{"id":14138,"date":"2024-01-10T01:19:03","date_gmt":"2024-01-09T18:19:03","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14138"},"modified":"2024-01-10T11:10:27","modified_gmt":"2024-01-10T04:10:27","slug":"bagaimana-dosis-pupuk-yang-baik-bagi-padi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bagaimana-dosis-pupuk-yang-baik-bagi-padi\/","title":{"rendered":"Bagaimana Dosis Pupuk yang Baik Bagi Padi ?"},"content":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai dosis pupuk yang baik bagi padi.<\/p>\n<h2>Pemupukan yang Baik<\/h2>\n<p>Terdapat beberapa lahan pertanian yang tidak membutuhkan pupuk karena sudah cukup subur, misalnya di sepanjang aliran sungai Rokan dan di daerah Kuala Kapuas.<\/p>\n<p>Namun, lahan yang seperti itu sangat jarang sehingga banyak lahan masih membutuhkan pupuk. Untuk tanaman padi sendiri, jenis pupuknya bermacam-macam, baik pupuk anorganik maupun organik.<\/p>\n<p>Untuk jenis pupuk anorganik yang biasa diaplikasikan pada padi antara lain pupuk nitrogen, pupuk phosphat, pupuk kalium serta pupuk yann mengndung unsur hara mikro.<\/p>\n<p>Sementara untuk pupuk organik terdiri atas pupuk kompos, pupuk kandang dan pupuk hijauan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_14142\" aria-describedby=\"caption-attachment-14142\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-14142\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/villagescom-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"267\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/villagescom-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/villagescom.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14142\" class=\"wp-caption-text\">8villages.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-pupuk-sp36-untuk-tanaman-padi-dan-dosis-menggunakannya\/\">Manfaat Pupuk SP36 untuk Tanaman Padi dan Dosis Menggunakannya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Dosis, Jenis Pupuk, dan Waktu Pemupukan Padi<\/span><\/h4>\n<p>Pengaplikasian pupuk sebaiknya dilakukan dengan terencana dan terjadwal sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.<\/p>\n<p>Pengaplikasian hara N atau pupuk Urea dilakukan tiga kali agar pengaplikasiannya lebih efisien.<\/p>\n<p>Sedangkan KCl diberikan dua kali agar pengisian gabah lebih baik, pengaplikasiannya sekali dilakukan bersamaan dengan pengaplikasian pupuk Urea pertama.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah dosis, jenis pupuk, dan waktu pemupukan untuk jenis padi hibrida :<\/p>\n<ol>\n<li>Pupuk susulan I : Diberikan saat tanaman padi berumur 7-10 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea, 100 kg pupuk SP-36 dan 50 kg pupuk KCl\/ha.<\/li>\n<li>Pupuk Susulan II : Diberikan saat tanaman padi berumur 21 HST, pupuk yang digunakan adalah pupuk Urea dengan dosis 150 kg\/ha.<\/li>\n<li>Pupuk susulan III : Diberikan saat tanaman padai berumur 42 HST, pupuk yang digunakan adalah 75 kg Urea dan 50 kg KCl\/ha.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dari jumlah pengaplikasian pupuk susulan yang diaplikasikan selama tiga kali seperti dijelaskan di atas, dalam satu hektar tanaman padi per satu musim tanam membutuhkan pupuk nitrogen, phosphor, dan kalium masing-masing sebagai berikut :<\/p>\n<ol>\n<li>Pupuk urea (nitrogen) untuk 1 ha tanaman padi : 300 kg.<\/li>\n<li>Pupuk SP-36\/TSP untuk 1 ha tanaman padi : 100 kg.<\/li>\n<li>Pupuk KCl untuk 1 ha tanaman padi : 100 kg<\/li>\n<li>Dosis keseluruhan untuk 1 ha tanaman padi : 400 kg.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pupuk yang dibutuhkan untuk budidaya padi seluas 1 ha tersebut bukanlah patokan dalm budidaya padi, pemupukan harus tetap disesuaikan dengan keadaan lahan dan kondisi tanaman.<\/p>\n<p>Semakin tinggi kesuburan tanaman padi, maka pupuk yang digunakan semakin sedikit dan kebalikannya.<\/p>\n<p>Sementara untuk pengaplikasian pupuk hara P dan K dihitung berdasarkan analisa tanah dengan melihat peta status hara P dan K.<\/p>\n<p>Umumnya, pupuk hara P dan K tidak harus diberikan setiap musim, hara P dapat diberikan empat musim sekali sedangkan hara K dapat diberikan enam musim sekali dikarenakan dari totoal pupuk P yang diaplikasikan, hanya \u00b120% yang terserap ke tanaman dan untuk pupuk K \u00b130%.<\/p>\n<figure id=\"attachment_14141\" aria-describedby=\"caption-attachment-14141\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-14141\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/kabartanicom-300x181.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"242\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/kabartanicom-300x181.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/kabartanicom.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14141\" class=\"wp-caption-text\">kabartani.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-dedak-padi-yang-kaya-akan-nutrisi\/\">Mengenal Dedak Padi Yang Kaya Akan Nutrisi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Kebutuhan Unsur Hara Tanaman Padi<\/span><\/h4>\n<table width=\"574\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"136\"><strong>Target hasil (ton\/ha)<\/strong><\/td>\n<td width=\"144\"><strong>Kebutuhan hara (kg\/ha)<\/strong><\/td>\n<td width=\"146\"><strong>Sumbangan hara dari tanah (kg\/ha)<\/strong><\/td>\n<td width=\"148\"><strong>Defisit hara (kg\/ha)<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"136\">5 ton\/ha<\/td>\n<td width=\"144\">90 kg Nitrogen<\/td>\n<td width=\"146\">40-65 kg Nitrogen<\/td>\n<td width=\"148\">25-50 kg Nitrogen<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<td width=\"144\">16 kg Phosphor<\/td>\n<td width=\"146\">12-19 kg Phosphor<\/td>\n<td width=\"148\">0-4 kg Phosphor<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<td width=\"144\">90 kg Kalium<\/td>\n<td width=\"146\">60-100 kg Kalium<\/td>\n<td width=\"148\">0-30 kg Kalium<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika petani mengembalikan jerami ke lahan, maka tidak perllu lagi menambahkan pupuk KCl pada masa tanam berikutnya karena sebagain besar unsur K terakumulasi pada jerami.<\/p>\n<p>Namun kebanyakan petani malah membuangnya atau membakarnya, unsur N, Pk dan K pada jerami yanng dibakar akan hilang total.<\/p>\n<p>Selain itu membakar tanah dapat menyebabkan tanah menjadi padat dan mengganggu keseimbangan mikroorganisme.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Kriteria Kesuburan Tanah<\/span><\/h4>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"136\"><strong>Sifat Kimia Tanah<\/strong><\/td>\n<td width=\"136\"><strong>Tidak Subur<\/strong><\/td>\n<td width=\"136\"><strong>Subur<\/strong><\/td>\n<td width=\"136\"><strong>Kurang subur<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"136\">BO tanah<\/td>\n<td width=\"136\">Rendah (C-org&lt;1%)<\/td>\n<td rowspan=\"3\" width=\"136\">Sedang (C-org 1-1,5%)<\/td>\n<td rowspan=\"3\" width=\"136\">Sedang-tinggi (C-org 1,5-2,5%)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"136\">KTK tanah<\/td>\n<td width=\"136\">Rendah (20 me\/100g)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"136\">Hara tersedia<\/td>\n<td width=\"136\">Rendah (P-olsen 10 ppm). K-dd&gt;30 me\/100g<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"136\">Hasil gabah tanpa pupuk<\/td>\n<td width=\"136\">2,5 ton \/ha<\/td>\n<td width=\"136\">4 ton\/ha<\/td>\n<td width=\"136\">&gt;4 ton\/ha<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"136\">Sumbangan N dari tanah<\/td>\n<td width=\"136\">30 kg\/ha<\/td>\n<td width=\"136\">50 kg\/ha<\/td>\n<td width=\"136\">70 kg\/ha<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"136\">Sumangan P dari tanah<\/td>\n<td width=\"136\">10 kg\/ha<\/td>\n<td width=\"136\">15 kg\/ha<\/td>\n<td width=\"136\">25 kg\/ha<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"136\">Sumbangan K dari tanah<\/td>\n<td width=\"136\">50 kg\/ha<\/td>\n<td width=\"136\">75 kg\/ha<\/td>\n<td width=\"136\">100 kg\/ha<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika terjadi kelangkaan pupuk anorganik, dapat digunakan pupuk organik sebagai alternatifnya.<\/p>\n<p>Dapat berupa Azolla, Sebasnia, Gliricia, orok-orok serta petai cina. Secara umum, pupuk hijau mmapu memenuhi kebutuhan hara N sebanyak 80%.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai dosis pemupukan yang baik bagi tanaman padi. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobay PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-lebih-dekat-kelebihan-padi-organik\/\">Mengenal Lebih Dekat Kelebihan Padi Organik<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber: <strong>Pertanianku.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai dosis pupuk yang baik bagi padi. Pemupukan yang Baik Terdapat beberapa lahan pertanian yang tidak membutuhkan pupuk karena sudah cukup subur, misalnya di&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14145,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4],"tags":[2770,46,2769],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/indonesia-3835691_1280.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14138"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14138"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14146,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14138\/revisions\/14146"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}