{"id":1376,"date":"2023-01-24T01:30:00","date_gmt":"2023-01-23T18:30:00","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1376"},"modified":"2023-01-24T08:58:28","modified_gmt":"2023-01-24T01:58:28","slug":"media-tanam-budidaya-jamur-kuping","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/media-tanam-budidaya-jamur-kuping\/","title":{"rendered":"Tahap-Tahap Menyiapkan Media Tanam Budidaya Jamur Kuping"},"content":{"rendered":"<p>Budidaya jamur kuping\u00a0menjadi salah satu usaha yang prospeknya cerah untuk sekarang dan masa depan. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari pangsa pasarnya yang tinggi. Terutama di wilayah Asia dimana beberapa negara cukup tinggi permintaan akan jamur kupingnya, seperti Hongkong dan Tiongkok. Khususnya jamur kuping kering yang lebih tahan lama dan masih bisa dikonsumsi.<\/p>\n<p>Dengan kondisi seperti itu, peluang untuk membudidayakannya agar bisa mendapatkan keuntungan ekonomi yang tinggi masih terbuka lebar. Anda sekalian dipersilakan untuk menggelutinya dengan cara-cara yang direkomendasikan.<\/p>\n<p>Sebenarnya, budidaya jamur kuping\u00a0gampang-gampung sulit untuk dilakukan. Lebih banyak mudahnya daripada sulitnya\u00a0asalkan Anda memperhatikan beragam tips cara membudidayakannya. Terutama dalam mempersiapkan media tanamnya yang tidak boleh sembarangan. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam proses menyiapkan media tanam jamur kuping\u00a0adalah sebagai berikut.<\/p>\n<h2>Pemilihan serbuk kayu<\/h2>\n<p>Bahan utama media tanam budidaya jamur kuping\u00a0adalah serbuk kayu. Maka dari itu, harus dipilih serbuk kayu yang bagus dan direkomendasikan karena sangat mempengaruhi perkembangan tanaman jamur kuping nantinya.<\/p>\n<p>Sebenarnya, hampir semua serbuk kayu bisa digunakan sebagai media tanam jamur kuping. Akan tetapi, ada beberapa serbuk kayu dari pohon tertentu yang kurang baik dan seharusnya dihindari. Pinus, kayu jati, dan serbuk kayu lainnya banyak mengandung pengawet alami. Zat tersebut bisa menghambat pertumbuhan jamur kuping.<\/p>\n<p>Sementara itu, serbuk kayu yang sangat direkomendasikan adalah dari kayu sengon. Kayu sengon tidak mengandung banyak getah, sedikit bahan pengawet alami, mudah menyerap air sehingga juga mudah lapuk. Pohonnya masih banyak ditanam sehingga mudah mendapatkan serbuk kayunya.<\/p>\n<h2>Pengayakan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_1378\" aria-describedby=\"caption-attachment-1378\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1378 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Proses-pengayakan-media-tanam-budidaya-jamur-kuping.jpg\" alt=\"Proses pengayakan media tanam budidaya jamur kuping\" width=\"650\" height=\"406\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1378\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: kabartani.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah serbuk kayu didapatkan, langkah berikutnya adalah mengayaknya. Tujuannya adalah menyaring serbuk kayu tersebut agar ukurannya sama, serta tidak ada kotoran atau benda-benda padat lainnya. Untuk mengayak serbuk kayu, sediakan terlebih dulu ayakan dengan ukuran lubang sekitar 0,5 cm x 0,5 cm. Anda bisa membuat sendiri ayakannya dengan membeli kawat berongga dengan ukuran tersebut\u00a0di toko bahan material.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-budidaya-bawang-merah-di-lahan-kering\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Cara Efektif Budidaya Bawang Merah di Lahan Kering<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Pencampuran<\/h2>\n<p>Apa itu proses pencampuran? Perlu Anda ketahui bahwa kayu yang nantinya dijadikan sebagai media tanam budidaya jamur kuping\u00a0tidak berdiri sendiri. Setelah serbuk kayunya diayak, selanjutnya akan dicampur dengan beberapa bahan.<\/p>\n<p>Bahan yang dicampurkan tersebut bertujuan untuk menambah nutrisi bagi tanaman jamur kuping agar pertumbuhannya maksimal. Beberapa bahan yang dimaksud\u00a0seperti bekatul, dolomit, gibs, urea, TSP, dan air. Tentu saja tidak boleh sembarangan mencampur semua bahannya karena disesuaikan dengan kebutuhan saat menanam jamur kuping.<\/p>\n<h2>Fermentasi (pengomposan)<\/h2>\n<p>Setelah serbuk kayu dan semua bahan dicampur secara merata dan sesuai kebutuhan, proses selanjutnya adalah pengomposan. Dalam arti, semua bahan tersebut difermentasi dengan diberikan tambahan bakteri dekomposer sebagai pengurainya. Dengan begitu, bahan-bahan yang sudah dicampur akan terurai dan mudah diserap oleh tanaman.<\/p>\n<p>Tujuan lain dari proses fermentasi ini\u00a0yaitu mengurangi senyawa atau organisme yang bisa menyebabkan kontaminasi. Dalam melakukan pengomposannya, semua bahan ditumpuk dalam sebuah wadah besar sekitar ketinggian 1 meter. Lalu, bagian atasnya ditutup rapat dengan plastik atau terpal. Diamkan selama 3 \u2013 7 hari hingga warnanya gelap\u00a0dan berbau khas pupuk kompos.<\/p>\n<h2>Pewadahan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_1379\" aria-describedby=\"caption-attachment-1379\" style=\"width: 649px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1379\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Proses-pewadahan-media-tanam-budidaya-jamur-kuping.jpg\" alt=\"Proses pewadahan media tanam budidaya jamur kuping\" width=\"649\" height=\"276\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1379\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: kabartani.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah melewati masa pengomposan, media tanam siap untuk proses berikutnya, yaitu pewadahan. Dalam arti, serbuk kayu yang sudah dicampur dengan bahan-bahan lainnya dan difermentasi,\u00a0dimasukkan ke dalam wadah kantong plastik atau biasa disebut baglog.\u00a0Harus dipilih kantong plastik yang tahan panas, yaitu jenis polipropilena. Ketebalan plastiknya minimal 0,003 mm. Selain itu, ukuran kantong plastiknya 20 cm x 30 cm.<\/p>\n<p>Selanjutnya, semua bahan dimasukkan atau diisi ke dalam baglog sebanyak \u00be bagian, lalu dipadatkan dengan cara manual atau memakai mesin. Bagian ujung plastiknya dilipat dan diikat karet gelang. Untuk membentuk leher botol, diberikan bundaran berbentuk cincin lalu ditutup dengan kapas.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-pembibitan-pisang-murah-sederhana\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Inilah Cara Pembibitan Pisang yang Murah dan Sederhana<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Sterilisasi<\/h2>\n<p>Semua baglog yang sudah diisi dengan serbuk kayu dan semua bahan lainnya sudah siap ditanami bibit jamur kuping. Namun demikian, bukan tidak mungkin baglog-nya masih terkontaminasi bibit atau hama penyakit. Oleh karena itu, perlu dilakukan sterilisasi terlebih dulu pada semua baglog tersebut.<\/p>\n<p>Sterilisasi dilakukan dengan cara dikukus. Anda pun bisa membuat alatnya sendiri dengan menyiapkan sebuah drum yang didesain seperti panci penanak nasi. Pada bagian bawahnya, diberi air secukupnya, lalu disekat dengan media seng atau logam sejenis yang dilubangi kecil-kecil. Lalu, satu demi satu baglog dimasukkan dan disusun rapi ke dalamnya dan ditutup rapat. Drum berisi baglog tersebut lalu dipanasi hingga temperatur mencapai 90<sup>0<\/sup>\u00a0C selama kurang lebih 8 jam.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1380\" aria-describedby=\"caption-attachment-1380\" style=\"width: 649px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1380\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Proses-sterilisasi-media-tanam-budidaya-jamur-kuping.jpg\" alt=\"Proses sterilisasi media tanam budidaya jamur kuping\" width=\"649\" height=\"390\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1380\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: kabartani.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Pendinginan<\/h2>\n<p>Inilah proses terakhir sebelum bibit jamur kuping ditanam ke dalam baglog. Setelah disterilkan, baglog dalam kondisi panas tersebut perlu didinginkan secara alami.<\/p>\n<p>Angkat baglog yang sudah disterilkan dan letakkan di\u00a0tempat yang mempunyai sirkulasi udara yang mencukupi. Jika perlu, bisa dibantu dengan kipas angin karena jumlah baglognya cukup banyak. Jangan lupa, tempatnya juga harus steril dan bersih. Diamkan baglog selama 1 \u2013 3 hari hingga benar-benar dingin. Selanjutnya, proses pembibitan jamur kuping bisa dilakukan.<\/p>\n<p>Itulah proses dan tahapan menyiapkan media tanam dalam budidaya jamur kuping. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membesarkan-ikan-mas-rajadanu\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Cara Membesarkan Ikan Mas Rajadanu di Sawah<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Arifin Totok<\/strong><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budidaya jamur kuping\u00a0menjadi salah satu usaha yang prospeknya cerah untuk sekarang dan masa depan. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari pangsa pasarnya yang tinggi. Terutama di wilayah Asia dimana beberapa&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1377,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[244,245,246],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Tahap-Tahap-Menyiapkan-Media-Tanam-Budidaya-Jamur-Kuping.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1376"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1376"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1376\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1381,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1376\/revisions\/1381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}