{"id":14814,"date":"2022-07-05T09:02:28","date_gmt":"2022-07-05T02:02:28","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14814"},"modified":"2022-07-05T09:02:28","modified_gmt":"2022-07-05T02:02:28","slug":"kegunaan-kitolod-bagi-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kegunaan-kitolod-bagi-kesehatan\/","title":{"rendered":"Kegunaan Kitolod Bagi Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-14815 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Day-78_Montana-Gurning_Gambar-Kitolod-1-300x239.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"239\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Day-78_Montana-Gurning_Gambar-Kitolod-1-300x239.jpeg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Day-78_Montana-Gurning_Gambar-Kitolod-1.jpeg 500w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kitolod mempunyai bahasa latin berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Isotoma longiflora, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang merupakan tumbuhan obat yang berupa terna tegak yang tingginya mencapai 60 cm. Kitolod juga dikenal sebagai tanaman kendali atau sangkobak. Kitolod merupakan tanaman yang tumbuh pada tempat &#8211; tempat yang lembab, seperti di pinggir jalan, semak &#8211; semak, rawa &#8211; rawa, pekarangan rumah, hingga di selokan. Kitolod kerap dipercaya sangat berguna untuk kesehatan. Kitolod sendiri mengandung senyawa seperti polifenol, alkaloid, dan juga saponin. Pada umumnya, bagian yang kerap dijadikan sebagai obat pada kitolod yaitu daun dan juga bunganya. Berikut ini beberapa manfaat tanaman kitolod bagi kesehatan:<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><strong>Baca Juga :<\/strong> <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/strategi-agar-panen-padi-melimpah\/\">Strategi Agar Panen Melimpah<\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-14816 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Day-78_Montana-Gurning_Gambar-Kitolod-2-300x172.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"172\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Day-78_Montana-Gurning_Gambar-Kitolod-2-300x172.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Day-78_Montana-Gurning_Gambar-Kitolod-2.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai obat sakit gigi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila muncul rasa nyeri di sekitar atau di dalam gigi dan juga rahang, maka tanaman kitolod dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut. Sakit gigi pada umumnya disebabkan oleh beberapa faktor seperti, gigi berlubang, tumbuh gigi, gusi membengkak, gigi bungsu tumbuh tidak normal, permasalahan yang diakibatkan oleh kawat gigi, serta peradangan gigi atau gusi. Tanaman kitolod dapat dimanfaatkan dengan mengambil dua lembar daunnya, kemudian ditumbuk hingga halus. Setelah itu, hasil tumbukan daun kitolod diletakkan di dalam gigi yang bermasalah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><strong>Baca Juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penyakit-tanaman-selada-mengendalikan\/\">Kenali Penyakit pada Tanaman Selada dan Cara Mengendalikannya<\/a><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai obat radang tenggorokan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman kitolod juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi masalah pada radang tenggorokan. Penyakit ini ditandai dengan sakit tenggorokan, sakit kepala atau demam, nyeri saat menelan, tenggorokan yang kering, pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher, pembesaran amandel, serta adanya bercak kemerahan pada langit &#8211; langit mulut. Akan tetapi penyakit seperti ini dapat diatasi dengan memanfaatkan tanaman kitolod, dengan cara merebus tiga lembar daun kitolod yang sudah dibersihkan, kemudian dituang kedalam dua gelas air. Proses ini dapat dilakukan sebanyak dua kali sehari.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai obat iritasi pada mata<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegunaan tanaman kitolod yang selanjutnya adalah sebagai obat mata. Berdasarkan penelitian, dikatakan bahwa air yang diperoleh dari tanaman kitolod dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati iritasi pada mata. Oleh karena itu, air dari tanaman kitolod tersebut baik daun maupun bunganya dapat dijadikan sebagai obat tetes mata. Untuk daunya sendiri dipotong kecil -kecil kemudian direndam kedalam air kurang lebih selama satu malam. Hasil rendaman tersebutlah yang bisa dimanfaat sebagai obat tetes mata. Sedangkan untuk bunga tanaman kitolod dipilih yang segar dan belum layu, yang kemudian dimasukkan kedalam gelas yang berisi air bersih dingin atau hangat dan direndam kurang lebih 5 hingga 15 menit. Hal ini bisa dilakukan minimal 3 kali dalam satu hari. Kandungan getah tanaman kitolod sangat berbahaya, sehingga tidak diperbolehkan untuk meneteskan secara langsung ke mata tanpa melalui proses perendaman terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-tanam-anggrek-sabut-kelapa\/\">Ingin Tanam Anggrek dengan Sabut Kelapa? Ikuti 5 Tips ini<\/a><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai obat merah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat lainnya dari tanaman kitolod yaitu sebagai obat merah. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk membantu mempercepat penyembuhan luka luar seperti lecet atau robek. Tanaman kitolod dapat dijadikan sebagai antibiotik alami dengan cara daunnya ditumbuk yang kemudian di balurkan pada luka maupun di area luka luar pada tubuh kita.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memiliki banyak manfaat, tanaman kitolod sendiri masih membutuhkan proses penelitian agar memastikan bahwa penggunaan tanaman kitolod sebagai obat alami tetap terjaga keamanannya. Tetap dianjurkan untuk melakukan konsultasi kepada dokter meskipun telah menggunakan obat alami tersebut. Tujuannya agar mendapatkan pengobatan yang pasti dengan penanganan yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><strong>Baca Juga :\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-ternak-ayam-arab-pedaging-dengan-mudah\/\">Cara Ternak Ayam Arab Pedaging dengan Mudah<\/a><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kitolod mempunyai bahasa latin berupa Isotoma longiflora, yang merupakan tumbuhan obat yang berupa terna tegak yang tingginya mencapai 60 cm. Kitolod juga dikenal sebagai tanaman kendali atau sangkobak. Kitolod merupakan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14815,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234,2346],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Day-78_Montana-Gurning_Gambar-Kitolod-1.jpeg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14814"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14814"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14814\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14817,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14814\/revisions\/14817"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}