dan Jagung Pakan"},"content":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai mengenal lebih dekat perbedaan jagung manis dan jagung pangan.<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Jenis &#8211; Jenis Jagung<\/span><\/h2>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Apa Itu Jagung Manis dan Jagung Pakan<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_13434\" aria-describedby=\"caption-attachment-13434\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13434\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/corn-1605664_640-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/corn-1605664_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/corn-1605664_640.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13434\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produk-olahan-kelapa-yang-diekspor-dimasa-pandemi\/\">Produk Olahan Kelapa Yang Diekspor Dimasa Pandemi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Menurut ahli biologi evolusi, jagung yang ada sekarang telah mengalami evolusi dari tanaman serealia primitif yang bijinya terbuka dan jumlahnya sedikit menjadi tanaman yang produktif.<\/p>\n<p>Biji banyak pada tongkol tertutup mempunyai nilai jual yang tinggi dan banyak ditanam sebagai bahan pangan.<\/p>\n<p>Nenek moyang tanaman jagung masih menjadi kontroversi, ada tiga teori yang mengatakan tana-man jagung berasal dari <em>pod corn<\/em>, kerabat liar jagung <em>tripsacum<\/em> dan <em>teosinte.<\/em><\/p>\n<p>Jagung termasuk kedalam famili <em>Poaceae<\/em> (Graminae) dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan, yaitu suku rumput-rumputan dengan genus <em>Zea <\/em>dan nama spesiesnya <em>Zea mays<\/em>.<\/p>\n<p>Persilangan antar spesies dan antar genus jagung meng-hasilkan vaietas atau kultivar baru. Tanaman jagung termasuk tanaman semusim <em>(annual). <\/em><\/p>\n<p>Susunan tubuh (morfologi) tanaman jagung terdiri atas akar, batang, daun, bunga, dan buah.<\/p>\n<p>Terdapat beberapa jenis tanaman jagung yang dapat ditanam di Indonesia, yaitu <em>dent corn<\/em> (jagung gigi kuda-<em>Zea mays<\/em> indentata) dan <em>flint corn <\/em>(jagung mu-tiara-<em>Zea mays <\/em>indurata).<\/p>\n<p>Jagung mutiara berbentuk bulat dan umumnya berwarna putih. Biji bagian luar keras dan licin karena terdiri dari pati keras.<\/p>\n<p>Jagung jenis lokal Indonesia umumnya adalah tipe jagung mutiara. Jenis jagung lain seperti <em>sweet corn <\/em>(jagung manis-<em>Zea mays <\/em>saccharata) dan <em>pop corn <\/em>(jagung berondong-<em>Zea mays <\/em>everta) mulai banyak dikenal oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Di beberapa daerah ter-dapat jagung ketan <em>waxy corn<\/em> (<em>Zea mays <\/em>ceratina) yang memiliki kandungan ami-lopektin lebih besar dalam endospermnya.<\/p>\n<p>Kandungan amilopektin yang tinggi menyebabkan rasa pulen pada jagung<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Perbedaan Jagung Manis Dengan Jagung Pangan<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_13403\" aria-describedby=\"caption-attachment-13403\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13403\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/pop-corn-785074_640-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/pop-corn-785074_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/pop-corn-785074_640.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13403\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/dampak-buruk-jika-terjadi-krisis-pangan-di-suatu-negara\/\">Dampak Buruk Jika Terjadi Krisis Pangan Di Suatu Negara<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Pebedaan yang terlihat dari jagung manis dan jagung biasa antara lain<\/p>\n<ul>\n<li>Jagung manis merupakan tanaman hortikultur karena menjadi hidangan bersama makanan utama (disayuran), jagung biasa atau pakan masuk kedalam komoditi pangan.<\/li>\n<li>Jagung manis memiliki tinggi yang lebih pendek dibanding jagung biasa<\/li>\n<li>Panen jagung manis lebih cepat dibandingkan jagung biasa, untuk jagung manis kurang lebih hanya 72 hari sedangkan jagung biasa sebesar 90 hari atau kurang lebih 3 bulan<\/li>\n<li>Rambut jagung manis biasanya berwarna putih sedangkan jagung biasa berwarna coklat<\/li>\n<li>Bunga jantan jagung manis biasnya berwarna putih sedangkan jagung biasa berwarna kuning kecoklatan<\/li>\n<li>Kandungan gula pada jagung manis yang banyak dalam endosperm pada proses pematangan menyebabkan biji jagung menjadi keriput sedangkan jagung pakan biji tidak keriput<\/li>\n<li>Tongkol jagung manis lebih kecil dibandingkan jagung biasa<\/li>\n<\/ul>\n<p>Biasanya, bila jagung manis ditanam di dataran tinggi maka rasanya sudah tidak manis lagi, hanya bentuk fisiknya yang terlihat besar dan kelobot yang tebal, karena suhu mempengaruhi tumbuhnya tanaman jagung manis.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai mengenal lebih dekat perbedaan jagung manis dan jagung pakan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produk-olahan-kelapa-yang-diekspor-dimasa-pandemi\/\">Produk Olahan Kelapa Yang Diekspor Dimasa Pandemi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber : <strong>Kompas.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai mengenal lebih dekat perbedaan jagung manis dan jagung pangan. Jenis &#8211; Jenis Jagung Apa Itu Jagung Manis dan Jagung Pakan Baca Juga :\u00a0Produk&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13713,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1420],"tags":[638,14,2684],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/corn-field-440338_640.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13729"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13729"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13729\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13792,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13729\/revisions\/13792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}