{"id":1558,"date":"2025-07-28T01:00:21","date_gmt":"2025-07-27T18:00:21","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1558"},"modified":"2025-07-28T08:54:46","modified_gmt":"2025-07-28T01:54:46","slug":"komoditas-pertanian-laris-pasar-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/komoditas-pertanian-laris-pasar-internasional\/","title":{"rendered":"Wajib Tahu! 6 Komoditas Pertanian yang Laris di Pasar Internasional"},"content":{"rendered":"<p>Persentase nilai ekspor sektor pertanian hanya sebesar 1,8% dari seluruh komposisi nilai ekspor Indonesia. Setidaknya,\u00a0itulah gambaran peran sektor ini jika menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Buletin Statistik Perdagangan Luar Negeri menurut komoditi dan negara yang terbit Bulan Juli 2018.<\/p>\n<p>Kecilnya nilai ekspor komoditas pertanian di pasar internasional memang sebuah fakta yang tidak bisa kita pungkiri. Contoh sederhana, beras yang merupakan bahan pangan pokok hasil petani kita belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, bagaimana kita akan ekspor untuk memenuhi kebutuhan negara lain dan menyumbang devisa?<\/p>\n<p>Negara dengan wilayah yang luas, jumlah penduduk yang besar, makanan pokok dari beras,\u00a0serta kaya akan mineral tambang adalah beberapa masalah\u00a0yang dihadapi oleh negeri ini. \u00a0Maka,\u00a0logis jika pengusaha lebih mengutamakan sektor pertambangan sebagai komoditas\u00a0karena disediakan oleh alam, \u201ccukup\u201d dengan mengambil, mengolah, menjual, dan keuntungan besar\u00a0pun didapatkan.<\/p>\n<p>Lain halnya dengan pertanian yang membutuhkan proses dari menanam hingga memanen. Padahal,\u00a0sebagai negara tropis, kita dikaruniai tanah subur yang kaya akan unsur hara. Hampir semua tanaman dapat tumbuh di Indonesia. Bandingkan dengan Jepang,\u00a0misalnya, untuk sekedar bercocok tanam,\u00a0harus menciptakan media penanaman dengan teknologi pertanian yang tinggi.<\/p>\n<p>Cepat atau lambat,\u00a0material tambang akan habis. Sebaliknya,\u00a0pertanian sifatnya tidak pernah habis dan dapat diperbaharui <em><i>(renewable\u001f)<\/i><\/em>\u00a0seperti siklus kehidupan. Dengan pemahaman ini, pertanyaan di atas sudah terjawab dengan sendirinya.<\/p>\n<p>Sudah saatnya para pemodal mengubah <em><i>mindset<\/i><\/em>\u00a0untuk mulai mengalokasikan dananya untuk sektor pertanian. Jika melihat data yang sama dari BPS, ada beberapa komoditas pertanian yang cukup laris di pasar internasional wajib diketahui khususnya petani, pelaku agribisnis, dan pemodal.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah daftarnya:<\/p>\n<h2>Kopi<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1560 size-full aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Biji-Kopi.jpeg\" alt=\"Biji Kopi\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p>Pada periode Januari-Juli 2018,\u00a0ekspor kopi mencapai 145,9 ribu ton dengan nilai USD 442.387,1. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia. Kopi dihasilkan oleh hampir seluruh wilayah di Indonesia secara merata dari Aceh hingga Papua dengan jenis dan karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh,\u00a0kopi luwak yang mendunia, harganya bisa mencapai jutaan per kilonya.<\/p>\n<p>Gaya hidup orang modern berpengaruh pada peningkatan <em><i>demand <\/i><\/em>kopi di dunia. Negara-negara seperti Jepang, Malaysia, Amerika, Inggris, Jerman, Italia,\u00a0dan Rusia adalah tujuan ekspor terbesar kopi Indonesia. Pasar internasional yang semakin besar ini menjadi peluang bagi pemodal maupun petani untuk memulai bisnis kopi.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kopi-rengganis-kopi-manis-indonesia\/\"><strong>Kopi Rengganis, Kopi Manis dari Bumi Nusantara<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b><\/b>Tanaman obat, aromatik dan rempah-rempah<\/h2>\n<p>Beberapa tanaman obat seperti mahkota dewa, daun cincau, temulawak, lidah buaya, tanaman pasak bumi,\u00a0dan tanaman obat lainnya merupakan komoditas ekspor yang layak dipertimbangkan untuk dibudidayakan.<\/p>\n<p>Selain tanaman di atas, produk minyak atsiri juga banyak diminati oleh negara lain. Minyak kemiri, minyak jahe, minyak pala, minyak nilam, minyak sereh wangi, minyak cengkeh adalah jenis minyak atsiri yang banyak diekspor ke luar negeri.<\/p>\n<p>Sebagian besar negara Asia dan Asia Tenggara seperti Thailand, Myanmar, Vietnam, India, Pakistan,\u00a0dan Bangladesh merupakan pelanggan ekspor produk tanaman obat dan aromatik dari Indonesia.<\/p>\n<h2>Buah-buahan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_1562\" aria-describedby=\"caption-attachment-1562\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1562 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Buah-buahan-salah-satu-komoditas-pertanian-yang-laris-di-pasar-internasional.jpg\" alt=\"Buah-buahan, salah satu komoditas pertanian yang laris di pasar internasional\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1562\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: bulumerak.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Salah satu komoditas pertanian yang laku di pasar internasional adalah buah-buahan. Jenis buah-buahan mentah yang banyak diminati antara lain jambu, salak, rambutan, nanas, durian, manggis, melon, pisang, mangga, jeruk,\u00a0hingga semangka. Buah-buahan tersebut sebenarnya lazim tumbuh di daerah kita, namun perlu dibudidayakan untuk memenuhi pangsa pasar yang semakin besar. Negara tujuan ekspor komoditi ini antara lain Malaysia, Hongkong, Vietnam, China, Singapura dan UEA.<\/p>\n<h2>Jagung<\/h2>\n<p>Berbeda dengan Indonesia yang makanan pokoknya berbahan dasar beras, masyarakat di negara seperti Jepang, Singapura,\u00a0dan Filipina memiliki tingkat konsumsi jagung yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Ekspor jagung menuju negara tersebut mencapai lebih dari 300 ribu ton pada periode Januari-Juli 2018. Bahkan,\u00a0ekspor ke Filipina mencapai 260.850 ton. Bisa dibayangkan besarnya peluang bisnis pertanian jagung jika melihat kebutuhan negara lain akan komoditi\u00a0ini.<\/p>\n<h2>Lada Putih<\/h2>\n<p>Lampung dan Bangka adalah dua wilayah penghasil terbesar lada di Indonesia. Lebih dari setengah jumlah ekspor lada ke luar negeri dipenuhi oleh kedua wilayah ini, sedangkan sisanya dipenuhi dari daerah lain seperti Bengkulu, Kalimantan Timur dan Barat, Sulawesi Tenggara dan Selatan.<\/p>\n<p>Karena permintaan yang terus meningkat, sudah saatnya tanaman lada dibudidayakan di daerah lain. Daerah dataran rendah dengan intensitas hujan rendah yang tidak optimal untuk menanam padi dapat dimanfaatkan untuk menanam lada.<\/p>\n<h2>Tembakau<\/h2>\n<p>Meskipun pemerintah melalui Kementerian Kesehatan gencar berkampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok, tidak serta merta konsumsi rokok mengalami penurunan. Yah, rokok sebagai salah satu produk berbahan dasar tembakau memang seperti dua mata pisau, di satu sisi rokok menyumbang pendapatan negara yang cukup besar, namun di sisi lain juga berdampak pada kesehatan masyarakat secara umum.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-550 size-full aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/tanaman-tembakau.jpg\" alt=\"Tanaman Tembakau\" width=\"1280\" height=\"856\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/tanaman-tembakau.jpg 1080w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/tanaman-tembakau-300x201.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/tanaman-tembakau-768x514.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/tanaman-tembakau-1024x685.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/tanaman-tembakau-600x401.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p>Tembakau memiliki banyak manfaat selain sebagai bahan dasar rokok. Ternyata,\u00a0tembakau dapat digunakan untuk mengusir hama pada tanaman. Di India, tembakau digunakan sebagai obat pereda nyeri sakit telinga, sakit gigi, pilek, sakit akibat gigitan serangga, ular berbisa,\u00a0serta bahan pembuatan pasta gigi. Selain India, negara tujuan ekspor tembakau adalah Mesir, Amerika, Republik Dominika dan Belgia.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membuat-mengaplikasikan-pestisida-tembakau\/\"><strong>Cara Membuat dan Mengaplikasikan Pestisida Tembakau<\/strong><\/a><\/p>\n<hr \/>\n<p>Melihat besarnya potensi pasar internasional terhadap komoditas pertanian Indonesia, sudah saatnya para investor dan petani untuk mengalihkan <em><i>portfolio<\/i><\/em>\u00a0bisnisnya ke sektor pertanian. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sektor pertanian diharapkan mampu berperan aktif dalam menjaga neraca perdagangan tetap surplus untuk menghasilkan devisa bagi negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Dhani Dwi Rachmanto<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Persentase nilai ekspor sektor pertanian hanya sebesar 1,8% dari seluruh komposisi nilai ekspor Indonesia. Setidaknya,\u00a0itulah gambaran peran sektor ini jika menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Buletin Statistik Perdagangan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1559,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[863,4],"tags":[65,276],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Komoditas-Pertanian-yang-Laris-di-Pasar-Internasional.jpeg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1558"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1558"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1558\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1563,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1558\/revisions\/1563"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}