{"id":15011,"date":"2023-05-10T20:30:00","date_gmt":"2023-05-10T13:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=15011"},"modified":"2023-05-10T20:30:00","modified_gmt":"2023-05-10T13:30:00","slug":"penanganan-pasca-panen-tomat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penanganan-pasca-panen-tomat\/","title":{"rendered":"Penanganan Pasca Panen Tomat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemanenan merupakan salah satu tahap terakhir dari budidaya selama tanaman di lahan. Setelah panen, hasil panen ini memasuki tahap pasca panen. Meskipun sudah dipanen, tidak berarti hasil panen ini terbebas dari kemungkinan penyakit. Terdapat beberapa penyakit pasca panen yang mungkin menyerang, juga kejadian-kejadian mekanik seperti gesekan bisa mempengaruhi rupa hasil panen. Oleh sebab itu penanganan pasca panen sangat penting, terlebih lagi untuk komoditas-komoditas yang mudah membusuk, misalnya tomat.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-15012 \" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tomat-article-1580894622-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"652\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tomat-article-1580894622-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tomat-article-1580894622-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tomat-article-1580894622-768x512.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tomat-article-1580894622.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 652px) 100vw, 652px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber: YesDok<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada artikel ini kita akan membahas mengenai penanganan pasca panen tomat, karena kehilangan hasil panen pada produk hortikultura seperti tomat bisa mencapai 20-50%. Sehingga sangat penting memiliki pengetahuan mengenai pasca panen ini.<\/span><\/p>\n<p><b>Pemanenan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemanenan tomat dilakukan 75 HST (hari setelah tanam). Sesuaikan kriteria buah yang ditanam dengan tujuan distribusi. Untuk tujuan jarak jauh seperti ekspor, idealnya buah tomat dipanen dalam stadia masak berwarna hijau namun ukurannya sudah maksimal. Untuk pemasaran atau distribusi jarak dekat atau lokal, tomat bisa dipanen saat berwarna kekuningan (kriteria 3 dan 4). Sementara itu untuk tujuan konsumsi dan olahan bisa dipanen saat masak berwarna merah (kriteria 5). Warna kulit buah tidak mempengaruhi gizi yang dikandungnya asalkan buah sudah masak secara fisiologis.<\/span><\/p>\n<p><b>Waktu Panen<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu untuk memanen tomat sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari panas matahari dan mengurangi respirasi buah. Dalam memanen, patahkan tangkai buah dengan hati-hati agar tidak rusak, kemudian masukkan ke dalam wadah, bisa berupa tas kecil untuk nantinya dikumpulkan di tempat pengumpulan. Pastikan tempat pengumpulannya merupakan tempat yang teduh dan kering. Pastikan untuk menghindari goresan, atau luka dengan menutupi buah tomat menggunakan plastik, penggunaan plastik ini akan meningkatkan respirasi dan transpirasi yang menyebabkan jamur cepat tumbuh dan membusuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-15013 \" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/38451468_1076676859165171_2461430432894287872_o-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"553\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/38451468_1076676859165171_2461430432894287872_o-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/38451468_1076676859165171_2461430432894287872_o-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/38451468_1076676859165171_2461430432894287872_o-768x576.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/38451468_1076676859165171_2461430432894287872_o.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 553px) 100vw, 553px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber gambar: Elinotes review<\/p>\n<p><b>Sortir<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dipanen dan dikumpulkan di tempat pengumpulan, sortir buah tomat berdasarkan warna, ukuran dan kualitasnya. Sisihkanlah buah yang luka atau busuk agar tidak mengkontaminasi buah lainnya yang masih segar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Pengemasan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemas tomat sesuai dengan tujuan pemasarannya, untuk tujuan jarak jauh, pengemasan memerlukan kotak kayu yang memiliki ventilasi dan dilengkapi dengan penyerap gas CO2 di bawah kemasan. Dengan metode ini, buah tomat bisa tahan sampai sekitar seminggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk keperluan komersial seperti di supermarket, kemasannya biasanya menggunakan styrofoam.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk konsumsi rumah tangga, sebaiknya buah tomat dibungkus dengan kertas, wadah makanan plastik atau plastik berlubang kemudian di simpan di dalam lemari es. Dengan ini buah tomat bisa bertahan sampai sekitar dua minggu.,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah sobat PTD, itu tadi proses penanganan pasca panen tomat. Semoga informasi ini bermanfaat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/blogspot_ismita\/54f921baa33311ae068b4798\/penanganan-panen-dan-pascapanen-tomat\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.kompasiana.com\/blogspot_ismita\/54f921baa33311ae068b4798\/penanganan-panen-dan-pascapanen-tomat<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemanenan merupakan salah satu tahap terakhir dari budidaya selama tanaman di lahan. Setelah panen, hasil panen ini memasuki tahap pasca panen. Meskipun sudah dipanen, tidak berarti hasil panen ini terbebas&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15014,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840],"tags":[854,40],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Untitled-design-2023-05-10T212850.807.png","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15011"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15011"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15011\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15015,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15011\/revisions\/15015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15011"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15011"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15011"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}