{"id":13738,"date":"2020-10-19T18:31:50","date_gmt":"2020-10-19T11:31:50","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=13738"},"modified":"2020-10-21T17:31:02","modified_gmt":"2020-10-21T10:31:02","slug":"penyebab-sektor-pertanian-indonesia-tertinggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penyebab-sektor-pertanian-indonesia-tertinggal\/","title":{"rendered":"Penyebab Sektor Pertanian Indonesia Tertinggal"},"content":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai penyebab sektor pertanian indonesia tertinggal.<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pertanian Indonesia<\/span><\/h2>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Sektor Pertanian Saat Ini.<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_13714\" aria-describedby=\"caption-attachment-13714\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13714\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/rice-1514141_640-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/rice-1514141_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/rice-1514141_640.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13714\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/dampak-buruk-jika-terjadi-krisis-pangan-di-suatu-negara\/\">Dampak Buruk Jika Terjadi Krisis Pangan Di Suatu Negara<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020.<\/p>\n<p>Yang mengalami penurunan sebesar 4,19 persen (Q to Q) dan secara year on year (yoy) turun 5,32 persen.<\/p>\n<p>Selain sektor pertanian, sektor lain yang mencatatkan pertumbuhan positif, yakni informasi dan komunikasi sebesar 3,44 persen dan pengadaan air 1,28 persen.<\/p>\n<p>Pertumbuhan PDB sektor pertanian bisa mencapai 2,19 persen yoy pada kuartal II\/2020 tersebut karena ditopang subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 9,23 persen.<\/p>\n<p>Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang sebenarnya tidak terdampak oleh pandemi Corona.<\/p>\n<p>Hal ini tentu juga ditopang oleh keberpihakan pemerintah yang terus menyalurkan bantuan dan pendampingan kepada petani.<\/p>\n<p>Upaya peningkatan produksi terus dilakukan Kementerian Pertanian, salah satunya saat ini ada fasilitas KUR. Petani tidak lagi dimanjakan dengan bantuan, tapi sudah mengarah ke sesuatu yang mandiri.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penyebab Sektor Pertanian Tertinggal<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_13681\" aria-describedby=\"caption-attachment-13681\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13681\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/terraces-5568679_640-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/terraces-5568679_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/terraces-5568679_640.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13681\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produk-olahan-kelapa-yang-diekspor-dimasa-pandemi\/\">Produk Olahan Kelapa Yang Diekspor Dimasa Pandemi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Kondisi sektor pertanian Indonesia menurun disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi masalah tersebut DPR mengajukan usulan kepada pemerintah agar lebih fokus ke sektor pertanian, sebagai salah satu cara untuk mendongkrak ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Sektor pertanian sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, akan tetapi Indonesia yang terkenal dengan sebutan negara agraris justru banyak melakukan impor kebutuhan pangan dari Negara lain.<\/p>\n<h6>Apa yang menyebabkan kondisi Pertanian di Indonesia tidak bisa maju seperti Negara Taiwan, Thailand, Jepang, dan Malaysia, berikut beberapa faktor penyebabnya:<\/h6>\n<p><strong>1.<\/strong> Pola pikir masyarakat yang keliru terutama kaum terdidik mengenai pekerjaan dibidang pertaanian.<\/p>\n<p>banyak sekali terutama mahasiswa yang enggan bekerja sebagai <a href=\"https:\/\/ringtimesbanyuwangi.pikiran-rakyat.com\/tag\/petani\">petani<\/a> maupun yang berkaitan dengan <a href=\"https:\/\/ringtimesbanyuwangi.pikiran-rakyat.com\/tag\/pertanian\">pertanian<\/a> dikarenakan anggapan miring mengenai pekerjaan tersebut.<\/p>\n<p><strong>2.<\/strong> Kapasitas produksi <a href=\"https:\/\/ringtimesbanyuwangi.pikiran-rakyat.com\/tag\/pertanian\">pertanian<\/a> kurang diimbangi dengan usaha pemberdayaan bagi petani.<\/p>\n<p>Hingga saat ini petani masih menggunakan metode-metode tradisional sehingga hasil produksi terkadang belum maksimal.<\/p>\n<p>Untuk itu pemberdayaan petani dibutuhkan sebagai usaha peningkatan kualitas petani Indonesia.<\/p>\n<p><strong>3.<\/strong> Pemerintah Indonesia masih memilliki mindset politik anggaran ketergantungan konsumsi dari pada kecenderungan produksi di segala sector.<\/p>\n<p>Dengan kata lain pemerintah masih menggantungan kebijakan pangan pada kemampuan impor.<\/p>\n<p><strong>4.<\/strong> Kurangnya usaha mendongkrak pangan nasional seperti menciptakan varietas unggul, metode budaya, maupun penanganan hama.<\/p>\n<p>Selain itu, kurangnya inovasi dalam melakukan terobosan dengan menjaga laus tanam bulanan padi.<\/p>\n<p><strong>5.<\/strong> Kebijakan harga (pricing policy) terutama produk pangan beras kurang diterapkan di Indonesia yang menyebabkan petani banyak merugi ketika hasil panen didapatkan.<\/p>\n<p><strong>6.<\/strong> Pemerintah kurang peduli terkait soal-soal teknis seperti irigasi, bibit, maupun pupuk.<\/p>\n<p>Tidak seperti di Negara-negara Asia lainnya di mana sektor <a href=\"https:\/\/ringtimesbanyuwangi.pikiran-rakyat.com\/tag\/pertanian\">pertanian<\/a> sangat didukung oleh pemerintah.<\/p>\n<p>Di Indonesia masalah teknis berterkait dengan hal tersebut masih dilakukan sendiri oleh masyarakat sehingga apabila terjadi kesulitan mengenai hal itu, masyarakat tidak mendapatkan solusi.<\/p>\n<p>Dimasa pandemi seperti saat ini membuat sektor ekonomi mengalami penurunan.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan sektor pertanian dan sumber daya alam Indonesia<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai penyebab sektor pertanian indonesia tertinggal. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/syarat-dan-ketentuan-bagi-eksportir\/\">Syarat Dan Ketentuan Bagi Eksportir<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber : <strong>Liputan 6.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai penyebab sektor pertanian indonesia tertinggal. Pertanian Indonesia Sektor Pertanian Saat Ini. Baca Juga :\u00a0Dampak Buruk Jika Terjadi Krisis Pangan Di Suatu Negara Badan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13615,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234],"tags":[2688,2687,881],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/agriculture-1807581_640.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13738"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13738"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13738\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13788,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13738\/revisions\/13788"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}