{"id":14966,"date":"2023-07-04T14:47:44","date_gmt":"2023-07-04T07:47:44","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14966"},"modified":"2023-07-03T06:39:16","modified_gmt":"2023-07-02T23:39:16","slug":"manfaat-permakultur-dan-contoh-penerapannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-permakultur-dan-contoh-penerapannya\/","title":{"rendered":"Manfaat Permakultur dan Contoh Penerapannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membahas mengenai permakultur secara umum, karena masih cukup belum dikenal, kita akan membahas lebih detail mengenai apa saja manfaat yang bisa didapatkan dengan menerapkan sistem permakultur dan bagaimana contoh penerapannya agar sahabat PTD semakin memiliki gambaran mengenai sistem permakultur ini. Yuk kita simak apa saja kelebihan atau manfaat sistem permakultur ini:<\/span><\/p>\n<p><b>Pemanfaat Lahan dan Ruang Terbatas Lebih Efisien<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bertani dengan sistem permakultur tidak harus di lahan yang luas sampai berhektar-hektar, lahan sempit di sekitar rumah pun bisa digunakan, seperti di teras, halaman depan atau halaman belakang. Jadi jika sahabat PTD memiliki lahan yang tidak dipakai bisa dialihfungsikan untuk bertani permakultur asalkan mendapat cahaya matahari langsung yang cukup.<\/span><\/p>\n<p><b>Dapat Membantu Mengurangi Polusi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sahabat PTD yang tinggal di perkotaan, tentunya memiliki lahan permakultur dapat membantu mengurangi polusi di sekitar, terutama polusi karbon.<\/span><\/p>\n<p><b>Dapat Menjadi Sumber Pangan Sendiri<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin hari harga kebutuhan pokok semakin naik, begitu pula dengan harga bahan pangan atau sayuran. Dengan memiliki permakultur sendiri bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri atau rumah tangga. Karena konsepnya yang berkelanjutan, sistem permakultur berbeda dengan pertanian biasa yang sekali panen. Selain itu, karena ditanam secara organik, tentunya hasil panen juga lebih sehat.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14967 \" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/permaculture-1.jpg\" alt=\"\" width=\"525\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/permaculture-1.jpg 900w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/permaculture-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/permaculture-1-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 525px) 100vw, 525px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber gambar: Dinda Supriatna<\/p>\n<p><b>Membantu Memperkuat Struktur Tanah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena menggunakan input-input organik, termasuk pupuk, sistem permakultur terbukti dapat meningkatkan kesuburan tanah serta meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap dan mempertahankan air. Permakultur juga membantu memperkuat struktur tanah, membantu meningkatkan infiltrasi air, dan kapasitas retensi. Oleh sebab itu, permakultur dapat membantu mengurangi resiko kekeringan serta mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh petani karena mereka tidak memerlukan air dari PDAM.<\/span><\/p>\n<p><b>Mudah Diterapkan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi individu yang ingin bertani sendiri, sistem permakultur mudah diterapkan dan tidak membutuhkan modal yang banyak. Dan karena sistem permakultur menerapkan konsep keberlanjutan, kedepannya petani tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk perbaikan lahan.<\/span><\/p>\n<p><b>Meningkatkan Ketahanan Lingkungan Terhadap Pemanasan Global dan Perubahan Iklim <\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem permakultur dapat membantu meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim dan pemanasan global karena konsep pelestarian alamnya dengan menanam berbagai tanaman serta menyuburkan lahan kritis akibat kerusakan lingkungan. Dengan penggunaan pupuk dan pestisida organik, sistem permakultur juga membantu mengurangi bahaya bagi kesehatan manusia, hewan liar maupun hewan peliharaan di sekitar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-14968 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-10-at-15.43.24.jpeg\" alt=\"\" width=\"621\" height=\"340\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-10-at-15.43.24.jpeg 621w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-10-at-15.43.24-300x164.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 621px) 100vw, 621px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber gambar: Wild Abundance<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/category\/budidaya-sayur-organik\/#.ZDO-bHZBxPY\">Yuk Kenali Lebih Dalam Apa itu Permakultur?<\/a><\/p>\n<p><b>Contoh Penerapan Permakultur<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat berbagai praktek pertanian yang dapat dikategorikan sebagai permakultur, contohnya antara lain:<\/span><\/p>\n<p><b>Wanatani atau Agroforestri<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanatani atau agroforestri adalah integrasi antara tanaman pohon dan semak dengan tanaman pertanian atau ternak. Dalam wanatani, teknologi pertanian dikombinasikan dengan kehutanan untuk merekayasa sistem penggunaan lahan agar lebih produktif, sehat, dan menguntungkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Pemanenan Air Hujan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemanenan Air Hujan adalah proses pengumpulan air hujan. Air hujan yang ditampung kemudian diproses ulang agar dapat dipergunakan sebagai persediaan air minum, sanitasi, irigasi, hingga mencuci.<\/span><\/p>\n<p><b>Penggunaan Mulsa<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulsa merupakan lapisan yang digunakan untuk melindungi tanah. Biasanya mulsa berasal dari plastik, tapi pada sistem permakultur, mulsa yang digunakan dapat berupa kerikil, sabut kelapa, dan dedaunan. Tujuan pengaplikasian mulsa ini adalah untuk mengurangi penguapan air, meningkatkan kadar organik, dan menghambat hama.<\/span><\/p>\n<p><b>H\u00fcgekultur<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">H\u00fcgekultur merupakan metode pengomposan yang menggunakan sejumlah besar kayu busuk dalam tanah untuk meningkatkan kemampuan tanah menahan air. Saat terdekomposisi, kayu akan membentuk struktur berpori yang meningkatkan daya serap tanah terhadap air.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-konsumsi-sayuran-organik-bagi-tubuh\/#.ZDO-lHZBxPY\">Manfaat Konsumsi Sayuran Organik Bagi Tubuh<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu tadi beberapa manfaat dan contoh penerapan permakultur, semoga informasi ini membantu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah membahas mengenai permakultur secara umum, karena masih cukup belum dikenal, kita akan membahas lebih detail mengenai apa saja manfaat yang bisa didapatkan dengan menerapkan sistem permakultur dan bagaimana contoh&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14969,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1410,2118,70],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Untitled-design-2023-04-10T154704.161.png","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14966"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14966"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14970,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14966\/revisions\/14970"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}