{"id":15037,"date":"2026-03-10T01:55:36","date_gmt":"2026-03-09T18:55:36","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=15037"},"modified":"2026-03-11T10:48:06","modified_gmt":"2026-03-11T03:48:06","slug":"yuk-ikuti-langkah-berikut-untuk-budidaya-kiwi-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/yuk-ikuti-langkah-berikut-untuk-budidaya-kiwi-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Yuk Ikuti Langkah Berikut untuk Budidaya Kiwi di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buah kiwi merupakan salah satu buah yang dibudidayakan secara komersial di seluruh dunia, beberapa negara yang membudidayakan kiwi secara komersial antara lain Selandia Baru, Italia, Perancis, Yunani dan Chili. Di Asia sendiri negara-negara yang membudidayakan kiwi secara komersial antara lain Jepang, Korea Selatan, dan China.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-15038 \" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/cara-menanam-buah-kiwi-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"657\" height=\"438\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/cara-menanam-buah-kiwi-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/cara-menanam-buah-kiwi-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/cara-menanam-buah-kiwi-768x512.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/cara-menanam-buah-kiwi-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/cara-menanam-buah-kiwi.jpg 1827w\" sizes=\"(max-width: 657px) 100vw, 657px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber gambar: kampustani.com<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sebenarnya yang terpenting dalam menanam buah kiwi adalah bukan dimana tapi bagaimana. Jadi buah ini bisa dibudidayakan dimana saja termasuk di Indonesia, asalkan mengetahui bagaimana langkah tepatnya. Mengingat buah kiwi termasuk buah dengan nilai ekonomi yang tinggi, sobat PTD mungkin tertarik untuk membudidayakannya. Karena buah kiwi belum terlalu dibudidayakan di Indonesia sehingga potensinya masih terbuka lebar. Yuk simak pembahasan berikut ini untuk membudidayakan kiwi di Indonesia:<\/span><\/p>\n<p><b>Persiapan Lahan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum membudidayakan kiwi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan lahan. Sobat PTD bisa langsung menanam di lahan atau menggunakan pot\/polybag. Dan karena buah kiwi merupakan tanaman merambat sehingga sobat juga harus menyiapkan ajir. Lahan perlu digemburkan kemudian diberi kompos dan diatur keasamannya agar sesuai dengan syarat tumbuh kiwi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian buatlah lubang tanam dengan jarak 2 x 2 meter. Dalam proses persiapan lahan, pemupukan, dan lainnya disiapkan dua minggu sebelum sebelum penanaman. Selain itu, disamping menyiapkan lahan sobat juga harus sambil menyiapkan pembenihannya. Agar saat persiapan lahan selesai, pembenihan juga sudah selesai dan bisa siap ditanam.<\/span><\/p>\n<p><b>Pembenihan Kiwi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembenihan kiwi harus dilakukan dengan baik karena pembenihan akan mempengaruhi hasil panennya nanti. Sobat PTD harus menyemaikan biji-biji kiwi terlebih dahulu, untuk mempercepat prosesnya, sobat bisa merendam biji kiwi di dalam air hangat selama kurang lebih satu jam. Kemudian keringkan dan bungkus dengan tisu atau kapas lalu simpan selama semalam. Keesokan harinya, sobat bisa mulai menyemaikan biji-biji tersebut. Media yang bagus untuk pembenihan adalah tanah humus. Sebarkan biji kiwi selama sekitar sepuluh hari kemudian berikan pelindung di atas medianya.<\/span><\/p>\n<p><b>Penanaman<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses penanaman kiwi sangat mudah, sama saja dengan proses penanaman tanaman lainnya. Setelah proses pembenihan 10 hari, bibit sudah siap dipindahkan ke media tanam. Pertama-tama, pindahkan bibit ke pot atau polybag terlebih dahulu sampai kiwi memiliki batang yang cukup kuat untuk dipindahkan ke tanah. Masukkan kiwi ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan. Untuk waktu penanamannya sendiri paling baik dilakukan saat pagi atau sore hari.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-15039 \" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/menanam_kiwi-1.jpg\" alt=\"\" width=\"488\" height=\"366\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/menanam_kiwi-1.jpg 1200w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/menanam_kiwi-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/menanam_kiwi-1-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/menanam_kiwi-1-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 488px) 100vw, 488px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber gambar: Penjaga Rumah<\/p>\n<p><b>Pemeliharaan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pemeliharaan dan perawatan kiwi tidaklah susah. Penyiraman dilakukan secara teratur dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Pupuk juga diberikan secara berkala dan teratur, dan sebaiknya menggunakan pupuk organik. Untuk membasmi hama dan penyakit bisa menggunakan pestisida, insektisida atau fungisida yang sesuai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Pemanenan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenai masa panennya, buah kiwi tidak bisa dipastikan menyesuaikan cuaca pada saat proses penanaman dan pembudidayaan. Namun biasanya kiwi akan berbuah setelah 3-4 bulan. Proses pemanenan tidak boleh asal dilakukan karena bisa merusak buah kiwi, jadi harus menggunakan gunting. Gunting tangkai yang dekat dengan buah, buah kiwi yang sudah matang mempunyai bau yang khas dan terasa empuk jika dipegang. Kemudian simpan buah kiwi pada suhu yang tidak terlalu tinggi agar buahnya awet. Jika untuk tujuan komersial, panen buah yang belum terlalu matang sehingga buah bisa matang dalam proses pengiriman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah itu tadi langkah-langkah membudidayakan buah kiwi di Indonesia, semoga bermanfaat ya sobat PTD dan selamat mencoba!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/bibitbunga.com\/cara-menanam-kiwi-di-indonesia\/<\/span><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buah kiwi merupakan salah satu buah yang dibudidayakan secara komersial di seluruh dunia, beberapa negara yang membudidayakan kiwi secara komersial antara lain Selandia Baru, Italia, Perancis, Yunani dan Chili. Di&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15040,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1410,1345,2370],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Untitled-design-2023-05-22T145506.563.png","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15037"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15037"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15041,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15037\/revisions\/15041"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}