{"id":174,"date":"2024-10-14T02:00:12","date_gmt":"2024-10-13T19:00:12","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=174"},"modified":"2024-10-14T09:24:38","modified_gmt":"2024-10-14T02:24:38","slug":"deteksi-keasaman-tanah-dengan-melastona-malabathricum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/deteksi-keasaman-tanah-dengan-melastona-malabathricum\/","title":{"rendered":"Cara Deteksi Tanah Masam dengan Melastona Malabathricum"},"content":{"rendered":"<p>Seberapa penting sich mengetahui jenis tanah, PH tanah atau struktur tanah? Penting sekali,\u00a0 karena faktor lingkungan yang meliputi\u00a0 tanah, air, sinar matahari dan udara mempengaruhi\u00a0 50 % dari keberhasilan membudidayakan tanaman, termasuk jenis tanah.<\/p>\n<p>Indonesia sebagai daerah yang beriklim tropis mempunyai masalah utama dengan PH tanah, menurut Sanches dan Logan (1992), sepertiga atau 1,7 Miliar hektar tanah di daerah tropis bereaksi asam dengan tingkat aluminium cukup tinggi sehingga\u00a0 menjadi racun bagi tanaman.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-tanaman-hortikultura\/\">5 Jenis Tanaman Hortikultura<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Nah, diartikel ini saya mau fokus bagaimana cara mudah mendeteksi tanah masam tanpa harus menggunakan alat pengukur PH. Tapi sebelumnya kamu harus tahu dulu apa itu tanah masam.<\/p>\n<p>Tanah Masam adalah tanah dengan PH kecil dari 6, \u00a0memiliki kandungan unsur hara N, P, K, Ca, Mo dan Mg sangat rendah. Sementara untur hara tersebut adalah kebutuhan\u00a0 paling penting untuk tanaman. Tanah masam memiliki kandungan Aluminium (Al) sangat tinggi sehingga mengakibatkan tanaman tidak mampu mengikat unsur hara makro secara maksimal.<\/p>\n<p>Kondisi seperti ini dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil bahkan mati sehingga dapat menyebabkan gagal panen. Kebanyakan tanaman tumbuh pada tanah dengan rentang PH yang netral 7. Maka dari itu penting untuk mengetahui kondisi lahan sebelum menanam.<\/p>\n<h2>Bagaimana cara mengetahui PH tanah?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-175\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/ph-tanah.jpg\" alt=\"mengetahui ph tanah\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/ph-tanah.jpg 800w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/ph-tanah-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/ph-tanah-768x512.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/ph-tanah-600x400.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Tentu saja ada alat pengukur PH tanah. Namun cara paling mudah bisa hanya dengan menggunakan penglihatan visual. Setidaknya untuk deteksi awal karena\u00a0 alat pengkur PH tanah biasanya bisa diakses dilaboratorium tanah atau melalui dinas pertanian atau penyuluh pertanian setempat.<\/p>\n<p>Nah, cara mudah mendeteksi PH tanah adalah dengan memperhatikan tanaman yang tumbuh pada suatu kawasan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk mendeteksi tanah masam adalah tanaman <em>Melastona malabatricum.<\/em><\/p>\n<p><em>Melastona malabatricum<\/em> dikenal juga dengan sebutan Senggani (jawa), Sikaduduak (minang), Senduduk (melayu) dan Ndusuk (NTT).\u00a0<em>Melastona malabatricum<\/em>\u00a0 mempunyai bentuk\u00a0 daun tungal dan bertangkai.<\/p>\n<p>Tumbuh \u00a0dengan baik pada dataran rendah hingga dataran tinggi.\u00a0 Dikutip dari laman lorafaunaweb.nparks.gov.sg. <em>Melastona malabatricum <\/em>tumbuh pada daerah tropis maupun subtropis hingga ketinggian 3000 Mdpl.<\/p>\n<h2>Morfologi Tanaman :<\/h2>\n<p><em>Melastona malabatricum<\/em> merupakan semak\/perdu, tegak. Tingginya 0,5 sampai 5 m. Batangnya bewarna kemerahan, berbulu. Daunnya mempunyai bilah daun berbentuk tombak dan berbulu pada bagian bawah daun.<\/p>\n<p>Bunganya lebar hingga mencapai 8 cm dengan warna kelopak bewarna unggu terang, putih, hingga merah dan hanya bertahan mekar dalam kurun waktu 12 jam (sehari).\u00a0 Buahnya berukuran lonjong\/bulat telur, terbuka ketika matang.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/inspirasi-produk-pertanian\/\">3 Inspirasi Cantik dari Produk Pertanian<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Jika kamu kebetulan pergi berjalan \u2013 jalan ke suatu kawasan pertanian. Kamu bisa tahu dengan mudah apakah tanah disana termasuk tanah masam atau tidak dengan melihat apakah <em>Melastona malabatricum <\/em>banyak tumbuh pada daerah tersebut. Selamat mengamati tanaman!<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong><em>Penulis\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/sulassky\/\">Sulassky<\/a><br \/>\n<\/em><\/strong><em>Farmer \u2013 Traveller \u2013 Blogger<\/em><\/p>\n<p>Referensi :<\/p>\n<ul>\n<li>http:\/\/m.tabloidsinartani.com\/index.php?id=148&amp;tx_ttnews%5Btt_news%5D=1872&amp;cHash=64ca5f1225ca95d86cd50230da0cb851<\/li>\n<li>http:\/\/petanibangga.blogspot.co.id\/2017\/06\/deskripsi-fisiologi-dan-morfologi-serta.html<\/li>\n<li>https:\/\/tio72.wordpress.com\/2012\/05\/09\/dampak-kemasaman-tanah-bagi-tumbuhan\/<\/li>\n<li>https:\/\/florafaunaweb.nparks.gov.sg\/special-pages\/plant-detail.aspx?id=2221<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seberapa penting sich mengetahui jenis tanah, PH tanah atau struktur tanah? Penting sekali,\u00a0 karena faktor lingkungan yang meliputi\u00a0 tanah, air, sinar matahari dan udara mempengaruhi\u00a0 50 % dari keberhasilan membudidayakan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":176,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[847],"tags":[26,6,7],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/sampula.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=174"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":180,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174\/revisions\/180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}