{"id":14670,"date":"2024-04-17T01:53:19","date_gmt":"2024-04-16T18:53:19","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14670"},"modified":"2024-04-17T09:36:45","modified_gmt":"2024-04-17T02:36:45","slug":"tips-mengolah-porang-jadi-tepung-agar-memiliki-nilai-jual-lebih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-mengolah-porang-jadi-tepung-agar-memiliki-nilai-jual-lebih\/","title":{"rendered":"Tips Mengolah Porang Jadi Tepung agar Memiliki Nilai Jual Lebih"},"content":{"rendered":"<p>Presiden Joko Widodo\u00a0atau Jokowi meminta Menteri Pertanian\u00a0Syahrul Yasin Limpo\u00a0menganggap serius budi daya\u00a0<a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/porang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">porang<\/a>. Hal ini disampaikan oleh Jokowi setelah mengunjungi pabrik pengolahan porang milik PT Asia Prima Konjac di Madiun, Jawa Timur pada Kamis, 19 Agustus 2021.<\/p>\n<p>Menurut\u00a0<a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/jokowi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jokowi<\/a>, porang akan menjadi makanan di masa dengan karena rendah kalori, rendah karbon, dan rendah kadar gula. \u201cSaya kira ini akan menjadi makanan yang sehat untuk ke depannya. Ini juga dapat menajdi pengganti beras yang lebih sehat keran kadar gulanya sangat rendah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Porang atau yang juga dikenal dengan nama iles-iles adalah jenis tanaman umbi-umbian yang sedang marak dibicarakan oleh masyarakat. Umbi jenis ini banyak dicari di luar negeri seperti di Korea dan Jepang. Porang yang telah diolah menjadi tepung dapat dipakai sebagai bahan baku obat dan kosmetik.<\/p>\n<p>Melihat potensi yang ada pada porang, dosen Fakultas Pertanian Universitas Nasional sekaligus anggota Asosiasi Pemberdaya Porang Nasional Indonesia, Kisroh Swiyono, memberi masukan bagaimana mengolah porang agar memiliki nilai jual lebih. \u201cSaya harap petani dapat menerapkan ilmunya dan digunakan untuk mensejahterakan para petani. Saya harap porang juga dapat lebih mendunia dan dapat dijadikan komoditas eksport tambahan,\u201d katanya dalam seminar nasional yang bertajuk \u201cProspek Bisnis PorangDalam Era Disrupsi 21\u201d di Gedung Kementerian Pertanian RI Maret lalu \u00a0seperti dikutip dari laman Universitas Nasional, Jumat, 20 Agustus 2021.<\/p>\n<p>Kisroh menjelaskan setelah umbi porang dipanen perlu dilakukan observasi berdasarkan mutunya. Umbi dicuci dirajang atau dipotong dengan ketebalan antara 6-10 milimeter.<\/p>\n<p>Setelah dipotong, jemur umbi porang sampai kadar airnya antara 10-20 persen. Kemudian porang dibuat\u00a0<em>chips<\/em>\u00a0dan setelah kering giling dengan hummer mill atau mesin penghalus sehingga menjadi tepung.<\/p>\n<p>Ia melanjutkan bahwa porang banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, dan penjernih air. Selain itu, porang juga dapat menjadi bahan untuk pembuatan lem dan jelly.<\/p>\n<p>Beberapa tahun terakhir, porang kerap diekspor ke Jepang dan Korea. Produk olahan porang juga banyak diburu oleh konsumen generasi milenial karena dapat digunakan untuk\u00a0<a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/diet-keto\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">diet keto<\/a>.<\/p>\n<p>Sumber &amp; foto : bisnis.tempo.co\/ Maghvira Arzaq Karima<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Joko Widodo\u00a0atau Jokowi meminta Menteri Pertanian\u00a0Syahrul Yasin Limpo\u00a0menganggap serius budi daya\u00a0porang. Hal ini disampaikan oleh Jokowi setelah mengunjungi pabrik pengolahan porang milik PT Asia Prima Konjac di Madiun, Jawa&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14671,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Jepretan-Layar-2021-08-24-pukul-05.48.30.png","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14670"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14670"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14672,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14670\/revisions\/14672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}