{"id":14134,"date":"2023-12-16T01:04:01","date_gmt":"2023-12-15T18:04:01","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14134"},"modified":"2023-12-16T11:37:23","modified_gmt":"2023-12-16T04:37:23","slug":"mengenal-bagan-warna-daun-bwd-untuk-padi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-bagan-warna-daun-bwd-untuk-padi\/","title":{"rendered":"Mengenal Bagan Warna Daun (BWD) Untuk Padi"},"content":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani DIgital mengenai penggunaan Bagan Warna Daun (BWD) untuk padi.<\/p>\n<h2>Kebutuhan Pupuk Untuk Padi<\/h2>\n<figure id=\"attachment_12003\" aria-describedby=\"caption-attachment-12003\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12003\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/padi-300x200.jpg\" alt=\"gambar-padi\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/padi-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/padi-768x512.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/padi.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12003\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bagaimana-cara-yang-tepat-memilih-benih-padi-yang-unggul\/\">Bagaimana Cara Yang Tepat Memilih Benih Padi Yang Unggul<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Beras merupakan bahan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia, tentunya menjamin ketersediaan beras merupakan hal yang penting.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, penting juga untuk mengetahui jenis-jenis pupuk untuk padi dan metode menggunakannya dengan tepat.<\/p>\n<p>Pupuk adalah bahan atau material yang ditambahkan pada lahan tanaman yang bertujuan untuk menunjang atau melengkapi hara yang dibutuhkan tanaman.<\/p>\n<p>Sebenarnya, di dalam tanah sudah tersedia unsur-unsur hara, namun seringkali unsur hara tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman, sehingga perlu ditambahkan pupuk.<\/p>\n<p>Nah, berapa dosis pupuk untuk memproduksi satu ton gabah? Menurut data dari litbang.pertanian.go.id, kebutuhan pupuk untuk setiap ton gabah yang diproduksi, tanaman padi membutuhkan :<\/p>\n<ol>\n<li>17,5 kg hara N (setara dengan 39 kg urea)<\/li>\n<li>3 kg hara P (setara dengan 3 kg SP-36)<\/li>\n<li>17 kg hara K (setara dengan 34 kg KCL)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Namun penting untuk diingat bahwa pengaplikasian pupuk anorganik bukan satu-satunya pilihan dalam pemupukan padi.<\/p>\n<p>Pemberian pupuk anorganik terus-menerus dapat berakibat buruk bagi lingkungan dan merusak struktur tanah sehingga pengaplikasiannya perlu diimbangi dengan pengaplikasian pupuk organik.<\/p>\n<p>Penggunaan pupuk organik sangat disarankan karena dapat mengembalikan struktur tanah dan meningkatkan kesuburan tanah. Tanaman padi membutuhkan hara N lebih banyak dibanding hara P dan K.<\/p>\n<p>Hara N ini berfungsi dalam menunjang perkembangan vegatatif, pembentukan anakan serta pembentukan klorofil yang penting<\/p>\n<p>Dalam proses fotosintesis dan asimilasi yang berakhir pada pembentukan pati untuk pertumbuhan dan pembentukan gabah.<\/p>\n<p>Unsur hara P berfungsi sebagai sumber tenaga yang berguna untuk memenuhi kualitas hidup tanaman seperti keserampakan tumbuh serta pematangan.<\/p>\n<p>Sementara itu hara K berperan sebagai komponen yang mendukung berlangsungnya reaksi enzim di dalam tanaman, hara K juga mempunyai kegunaan lain untuk memperbaiki rendemen gabah, resistensi terhadap penyakit tanaman dan kekeringan serta memperbaiki kualitas gabah.<\/p>\n<p>Sehingga untuk memproduksi gabah dengan kualitas dan kuantitas yang baik, unsur hara harus terpenuhi dengan lengkap.<\/p>\n<h2>Penggunaan Bagan Warna Daun (BWD)<\/h2>\n<figure id=\"attachment_14135\" aria-describedby=\"caption-attachment-14135\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-14135\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Menggunakan-BWD-300x180.jpeg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"271\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Menggunakan-BWD-300x180.jpeg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Menggunakan-BWD-768x462.jpeg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Menggunakan-BWD.jpeg 963w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14135\" class=\"wp-caption-text\">kangtani.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/apa-tujuan-utama-perluasan-areal-tanam-baru-patb-padi\/\">Apa Tujuan Utama Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Padi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Penggunaan BWD Untuk Menentukan Kebutuhan Unsur Nitrogen<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Penambahan hara dalam bentuk pupuk dapat dilakukan dengan memperhatikan fase tumbuh tanaman dan melihat tampilan visual tanaman.<\/p>\n<p>Salah satu metode yang digunakan dalam pemberian pupuk Urea pada tanaman padi adalah dengan mengawasi perubahan warna daun dengan alat yang bernama BWD (bagan warna daun).<\/p>\n<p>BWD ini berbentuk kartu yang memiliki warna dari hijau muda sampai hijau tua dan memiliki skala 1-4 atau 1-6.<\/p>\n<p><strong>Cara Menggunakan BWD<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Secara acak, ambil 15-20 rumpun contoh,<\/li>\n<li>Cocokkan warna daun dengan warna pada BWD,<\/li>\n<li>(Pada BWD berskala 4) jika rata-rata pengamatan warna daunnya berada di skala tiga atau dibawahnya, atau (pada BWD berskala 6) berada di skala empat atau lebih rendah, maka tanaman padi perlu diberi hara N secepatnya karena hal tersebut mengindikasikan kekurangan hara N. Namun jika diatasnya, tidak diperlukan penambahan hara N karena tanaman padi masih dapat memproleh hara N dari dalam tanah.<\/li>\n<li>Pengamatan menggunakan BWD dapat dilakukan sejak tanaman padi berumur 14 HST sampai 63 HST (fase berbunnga) setiap tujuh hari sekali.<\/li>\n<li>Jika terjadi defisiensi hara N, dosis Urea yang ditambahkan adalah 70 kg Urea\/ha.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi dalam penggunaan BWD untuk tanaman padi. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/peran-lumbung-padi-dalam-menjaga-ketahanan-pangan-di-suatu-daerah\/\">Peran Lumbung Padi Dalam Menjaga Ketahanan Pangan Daerah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber: <strong>Pertanianku.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani DIgital mengenai penggunaan Bagan Warna Daun (BWD) untuk padi. Kebutuhan Pupuk Untuk Padi Baca juga: Bagaimana Cara Yang Tepat Memilih Benih Padi Yang Unggul Beras&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14140,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4],"tags":[34,2768,46],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/rice-3740249_1280.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14134"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14134"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14136,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14134\/revisions\/14136"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}