{"id":14914,"date":"2023-11-16T01:12:40","date_gmt":"2023-11-15T18:12:40","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14914"},"modified":"2023-11-16T09:47:19","modified_gmt":"2023-11-16T02:47:19","slug":"kenali-jenis-dan-karakteristik-jagung-di-indonesia-tidak-semua-bisa-dimakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kenali-jenis-dan-karakteristik-jagung-di-indonesia-tidak-semua-bisa-dimakan\/","title":{"rendered":"Kenali Jenis dan Karakteristik Jagung di Indonesia, Tidak Semua Bisa Dimakan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-14915\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung1-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"321\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung1-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung1-768x512.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung1-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 321px) 100vw, 321px\" \/><\/p>\n<p>Jagung merupakan salah satu tanaman serealia penting di Indonesia, selain sebagai tanaman bahan pangan pokok pengganti beras dalam upaya diversifikasi pangan. Beberapa jenis jagung bisa sebagau bahan masakan. Namun ada pula yang hanya dipakai untuk membuat tepung atau menjadi pakan ternak.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Jagung Manis<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_14916\" aria-describedby=\"caption-attachment-14916\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-14916\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung2-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung2-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung2-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung2-768x512.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung2-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung2-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14916\" class=\"wp-caption-text\">seeds and sweet corn on wooden table.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jagung manis atau sweet corn merupakan satu jenis jagung yang sering diolah. Jagung ini memiliki rasa yang manis dan biji yang empuk.<\/p>\n<p>Jagung manis umumnya digunakan untuk membuat bakwan, sayur sup, jagung bakar, atau direbus begitu saja.<\/p>\n<p>Berbeda dengan jenis jagung yang lain, jagung manis justru dipanen ketika masih muda.<\/p>\n<p>Jagung manis muda mengandung kadar gula yang lebih manis dan nikmat. Bijinya jagung manis juga lebih empuk dan berair.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Jagung Berondong<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-14917\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung3.jpg\" alt=\"\" width=\"275\" height=\"183\" \/><\/p>\n<p>Dilihat dari laman Epic Gardening, jagung berondong memiliki biji yang kecil dan keras. Jenis jagung ini memiliki kelembaban sekitar 14 sampai 20 persen.<\/p>\n<p>Saat dipanaskan, air yang terperangkap dalam bijinya akan berubah menjadi uap dan mengembang.<\/p>\n<p>Biji jagunf berondong yang menguap bisa meledang hingga 10 sampai 30 kali lebih besar dari ukuran awal. Ledakan inilah yang kemudian menghasilkan cemilan yang dinamakan <em>popcorn<\/em>.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Jagung Mutiara<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Jagung mutiara memiliki warna biji yang unik. Ada yang berwarna kuning, putih, dan juga merah. Bentuk bijinya pun lebih bulat dan licin, tetapi ukurannya sedikit lebih kecil.<\/p>\n<p>Saat dikeringkan, jagung mutiara akan mengerut, sehingga bijinya sulit untuk diolah menjadi masakan. Di Indonesia jagung jenis mutiara digunakan sebagai pakan untuk ternak. Namum di Amerika, jagung mutiara juga dimanfaatkan untuk membuattepung ataupun bubur jagung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Jagung Gigi Kuda(dent corn)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-14918\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung4.jpg\" alt=\"\" width=\"228\" height=\"221\" \/><\/p>\n<p>Ukuran dari jagung gigikuda lebih besar dibandingkan dengan jenis jagung yang lainnya. Warnanya pun sedikit lebih terang jika dibandingkan dengan jagung manis.<\/p>\n<p>Dilansir dari serious Eats, jagung ini memiliki kandungan pati yang lebih tinggi dari pada jagung manis. Namun kadar gulanya justru lebih rendah.<\/p>\n<p>Jagung gigi kuda memiliki dua jenis warna, yaitu kuning dan putih. Biasanya jagung berwarna kuning digunakan sebagai pakan ternak.<\/p>\n<p>Sementara jagung berwarna putih dimanfaatkan untuk membuat roti ataupun tepung jagung. Di Amerika, jenis jagung ini digunakan untuk membuat keripik tortilla.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Jagung Pod<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Jagung ini sangat mudah untuk kita kenali karena bentuk yang berbeda dengan jenis jagung lainnya, seluruh tongkol jagung pod terbungkus olej kelobot.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, jagung ini tidak bisa digunakan sebagai bahan amsakan. Jenis jagung ini biasa digunakan sebagai bahan untuk hiasan saja karena watna bijinya yang juga bervariasi.<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>Jagung Ketan(glutinuous corn)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-14919\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung5.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"168\" \/><\/p>\n<p>Jagung ketan memiliki biji yang kecil dan mengilat. Saat diolah bijinya juga akan terasa lengket daripada jagung biasanya.<\/p>\n<p>Hal ini dikarenakan jagung ketan memiliki kandungan amilopektin yang cukup tinggi, jagung ketan sering diolaj makanan yang kenyal, seperti lepet misalnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir?\u00a0Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0\u00a0<strong><\/strong>\u00a0.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru?\u00a0Langsung saja klik di\u00a0\u00a0<strong><\/strong>\u00a0.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jagung merupakan salah satu tanaman serealia penting di Indonesia, selain sebagai tanaman bahan pangan pokok pengganti beras dalam upaya diversifikasi pangan. Beberapa jenis jagung bisa sebagau bahan masakan. Namun ada&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14915,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234,1345,4,2346,1420],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/jagung1-scaled.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14914"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14914"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14920,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14914\/revisions\/14920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}