{"id":14079,"date":"2020-12-03T16:13:33","date_gmt":"2020-12-03T09:13:33","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14079"},"modified":"2020-12-03T16:13:33","modified_gmt":"2020-12-03T09:13:33","slug":"mengenal-lebih-dalam-dengan-kantong-semar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-lebih-dalam-dengan-kantong-semar\/","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dalam Dengan Kantong Semar"},"content":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai pemakan serangga si kantong semar dengan berbagai keunikannya<\/p>\n<h2>Kantong Semar<\/h2>\n<p>Kantong semar adalah tanaman yang cukup terkenal karena keunikannya. Tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman karnivora karena ia hidup dengan memakan serangga atau hewan kecil yang lain.<\/p>\n<p>Para peneliti dari National Institute For Basic Biology mengungkapkan keunikan tanaman kaktus kantong semar pada tahun 2017 dan disebarkan di Nature Ecology and Evolution.<\/p>\n<p>Hal yang menarik yaitu dimana tanaman ini berasal dari Amerika, Australia, serta Asia berevolusi secara terpisah dengan yang lainnya. Namun kantong semar memiliki tahap evolusi yang mirip dalam membunuhnya serangga.<\/p>\n<figure id=\"attachment_14081\" aria-describedby=\"caption-attachment-14081\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-14081\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/nature-3640141_640-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/nature-3640141_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/nature-3640141_640.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14081\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/keunikan-olahan-berbahan-dasar-kacang-hijau-yang-sehat\/\">Keunikan Olahan Berbahan Dasar Kacang Hijau yang Sehat<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Keunikan Kantong Semar<\/span><\/h4>\n<p>Pada umumnya keunikan dari tanaman ini ialah bentuk dari kantong itu sendiri. Dimana kantong tersebut berfungsi untuk menangkap serangga seperti semut, lalat, dan lainnya.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, tanaman ini merupakan ujung daun yang fungsi dan bentuknya berbeda untuk menangkap serangga dan hewan kecil lainnya.<\/p>\n<p>Perangkap kantong tersebut menjadi salah satu cara tanaman ini untuk bertahan hidup serta melindungi diri dari ancaman serangga luar.<\/p>\n<p>Tanaman ini bisa hidup di hujan tropis pada dataran rendah, hutan meranggas, hutan gambut, gunung kapur, pegunungan serta padang savana.<\/p>\n<p>Sebagian besar tanaman ini hidup empifit, atau menempel di batang serta dahan pohon yang lain, dengan kepanjangan batang sekitar 10 m.<\/p>\n<p>Namun, berbeda dengan tanaman kantong semar yang tumbuh di Padang Savana. Dimana tanaman tersebut hidup secara terestrial atau tumbuh secara tegak dan panjang batang dibawah 2 m.<\/p>\n<p>Tanaman ini memiliki berbagai bentuk yaitu panjang langsing, berbentuk kendi, serta gendut seperti periuk. Adapun beberapa warna tanaman ini ialah hijau polos, putih bercak merah, merah bersemburat serta kuning kemerahan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Proses Evolusi Kantong Semar<\/span><\/h4>\n<p>Mengapa kantong membunuh serangga? Pada umumnya tanaman kantong semar hidup di habitat miskin serta menghasilkan karbon.<\/p>\n<p>Habitat tersebut tidak mendukung pertumbuhannya karena tanaman ini kekurangan fosfor serta nitrogen yang bertindak seperti pupuk.<\/p>\n<p>Habitat yang miskin nutrisi ini menekan tanaman ini untuk berevolusi mengkonsumsi serangga di sekitarnya untuk bertahan hidup.<\/p>\n<p>Karena serangga memiliki kandungan asam nukleat serta protein untuk menyuplai nutrisi pada kantong semar.<\/p>\n<p>Pada kondisi tersebutlah kantong semar berevolusi dengan cara yang berbeda, yakni mendapatkan nutrien dengan mengembangkan teknik dan cara yang unik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_14080\" aria-describedby=\"caption-attachment-14080\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-14080\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/IDNtimescom-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/IDNtimescom-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/IDNtimescom.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14080\" class=\"wp-caption-text\">IDNtimes.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/keunikan-cara-menanam-tembakau-srintil-di-desa-legoksari\/\">Keunikan Cara Menanam Tembakau Srintil di Desa Legoksari<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Proses evolusi yang dirasakan oleh tanaman ini juga cukup panjang. Secara anatomi tanaman ini memiliki cara unik dalam berkembang serta mendukung kemampuannya untuk menjebak serta mencerna serangga yang ditangkapnya.<\/p>\n<p>Kantong khusus pada tanaman ini bertekstur sangat licin karena dilapisi oleh beberapa lapisan lilin untuk menyalinkan serangga yang ingin pergi dari perangkapan kantong ini.<\/p>\n<p>Selain itu, tanaman ini memiliki jebakan khusus untuk menutup serangga ketika sudah terperangkap dalam kantong.<\/p>\n<p>Tanaman ini\u00a0 juga berevolusi untuk menciptakan cairan khusus yang memiliki kandungan chitinase di dasar kantongnya. Sehingga mampu mencerna daging serangga serta kerangka keras sekalipun.<\/p>\n<p>Hal menarik lainnya ialah kemampuan menangkap dan memakan serangga pada kantong ini baru bisa dirasakan setelah melewati proses evolusi hingga\u00a0 60-125 juta tahun.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah beberapa sisi lain yang unik dari kantong semar\u00a0 yang harus ketahui. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tanaman-hias-yang-sedang-hits-saat-ini\/\">Mengenal Tanaman Hias Yang Sedang Hits Saat Pandemi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber: <strong>Kompasiana.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai pemakan serangga si kantong semar dengan berbagai keunikannya Kantong Semar Kantong semar adalah tanaman yang cukup terkenal karena keunikannya. Tanaman ini juga dikenal&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14082,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4],"tags":[2388,2749,2750],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/nepenthes-599856_1280.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14079"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14079"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14079\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14083,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14079\/revisions\/14083"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}