{"id":1599,"date":"2021-12-16T06:00:24","date_gmt":"2021-12-15T23:00:24","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1599"},"modified":"2021-12-16T09:51:47","modified_gmt":"2021-12-16T02:51:47","slug":"alat-penetas-telur-ayam-sederhana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/alat-penetas-telur-ayam-sederhana\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Alat Penetas Telur Ayam yang Sederhana"},"content":{"rendered":"<p>Apa itu alat penetas telur? Dibaca dari namanya saja,\u00a0sudah bisa diartikan bahwa mesin tersebut berfungsi untuk menetaskan telur. Dalam hal ini,\u00a0adalah menetaskan telur ayam yang banyak diternak atau dibudidayakan di luar sana. Sebenarnya, ayam betina dapat menetaskan sendiri telur-telurnya secara alami atau mandiri. Namun demikian, penetasan telurnya terlalu lama dan tingkat keberhasilannya kecil.<\/p>\n<p>Berbeda dengan menetaskan telur dengan menggunakan mesin yang waktunya lebih cepat\u00a0dan\u00a0tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Misalnya, dari 10 telur ayam yang ditetaskan, paling hanya 1-2 butir saja yang gagal ditetaskan. Sisanya\u00a0berhasil ditetaskan dan menjadi anakan ayam.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/benarkah-ayam-super-adalah-ayam-kampung-asli\/\">Benarkah Ayam Super atau Joper adalah Ayam Kampung Asli?<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Dengan mempunyai mesin penetas telur sendiri, seseorang dapat menetaskan banyak anak ayam sendiri tanpa harus menunggu lama. Anak-anak ayam tersebut dapat dijual di pasaran atau dipelihara lagi agar makin besar sehingga harga jualnya lebih tinggi. Bisnis yang satu ini cukup menjanjikan dan prospektif untuk digeluti.\u00a0Oleh karena itu, tidak sedikit orang atau pihak yang menggelutinya.<\/p>\n<p>Anda mungkin salah satu orang yang tertarik untuk beternak ayam. Jika seperti itu, tidak ada salahnya Anda menetaskan sendiri telur-telur ayamnya dengan mesin atau alat buatan sendiri. Apakah bisa membuat alat penetas telur\u00a0sendiri dengan bahan-bahan yang sederhana?\u00a0Tentu saja bisa dan Anda dapat mempraktikkannya sendiri di rumah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1605\" aria-describedby=\"caption-attachment-1605\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1605 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Alat-Penetas-Telur-Sederhana.jpg\" alt=\"Alat Penetas Telur Sederhana\" width=\"640\" height=\"480\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1605\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: kabartani<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk lebih jelasnya, silakan membaca uraian di bawah ini.<\/p>\n<h4>Alat dan Bahan yang Digunakan<\/h4>\n<p>Beberapa alat dan bahan yang digunakan untuk membuat sebuah alat penetas telur\u00a0sendiri\u00a0adalah sebagai berikut.<\/p>\n<ol>\n<li>Sebuah kardus berukuran sekitar 30 cm x 30 cm x 30 cm. Usahakan kardusnya yang tebal. Jika perlu, Anda bisa melapisi sekali lagi tiap sisi kardusnya. Jika seperti itu, otomatis Anda perlu menyediakan minimal2\u00a0kardus yang berukuran sama.<\/li>\n<li>Sebuah lampu 5 watt jenis bohlam yang panasnya stabil. Untuk mengantisipasi lampunya tidak putus, Anda perlu menyediakan cadangan lampunya. Jangan memilih jenis lampu LH apalagi LED karena tidak memancarkan panas berlebih.<\/li>\n<li>Kabel beberapa meter dan peralatan listrik secukupnya yang nanti digunakan untuk mengalirkan dan menyambungkan listrik di alat penetas telur.<\/li>\n<li>Isolatif<\/li>\n<li>Gunting<\/li>\n<li>Cutter<\/li>\n<li>Sekam secukupnya<\/li>\n<li>Wadah tempat air berukuran sedang atau panjangnya kurang dari 10 cm.<\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/beternak-ayam-kampung\/\"><strong>4 Langkah Sukses Beternak Ayam Kampung<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4>Cara Membuat Alat Penetas Telur<\/h4>\n<figure id=\"attachment_1608\" aria-describedby=\"caption-attachment-1608\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1608 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Illustrasi-Alat-Penetas-Telur-Sederhana.png\" alt=\"Illustrasi Alat Penetas Telur Sederhana\" width=\"300\" height=\"225\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1608\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: kabartani.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah semua bahan dan alat di atas sudah disiapkan, Anda bisa memulai proses pembuatan alat penetas\u00a0telur dengan langkah-langkah berikut ini.<\/p>\n<ol>\n<li>Persiapkan kardusnya terlebih dulu. Lalu, buatlah ventilasi di bagian atas dengan ukuran sekitar 6 cm x 6 cm.<\/li>\n<li>Setelah itu, buatlah 4 lubang ventilasi di bagian bawahdengan\u00a0masing-masing berdiameter sekitar 1 cm.<\/li>\n<li>Selanjutnya, letakkan wadah tempat air di bagian pojok kardus penetas telur. Tujuannya untuk menjaga kelembapan udara agar tidak terlalu kering.<\/li>\n<li>Jangan lupa menaruh sekam di bagian bawah kardus penetas telur dengan ketebalan sekitar 3 cm. Sebaiknya, di bawah sekam,diletakkan dulu kertas koran sebagai alasnya sehingga sekam tidak berantakan, apalagi saat diganti nanti lebih mudah.<\/li>\n<li>Langkah berikutnya yaitu memasang lampu 5 watt. Pasang di bagian tengah kardus dan pastikan jaraknya sekitar 8 cm\u00a0&#8211; 10 cm dari telur ayam.<\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-cangkang-telur-tanaman\/\">4 Manfaat Cangkang Telur untuk Tanaman<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Setelah alat penetas telurnya selesai dibuat, Anda tinggal\u00a0menyiapkan telur-telur ayam yang mau ditetaskan. Akan tetapi, tidak boleh sembarangan memilih telur ayamnya karena ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut.<\/p>\n<ol>\n<li>Memiliki berat 40 &#8211; 45 gram (berat normal)<\/li>\n<li>Memiliki bentuk yang normal<\/li>\n<li>Berumur tidak lebih dari 5 hari<\/li>\n<li>Tidak ada kotoran di cangkang telur<\/li>\n<li>Permukaan telur tidak retak, tidak terlalu kasar, dan tidak lembek<\/li>\n<li>Tidak berbau busuk<\/li>\n<li>Rasio induk jantan dan betina maksimal 1:8<\/li>\n<li>Rongga udara terlihat jelas di bagian tumpul dan tidak berpindah-pindah<\/li>\n<\/ol>\n<p>Itulah sedikit informasi mengenai cara membuat alat penetas telur\u00a0sederhana. Anda dapat membuatnya sendiri di rumah dengan bahan dan alat yang mudah didapatkan.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-sukses-beternak-bebek\/\"><strong>6 Langkah Sukses Beternak Bebek<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Arifin Totok<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di .<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu alat penetas telur? Dibaca dari namanya saja,\u00a0sudah bisa diartikan bahwa mesin tersebut berfungsi untuk menetaskan telur. Dalam hal ini,\u00a0adalah menetaskan telur ayam yang banyak diternak atau dibudidayakan di&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4875,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842,929,1],"tags":[292,290,291],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Cara-Membuat-Alat-Penetas-Telur-Ayam-yang-Sederhana-1.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1599"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1599"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1599\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5279,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1599\/revisions\/5279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}