{"id":14828,"date":"2024-12-26T01:11:21","date_gmt":"2024-12-25T18:11:21","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14828"},"modified":"2024-12-26T11:16:26","modified_gmt":"2024-12-26T04:16:26","slug":"tips-untuk-menjaga-kesuburan-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-untuk-menjaga-kesuburan-tanah\/","title":{"rendered":"Tips Untuk Menjaga Kesuburan Tanah"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-14830 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/gabriel-jimenez-jin4W1HqgL4-unsplash-200x300.jpg\" alt=\"\" width=\"438\" height=\"657\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/gabriel-jimenez-jin4W1HqgL4-unsplash-200x300.jpg 200w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/gabriel-jimenez-jin4W1HqgL4-unsplash-683x1024.jpg 683w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/gabriel-jimenez-jin4W1HqgL4-unsplash-768x1152.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/gabriel-jimenez-jin4W1HqgL4-unsplash-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/gabriel-jimenez-jin4W1HqgL4-unsplash-1365x2048.jpg 1365w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/gabriel-jimenez-jin4W1HqgL4-unsplash-scaled.jpg 1707w\" sizes=\"(max-width: 438px) 100vw, 438px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah (Solum)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah bagian dari kerak bumi, terdiri dari mineral dan bahan organik. Tanah berasal dari batuan yang lapuk dengan bantuan makhluk hidup, membentuk benda-benda unik yang menutupi batuan tersebut. Proses pembentukan tanah disebut \u201cpembentukan tanah\u201d. Proses unik ini membentuk tanah menjadi lapisan tubuh alami, atau lapisan tanah. Setiap horizon menceritakan kisah asal mula dan proses fisik, kimia, dan biologis yang dialami oleh tubuh tanah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tau sudah banyak kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia salah satunya adalah kerusakan pada tanah akibat dari pengolahan lahan yang salah dan pemberian pupuk atau bahan kimia lainnya secara berlebihan. Sehingga mengakibatkan banyak efek jangka panjang yang diberikan pada kesuburan tanah yang mulai menurun.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><strong>Baca Juga :\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hemat-penggunaan-pupuk-dengan-sabut-kelapa\/\">Hemat Penggunaan Pupuk dengan Sabut Kelapa<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencemaran pada tanah terjadi karena masuknya benda -benda asing (misalnya senyawa kimia buatan manusia) ke dalam tanah dan mengubah atmosfer\/lingkungan asli tanah yang mengakibatkan penurunan kualitas tanah. Polusi dapat terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tercemar ke lapisan sub-permukaan, kecelakaan kendaraan yang membawa minyak, bahan kimia, atau limbah, ir limbah dari tempat pembuangan sampah dan limbah industri yang secara langsung dibuang ke tanah dengan ceroboh (pembuangan ilegal).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah cara tetap agar menjaga kesuburan tanah :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan Air<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik tanah infertil adalah permukaan yang terlihat kering. Tanah kering tentu saja menunjukkan kadar air yang tidak memadai. Terutama selama musim kemarau selama iklim dan kondisi curah hujan yang sangat kecil, tanah pasti akan berubah menjadi gersang. Oleh karena itu, lakukan penyiraman secara teratur dapat meningkatkan kesuburan pada tanah.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><strong>Baca Juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bahan-amelioran-untuk-menyuburkan-tanah\/\">5 Bahan Amelioran yang Bisa Menyuburkan Tanah<\/a><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan Kapur Dolomite<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah kering terbukti memiliki pH atau keasaman yang tinggi. Tingkat pH yang terlalu tinggi berbahaya bagi tanaman karena dapat meningkatkan risiko kematian akar. Agar tanah tetap subur, Anda harus tahu cara mengendalikan pH tanah. Salah satu cara termudah adalah menaburkan kapur dolomit pada tanah.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-14829 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/daniel-hajdacki-XenTRY-KPUI-unsplash-214x300.jpg\" alt=\"\" width=\"334\" height=\"468\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/daniel-hajdacki-XenTRY-KPUI-unsplash-214x300.jpg 214w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/daniel-hajdacki-XenTRY-KPUI-unsplash-732x1024.jpg 732w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/daniel-hajdacki-XenTRY-KPUI-unsplash-768x1075.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/daniel-hajdacki-XenTRY-KPUI-unsplash-1097x1536.jpg 1097w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/daniel-hajdacki-XenTRY-KPUI-unsplash-1463x2048.jpg 1463w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/daniel-hajdacki-XenTRY-KPUI-unsplash-scaled.jpg 1829w\" sizes=\"(max-width: 334px) 100vw, 334px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan Pupuk Kompos<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kekurangan air, penyebab tanah yang kurang subur juga dapat disebabkan oleh kurangnya nutrisi. Zat hara merupakan asosiasi mineral yang ditemukan di tanah dan dibutuhkan oleh tanaman untuk melakukan fotosintesis. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman di lahan tidak subur, Anda dapat menambahkan kompos sebelum menanam tanaman. Pupuk kompos yang dicampur dengan tanah akan membuat tanah gembur, sehingga membantu proses perusakan puing -puing tanah yang membuat tanah kering.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan Porositas Tanah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Porositas tanah adalah kemampuan tanah dalam menyerap air, yang juga berkaitan dengan tingkat kepadatan tanah. Kemampuan tanah menyerap air bergantung pada komposisinya. Tanah dengan porositas tiggi mengandung sedikit partikel besar (sand) dibandingkan dengan partikel kecil (clay). Porositas tanah yang tinggi akan menahan air dan nutrisi di dalam tanah untuk tidak terbawa air. Untuk meningkatkan porositas tanah, tambahkan partikel kecil (clay) untuk selanjutnya dibajak agar tanah tercampur.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ciri-ciri-tanah-subur-baik\/\">Apa Saja Ciri &#8211; Ciri Tanah Subur yang Baik?<\/a><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menambahkan Batuan halus<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara berikutnya untuk menyuburkan tanah adalah dengan menambahkan batu -batu halus\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu batuan halus yang direkomendasikan adalah batuan fosfat. Batuan fosfat tidak hanya dilengkapi dengan fosfor, tetapi juga kalsium, karbon, dan bahan mineral tambahan lainnya yang dapat memperkaya frabbing tanah. Namun, perlu dicatat bahwa batuan fosfat ini juga memiliki kandungan logam berat yang signifikan. Untuk menggunakan batuan fosfat secara efektif, pure batu sampai ukurannya cukup kecil, lalu tambahkan pupuk kandang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengurangi Penggunaan pupuk berbahan kimia<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pupuk berbahan kimia memang banyak digunakan untuk menggemburkan tanah agar lebih subur, proses nya yang cepat dan efektif membuat para petani menggunakan pupuk berbahan kimia. Akan tetapi dampak yang diberikan pada tanah akibat penggunaan pupuk dapat lebih merusak tanah dan tanaman. Jika tidak hati &#8211; hati dalam penggunaan pupuk berbahan kimia akan mengakibatkan pelambatan pertumbuhan pada tanaman.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-tanaman-penutup-tanah\/\">3 Manfaat Pengaplikasian Tanaman Penutup Tanah<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga komposisi tanah agar tetap gembur<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga komposisi tanah agar tetap gembur merupakan salah satu cara yang efektif dilakukan agar menjaga tanah tetap terawat dan tanaman subur. Cara yang dapat kita lakukan agar tanah tetap gembur yaitu, mencangkul tanah secara perlahan untuk menghancurkan pori-pori tanah agar tetap dalam kondisi gembur dan tidak kering.<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di <strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanah (Solum) adalah bagian dari kerak bumi, terdiri dari mineral dan bahan organik. Tanah berasal dari batuan yang lapuk dengan bantuan makhluk hidup, membentuk benda-benda unik yang menutupi batuan tersebut.&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14830,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,1420,847],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/gabriel-jimenez-jin4W1HqgL4-unsplash-scaled.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14828"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14828"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14828\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14831,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14828\/revisions\/14831"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}