{"id":14903,"date":"2023-09-19T01:21:02","date_gmt":"2023-09-18T18:21:02","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14903"},"modified":"2023-09-19T08:36:09","modified_gmt":"2023-09-19T01:36:09","slug":"tidak-punya-lahan-luas-tapi-ingin-menanam-cabai-rawit-hidroponik-adalah-solusinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tidak-punya-lahan-luas-tapi-ingin-menanam-cabai-rawit-hidroponik-adalah-solusinya\/","title":{"rendered":"Tidak Punya Lahan Luas, Tapi Ingin Menanam Cabai Rawit? Hidroponik adalah Solusinya!"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-14904\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/cabai-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/cabai-300x300.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/cabai-150x150.jpg 150w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/cabai.jpg 340w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Menanam dengan teknik hidroponik tengah marak dilakukan oleh para petani sekarang ini. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sebenarnya, teknik menanam dengan cara ini sudah menjadi primadona bagi para pecinta tanaman. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Dikarenakan dengan menanam secara hidroponik, masa panen cenderung lebih cepat dan yang paling penting adalah irit lahan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Cabai rawit( <\/span><\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Capsium Frutescens L.<\/span><\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> ) adalah salah satu tanaman holtikultura dari jenis sayuran yang sangat banyak dibutuhkan bahkan menjadi salah satu kebutuhan pokok dapur yang wajib dipenuhi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kelebihan dari sistem hidroponik salah satunya adalah dapat dibudidayakan di kondisi lingkungan yang terkontrol. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pada system hidroponik, faktor lingkungan seperti ketersediaan udara, suhu, dan kelembaban dapat diatur, selain itu juga jumlah dari hama lebih sedikit,<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Untuk itu, pada artikel kali ini paktanidigital.com akan membagikan informasi tentang bagaimana cara menanam cabe hidroponik bagi pemula. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sehingga, bagi Anda yang belum memiliki pengalaman dalam hal tanam-menanam sekalipun dapat langsung dipraktikkan dengan mudah di rumah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Dilansir dari laman Cybex Kementrian Pertanian RI, berikut adalah cara menanam cabai rawit secara hidroponikyang dapat anda lakukan di halaman rumah.<\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pemilihan bibit cabai<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Terdapat dua jenis cabai ayang bisa Anda pilih, yaitu hibrida dan cabai lokal. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Cabai lokal merupakan jenis cabai yang sangat mudah dibudidayakan di Indonesia karena lebih mudah tumbuh dan beradaptasi dengan iklim serta jenis tanah. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Akan tetapi, untuk hasil cabai yang berkualitas tentu juga harus memilih bibit yang unggul juga, namum bibit dari cabai jenis hibrida lebih diunggulkan dalam hasil debandingkan dengan lokal.<\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Proses penyemaian bibit cabai<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Tahap penyemaian bibit cabai hidroponik adalah pertama, pilihlah tempat yang akan digunakan dalam penyemaian, berupa polybag dengan ukuran kecil, baki, serta petakan tanah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kemudian, siapkan media semaiyaitu campuran tanah humus, arang sekam dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 3:1:1 secara merata. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Setelah itu, isi ke dalam tempat semai yang Anda pilih, dan jangan terlalu penuh.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Taburkan bibit ke dalam tempat semai yang sudah diisikan dengan media semai. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Berikan ruang yang lebar didalam tempat semai agar calon tanaman cabai memperoleh ruang untuk tumbuh maksimal.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">lakukan setiap hari pada pagi dan sore. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Tunggu hingga bibit tumbuh tuna sekitar umur 25 sampai 30 hari bibit siap dipindahkan.<\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">manfaat media tanam hidroponik<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Media tanam yang bisa digunakan adalah cocopeat dan campuran arang sekam. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Adapun tempat budidaya hidroponik yaitu potongan pipa dan botol minuman.<\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Cara menanam cabai hidroponik<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Setelah selesai semua, Anda juga harus membuat sumbu yang akan berguna untuk penyerapan nutrisi udara. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sumbu sebaiknya berasal dari kain flanel karena penyerapannya tinggi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Bibit siap ditanam ketika sudah berumur 25 samapi 30 hari. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Dalam proses pemindahan bibit cabai harus dilakukan dengan hati \u2013 hati agar calon tanaman cabai tidak menimbulkan bahaya sehingga menimbulkan risiko kematian. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">lakukan epncabutan bibit cabai dengan hati-hati. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Anda bisa menyiram dulu tempat semai agar tanah menjadi basah sehingga lebih mudah mencabut dan akar tanaman cabe tidak rusak.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Selain cara diatas, Anda juga memindahkan bibit cabai bersama dengan media semai. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Akan tetapi, media semai tetap harus dihilangkan dengan cara merendam tanah dengan air agar proses pemisahan dengan media semai akan lebih efektif.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Setelah bibit dan media semai secara terpisah, Anda melakukan penanaman ke dalam pot yang sudah disiapkan sebelumnya dan siram dengan air bersih secukupnya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">pilihan tanaman cabai di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, tujuan aagar tanaman cabai lebih mudah beradaptasu dengan lingkungan yang terkena sinar matahari. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Proses ini dapat dilakukan selama 5 smapai 7 hari. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Setelah itu, tanaman cabai boleh diletakkan pada area yang terkena sinar matahari langsung.<\/span><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-14905\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/download.jpg\" alt=\"\" width=\"259\" height=\"194\" \/><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Nutrisi untuk tanaman cabai Hidroponik<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Tanaman cabai yang dibudidayakan secara hidroponik membutuhkan nutrisi tambahan agar kebutuhan unsur hara pada tanaman cabai dapat terpenuhi. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Teknik hidroponik memiliki keterbatasan dengan media tanam dan tidak hara. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Karena itu, memberikan nutrisi tambahan yang sangat diperlukan untuk menjaga dan mendukung pertumbuhan cabai secara maksimal. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pemberian tambahan nutrisi bertujuan untuk memnuhi kebutuhan akan unsur hara yang tidak diperoleh. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Namun, jika pemberian nutrisi dilakukan pada tanaman yang baru saja dipindahkan akan membahayakan cabai, karena tanaman terkejut dengan kandungan nutrisi secara tiba-tiba. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pemberian tambahan nutrisi pada tanaman cabai hidroponik sebaiknya dalam dosis yang tepat. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pada pemberian nutrisi sebaiknya jumlah 600 hingga 700 ppm atau sekitar 5 ml nutrisi A dan 5 ml B serta dicampur dengan air 1 liter.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Namun, setelah tanaman cabai hidroponik sudah berdaptasi dengan memberikan tambahan nutrisi ini Anda bisa menambah dosisnya setiap 10 hari sekali.<\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pemeliaharan tanaman cabai hidroponik<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Proses pemeliharaan cabe juga sangat penting dilakukan agar kebutuhan akan unsur hara dan serangan penyakit serta hama dapat ditanggulangi dengan benar sehingga budidaya yang Anda lakukan akan berhasil. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Berikut ini beberapa cara pemeliharaan tanaman cabai hidroponik, yaitu sebagai berikut. <\/span><\/span><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Mengontrol nutrisi<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> Pemberian nutrisi dalam teknik hidroponik sangat penting dilakukan. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Oleh karena itu Anda harus sering melakukan kontrol nutrisi sehingga tanaman cabai memperoleh unsur hara yang cukup. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Selain pemberian nutrisi, kelembapan tanah juga penting. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Maka dari itu, nutrisi dan kelembapan tanah harus rutin dicek agar cabai yang Anda tanam dapat tumbuh dan berbuah optimal. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Lihat Foto Ilustrasi tanaman cabai, menanam cabai.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pencegahan dan penanggulangan penyakit<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> Budidaya cabai hidroponik juga bisa diserang penyakit. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Beberapa penyakit yang sering menyerang cabai hidroponik adalah kutu daun, tungau, ulat, bercak daun, busuk buah, dan lainnya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">penyemprotan pestisida secara organik maupun kimia secara serentak. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Jangan terlalu sering melakukan penyemprotan penyakit pada cabai hidroponik karena dapat merusak tanaman. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Penuhi kebutuhan unsur hara tanaman Pemberian nutrisi tambahan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan unsur hara cabai hidroponik. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\">Anda juga harus melakukan penyemprotan pupuk cair dari pupuk kandang maupun pupuk kimia, sehingga proses pertumbuhan dan permbuahan cabai dapat dilakukan secara maksimal.<\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Panen cabai hidroponik<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Cabai dapat dipanen setelah berumur 80 sampai 90 hari. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Namun, untuk lebih efektifnya Anda bisa melakukan panen setelah cabai berwarna merah dan sedikit garis hijau. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">lakukan panen pada pagi dan sore. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Jika panen dilakukan pada siang hari, maka buah cabai yang dihasilkan akan rusak atau bobot turun. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Oleh karena itu, usahakan untuk memetik cabai pada pagi atau sore agar bobot yang dihasilkan maksimal.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0 <\/span><\/span><\/span><\/span><strong><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Langsung saja klik di\u00a0 <\/span><\/span><\/span><\/span><strong><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menanam dengan teknik hidroponik tengah marak dilakukan oleh para petani sekarang ini. Sebenarnya, teknik menanam dengan cara ini sudah menjadi primadona bagi para pecinta tanaman. Dikarenakan dengan menanam secara hidroponik,&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14904,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1345,2118,2370,70,1420,862],"tags":[1200,1191],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/cabai.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14903"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14903"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14903\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14909,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14903\/revisions\/14909"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}