{"id":1636,"date":"2024-11-07T01:14:05","date_gmt":"2024-11-06T18:14:05","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1636"},"modified":"2024-11-06T10:00:53","modified_gmt":"2024-11-06T03:00:53","slug":"diare-burung-puyuh-dan-solusinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/diare-burung-puyuh-dan-solusinya\/","title":{"rendered":"Kenali Diare Yang Menyerang Burung Puyuh dan Solusinya!"},"content":{"rendered":"<p>Kematian masal pada ternak kerap terjadi dalam usaha budidaya burung puyuh. Penyakit yang sering menyerang ternak burung puyuh adalah Diare. Penyebabnya adalah infeksi dari bakteri\u00a0<span style=\"color: #008000;\"><strong>Salmonella thypimutium<\/strong><\/span>.\u00a0Lalu, siapakah bakteri ini? Yuk, kenali lebih dekat.<\/p>\n<h2>Waspadai Bakteri Salmonella Thypimutium!<\/h2>\n<p>Bakteri ini menyerang burung puyuh atau unggas lain melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi ternak. Sebelum itu, kamu juga harus tau gejala bakteri ini apabila menyerang ternak burung puyuh kamu.<\/p>\n<h4>Kenali Gejalanya!<\/h4>\n<p>Apabila burung puyuh kamu terinfeksi bakteri ini, maka gejala yang harus kamu perhatikan adalah sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li>Penurunan Bobot Burung<\/li>\n<li>Burung mengalami gejala kedinginan dan lemas<\/li>\n<li>Burung mengalami diare yang hebat<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penyerangan virus ini sangat berbahaya bagi pengusaha burung puyuh\u00a0karena ternak yang mengalami diare dapat mati secara masal atau memiliki bobot yang rendah. Bahkan,\u00a0<strong><span style=\"color: #008000;\">kematian akibat penyakit ini dapat mencapai jumlah yang sangat tinggi yakni hingga lebih dari<\/span> <span style=\"color: #ff0000;\">80% kematian<\/span><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-mengusir-hama-burung-padi\/\"><strong>5 Cara Ampuh Mengusir Hama Burung Padi<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Indikasi serangan bakteri ini dapat terlihat sejak burung puyuh mencapai umur 2-3 minggu. Tentu hal ini merupakan kerugian yang dapat dialami oleh para pengusaha burung puyuh.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/chick-2393719_1920.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1517\" \/><\/p>\n<h2>Lalu, Bagaimana Pencegahannya?<\/h2>\n<p>Upaya yang banyak dilakukan para peternak atau pengusaha burung puyuh antara lain adalah dengan menggunakan obat kimia yang dicampurkan ke\u00a0minuman ternak, salah satunya adalah menggunakan antibiotik Bacitracin.<\/p>\n<p>Namun,\u00a0sejak tahun 2018,\u00a0penggunaan obat ini telah dilarang oleh pemerintah. Alasan dari pelarangan tersebut adalah dampak yang diakibatkan dari penggunaan obat ini secara berulang yakni resisten bakteri.<\/p>\n<p>Bakteri yang selamat dari obat antibiotik Bacitracin akan resisten atau kebal terhadap obat ini\u00a0sehingga saat bakteri Salmonella thypimurium\u00a0ini resisten,\u00a0maka penyebaran dan serangan bakteri ini menjadi lebih sulit dikendalikan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kanker-batang-buah-naga\/\"><strong>Kanker Batang, Pengancam Panen Buah Naga dan Cara Mengendalikannya<\/strong><\/a><\/p>\n<h3>Buah Naga, Solusi Alami yang Tepat Guna<\/h3>\n<p>Sehingga, alternatif penggunaan obat kimia, para pengusaha burung puyuh ini dapat memanfaatkan Buah Naga sebagai antibakteri alami pelawan bakteri Salmonella thypiumrium. Bagian yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan antibakteri adalah kulit buah naga.<\/p>\n<p>Kulit buah yang biasanya dibuang oleh\u00a0orang\u00a0ternyata,\u00a0setelah dilakukan penelitian, terbukti dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri Salmonella thypiumrium.<\/p>\n<p>Buah naga merupakan buah tropis yang mudah ditemukan karena banyak diperjualbelikan baik di pasar tradisional hingga supermarket. Daging buah naga sendiri banyak mengandung gizi yang baik bagi tubuh antara lain\u00a0vitamin, mineral, air, serat,\u00a0dan antioksidan.<\/p>\n<p>Sedangkan,\u00a0kulit buah naga mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, steroid, treptonoid, dan saponin. Zat-zat inilah yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri.<\/p>\n<p>Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dari Prof. Dr. Ir. Retnani, M. Sc dan Taryati, S. Pt, dari IPB yang menguji dosis ektrak kulit buah naga terhadap pertumbuhan Salmonella\u00a0thypiumrium. Penelitian itu juga menunjukan bahwa peningkatan dosis ektrak kulit buah naga dapat menghambat pertumbuhan bakteri.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/red-dragon-fruit-1973815_1920.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1280\" \/><\/p>\n<h2>Cara Mengolah Buah Naga untuk Mengobati Diare Burung Puyuh<\/h2>\n<p>Lantas,\u00a0bagaimana cara menggunakan kulit buah naga sebagai obat diare pada burung puyuh?\u00a0Cara yang harus dilakukan para peternak adalah sebagai berikut.<\/p>\n<ol start=\"1\" type=\"1\">\n<li>Merebus kulit buah naga dengan perbandingan 1:1 kg\/L<\/li>\n<li>Setelah mendidih dan berubah menjadi merah, ramuan disaring.<\/li>\n<li>Kemudian,\u00a0ramuan diberikan ke t\u00e9rnak burung puyuh sebagai air minum. Walaupun berwarna merah, hal tersebut tak merubah selera burung puyuh untuk minum.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Bahkan,\u00a0dengan menggunakan ektrak kulit buah naga ini,\u00a0dapat menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan antibiotik kimia atau buatan. Jadi, dengan menggunakan kulit buah naga,\u00a0para peternak burung puyuh secara tidak langsung menggunakan cara organik yang tidak mengakibatkan efek samping yang merugikan.<\/p>\n<p>Kemudian,\u00a0penggunaan kulit buah naga sebagai anti-bakteri juga dapat digunakan pada unggas-unggas lain, seperti ayam, bebek, itik dan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Dino Laferda<\/strong><br \/>\n<em>Mahasiswa Universitas Muria Kudus<\/em><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kematian masal pada ternak kerap terjadi dalam usaha budidaya burung puyuh. Penyakit yang sering menyerang ternak burung puyuh adalah Diare. Penyebabnya adalah infeksi dari bakteri\u00a0Salmonella thypimutium.\u00a0Lalu, siapakah bakteri ini? Yuk,&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1643,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842,1],"tags":[304,303,287],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/quail-354040_1920.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1636"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1636"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1636\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1655,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1636\/revisions\/1655"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}