{"id":14987,"date":"2023-04-14T14:51:17","date_gmt":"2023-04-14T07:51:17","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=14987"},"modified":"2023-04-14T14:51:17","modified_gmt":"2023-04-14T07:51:17","slug":"budidaya-bunga-melati-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/budidaya-bunga-melati-putih\/","title":{"rendered":"Budidaya Bunga Melati Putih"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah sobat PTD tahu bahwa bunga melati putih merupakan bunga nasional Indonesia? Terdapat tiga bunga nasional Indonesia, selain melati putih, bunga anggrek bulan dan bunga raflesia arnoldi. Nah, alasan mengapa bunga melati putih dijadikan bunga nasional adalah karena bunga melati putih dianggap mewakili karakter bangsa Indonesia yang sederhana dan memiliki budi pekerti yang elok. Bunga melati putih memiliki wangi yang harum semerbak serta melambangkan ketenangan dan kesederhanaan. Bunga melati putih juga sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan kebudayaan di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-14988 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Buna-melati-700x418-1.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"418\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Buna-melati-700x418-1.jpg 700w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Buna-melati-700x418-1-300x179.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber gambar: Tukang Taman Surabaya<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jika sobat PTD penasaran seperti apa cara membudidayakan bunga melati putih kita akan membahasnya pada artikel ini. Sebelumnya, kita perlu memahami terlebih dahulu bagaimana syarat tumbuh bunga melati sebagai berikut ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim dengan curah hujan intensitas 6-9 hari hujan per bulan serta memiliki iklim 2-3 bulan kering dan 5-6 bulan basah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suhu siang hari berkisar antara 28-29\u2103 dan suhu sekitar 24-30\u2103 pada malam hari.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelembaban udara 50-80%.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapat cukup sinar matahari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenai media tanam, tanah yang sesuai adalah podsolik merah kuning, andosol dan latosol.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketinggian tempat yang ideal adalah 100-1600 mdpl.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-mawar-holland-dan-cara-budidayanya\/#.ZDkEfHZBxPY\">Mengenal Mawar Holland dan Cara Budidayanya<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah setelah mengetahui mengenai syarat tumbuhnya, selanjutnya mari kita bahas mengenai tahapan budidayanya:<\/span><\/p>\n<p><b>Pembibitan<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapkan tempat untuk penyemaian, bisa\u00a0 berupa pot atau polybag. Media yang digunakan untuk penyemaian bisa berupa tanah dan pasir. Dan pastikan terdapat lubang di bagian bawah wadah penyemaian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Isi wadah dengan media tanam secukupnya kemudian siram dengan air bersih. Tancapkan bibit melati yang berupa stek. Selanjutnya siram secara rutin 1-2 kali sehari.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usahakan mendapatkan sinar matahari pagi,\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat bibit sudah berusia sekitar sebulan dan perakarannya lebih kuat, pindahkan bibit ke wadah yang lebih besar dengan media tanam campuran tanah, pasir, dan pupuk organik (1:1:1),<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rawatlah secara intensif dengan penyiraman, pemupukan, dan penggunaan pestisida dosis rendah selama 3 bulan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Persiapan Lahan<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bajaklah tanah sedalam 30-40 cm, kemudian biarkan kering selama 15 hari.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buatlah bedengan selebar 100-200 cm, dengan tinggi 30-40 cm, dan beri jarak bedengan 40-60 cm dan panjangnya menyesuaikan kondisi lahan,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pH tanah terlalu asam, lakukan pengapuran, bisa dengan dolomit. Fungsi pengapuran ini, selain untuk menetralkan pH tanah, namun juga menambah kandungan kalsium dan magnesium.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan pupuk kandang dengan menaburkan pupuk di permukaan tanah.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Penanaman<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebulan sebelum ditanam, bibit diadaptasikan terlebih dahulu. Beri pupuk dasar per tanaman berupa 2 g KCl dan 3 g TSP.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siram bibit melati dalam polybag dan sebaiknya setiap lubang tanam ditanami satu bibit melati.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak antar tanam untuk kultur perkebunan umumnya 1 x 1.5 m.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ikutin-langkah-mudah-untuk-budidaya-kemiri\/#.ZDkFAHZBxPY\">Langkah Mudah Budidaya Kemiri<\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-14989  aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/3_compressed.jpg\" alt=\"\" width=\"652\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/3_compressed.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/3_compressed-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/3_compressed-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 652px) 100vw, 652px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber gambar: InfoPublik<\/p>\n<p><b>Pemeliharaan dan Perawatan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenai pemeliharaan dan perawatan, perlu dilakukan penyulaman bibit yang mati atau yang tidak normal dengan bibit baru. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan tidak lebih dari satu bulan setelah penanaman. Selain penyulaman, perlu juga dilakukan penyiangan gulma.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembasmian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan pestisida dan insektisida yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemupukan dilakukan tiga bulan sekali dengan pupuk dan dosis sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Urea dengan dosis 300-700 kg\/ha\/th.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">KCl dengan dosis 100-300 kg\/ha\/th.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">STP dengan dosis 300-500 kg\/ha\/th.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melati membutuhkan pasokan air yang memadai selama masa awal pertumbuhannya. Dalam sebulan pertama, siram air dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">continue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selama sebulan pertama. Sebaiknya pengairan dilakukan dua kali sehari di pagi dan sore hari.<\/span><\/p>\n<p><b>Pemanenan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melati mulai berbunga pada usia 7 bulan sampai setahun setelah tanam. Ciri-ciri bunga melati yang siap dipanen adalah kuntum bunganya yang besar, masih dalam bentuk kuncup atau setengah mekar. Bunga melati juga bisa dipanen berkali-kali setelah tanam sampai usia 5-10 tahun. Untuk pemetikan, lakukan di pagi atau sore hari untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sobat PTD demikianlah artikel mengenai budidaya melati semoga bermanfaat!<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ingin-tanam-bunga-melati-belanda-tapi-masih-pemula-ikuti-5-tips-ini\/#.ZDkFUXZBxPY\">Ingin Tanam Bunga Melati Belanda Tapi Masih Pemula? Ikuti 5 Tips Ini<\/a><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah sobat PTD tahu bahwa bunga melati putih merupakan bunga nasional Indonesia? Terdapat tiga bunga nasional Indonesia, selain melati putih, bunga anggrek bulan dan bunga raflesia arnoldi. Nah, alasan mengapa&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14990,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Untitled-design-2023-04-14T155059.525.png","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14987"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14987"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14987\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14991,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14987\/revisions\/14991"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}