{"id":14950,"date":"2023-04-05T16:41:57","date_gmt":"2023-04-05T09:41:57","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14950"},"modified":"2023-04-05T16:42:48","modified_gmt":"2023-04-05T09:42:48","slug":"cara-menanam-pohon-kenari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-menanam-pohon-kenari\/","title":{"rendered":"Cara Menanam Pohon Kenari"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon kenari merupakan salah satu tanaman yang dikenal karena bijinya yang memiliki gizi dan nilai ekonomi yang tinggi. Pohon kenari memiliki nama latin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Canarium ovatum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kacang kenari memiliki kandungan protein dan lemak yang tinggi. Pohon ini berasal dari daerah Melanesia yang akhirnya menyebar ke daerah di sekitarnya. Habitat tumbuh pohon kenari berada di kawasan tropis dan non tropis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-14951 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/download.jpg\" alt=\"\" width=\"439\" height=\"246\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Liputan 6<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain diambil bijinya, pohon kenari memiliki beberapa manfaat lain. Di Indonesia, biasanya pohon kenari dimanfaatkan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><b>Bahan Makanan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian yang diambil sebagai bahan makanan adalah bijinya yang mengandung lemak dan protein tinggi. Biji kenari ditutupi dengan cangkang yang keras.<\/span><\/p>\n<p><b>Bahan Kosmetik<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon kenari menghasilkan minyak resin yang memiliki aroma harum sehingga sering dimanfaatkan untuk produk kosmetik. Minyak resin dari kenari biasanya digunakan sebagai campuran parfum, sabun, sampo, dan pewangi dupa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Manfaat Kesehatan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bidang kesehatan, manfaat kenari antara lain membantu mengurangi kolesterol, mengurangi resiko diabetes, mencegah inflamasi, memperlancar BAB, dan baik untuk reproduksi pria maupun wanita.<\/span><\/p>\n<p><b>Sebagai Pohon Peneduh<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pohon kenari merupakan pohon berkayu, maka masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai pohon peneduh. Daunnya teduh dan rimbun serta akarnya tidak merusak jalan atau bangunan di sekitarnya. Oleh sebab itu, pohon kenari sering ditanam di pinggir jalan.<\/span><\/p>\n<p><b>Pemanfaatan Kayu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kayu pohon kenari yang berkualitas baik dapat digunakan untuk membuat perahu dan dayungnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, mengingat banyaknya manfaat pohon kenari dan juga potensi ekonomi yang dimilikinya, tentunya banyak masyarakat yang ingin menanamnya. Untuk itu pada artikel kali ini kita akan berbagi mengenai bagaimana cara menanam pohon kenari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Kapan Waktu yang Tepat untuk Menanam Pohon Kenari?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mulai menanam, kita tentunya perlu menentukan kapan waktu yang tepat untuk mulai menanam karena setiap tanaman memiliki kebutuhan iklim yang berbeda-beda berdasarkan tahap pertumbuhannya. Bahkan ada ilmu pertanian khusus yang mempelajari mengenai hal ini yang disebut agroklimatologi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pohon kenari, waktu terbaik untuk mulai menanamnya adalah di awal musim hujan. Penting untuk diketahui bahwa leher pohon harus berada di permukaan tanah (tidak terkubur).\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menanam Pohon Kenari?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap tanaman memiliki persyaratan tumbuh masing-masing yang harus dipenuhi agar tanaman tersebut tumbuh dengan baik, begitu juga dengan pohon kenari. Sebelum menanam pohon kenari, berikut hal-hal yang harus dipersiapkan:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Lokasi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan lahan untuk menanam cukup besar dan mendapat pasokan sinar matahari yang cukup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Kondisi Tanah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah yang bagus untuk pohon kenari adalah yang memiliki drainase baik dan kaya akan bahan organik. Idealnya pH tanah adalah 6,5 namun pH antara 5-8 masih termasuk dalam batas toleransi. Selain itu kenari juga sensitif terhadap klorin, boron dan natrium yang tinggi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat terbaik untuk menanam pohon kenari adalah di daerah tepi sungai, pantai dan kaki bukit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-14952 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/buah-kenari-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"449\" height=\"299\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/buah-kenari-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/buah-kenari-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/buah-kenari-768x512.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/buah-kenari.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 449px) 100vw, 449px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Rimba kita<\/p>\n<p><b>Cara Menanam Pohon Kenari<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, cara menanam pohon kenari langkah demi langkah adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><b>Siapkan Lahan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain membutuhkan tanah dengan drainase yang baik, pohon kenari membutuhkan tanah yang dalam agar dapat mengembangkan akarnya. Jadi pastikan lahan yang kita siapkan tidak berbatu. Persiapan lahan dapat dilakukan dengan digemburkan\/dibajak.<\/span><\/p>\n<p><b>Tambahkan Pupuk Kandang<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil menggemburkan tanah, disarankan untuk menambahkan pupuk kandang karena pohon kenari memerlukan tanah yang kaya bahan organik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Menanam Pohon<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah lahan siap, kita bisa mulai menanam dan pastikan lubang tanamnya cukup besar dan cukup dalam, kemudian tutup dengan sedikit tanah dan disiram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah selesai menanam pohon tentunya kita bertanya-tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan pohon itu untuk mulai menghasilkan? Nah, pohon kenari membutuhkan sekitar 8 tahun sampai bisa menghasilkan kacang kenari. Memang terdengar cukup lama, namun pada beberapa kasus, pohon kenari dapat menghasilkan 7-10 kg kacang dalam 5, 6, atau 7 tahun pertama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya pohon kenari dibudidayakan dalam skala komersial, mencapai produksi maksimal di usia pohon sekitar 30 tahun. Dalam keadaan pohon dewasa dan tanpa gangguan, pohon kenari dalam menghasilkan 30-160 kg kacang kenari. Namun pohon kenari memiliki kecenderungan untuk berganti-ganti setiap tahun, misalkan tahun ini banyak panen, namun di tahun berikutnya hampir tidak ada sama sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca informasi mengenai pohon kenari ini, apakah kamu merasa lebih tertarik dan berniat mencoba menanamnya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pohon kenari merupakan salah satu tanaman yang dikenal karena bijinya yang memiliki gizi dan nilai ekonomi yang tinggi. Pohon kenari memiliki nama latin Canarium ovatum. Kacang kenari memiliki kandungan protein&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14953,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1345,2370,841,1420,2080],"tags":[585,40,16,52],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Untitled-design-2023-04-05T174122.459.png","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14950"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14950"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14954,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14950\/revisions\/14954"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14953"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}