{"id":1831,"date":"2022-05-31T06:00:10","date_gmt":"2022-05-30T23:00:10","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1831"},"modified":"2022-05-31T10:58:03","modified_gmt":"2022-05-31T03:58:03","slug":"membudidayakan-belut-kolam-air-jernih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membudidayakan-belut-kolam-air-jernih\/","title":{"rendered":"5 Langkah Membudidayakan Belut di Kolam Air Jernih"},"content":{"rendered":"<p>Belut adalah jenis ikan air tawar yang memiliki ciri khas tubuh memanjang dan hanya memiliki sirip punggung, mengandung lendir pada badannya,\u00a0dan sangat licin ketika dipegang. Panjangnya berkisar antara 5\u00a0cm sampai 2\u00a0meter,\u00a0tergantung dari spesiesnya. Membudidayakan belut bisa menjadi peluang bisnis yang besar.<\/p>\n<p>Nah, bagi Anda yang ingin membudidayakan belut, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan kolam air jernih. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam membudidayakan belut di kolam jernih.<\/p>\n<h2>Membuat kolam buatan<\/h2>\n<p>Kolam terpal adalah media kolam yang sangat banyak diminati oleh para petani. Selain efisien dalam harga,\u00a0kolam terpal juga sangat praktis karena bisa dipindah-pindah\u00a0dan ramah lingkungan. Yang perlu Anda siapkan adalah 5 kolam terpal berukuran sedang yaitu 3\u00a0meter x 2\u00a0meter.<\/p>\n<p>Kolam pertama digunakan untuk pembuahan benih belut yang akan dibudidayakan. Kolam kedua digunakan untuk pembesaran benih belut berukuran 1-2\u00a0cm,\u00a0berdasarkan sortir menggunakan alat sortir,\u00a0dengan kapasitas 500\u00a0ekor\/m2.<\/p>\n<p>Kolam ketiga digunakan untuk ukuran remaja berukuran 3-5\u00a0cm dengan kapasitas 250\u00a0ekor\/m2.\u00a0Kolam keempat digunakan untuk belut berukuran 5-8\u00a0cm hingga mencapai 15-20\u00a0cm dengan kapasitas 50\u00a0ekor\/m2.<\/p>\n<p>Kolam kelima digunakan untuk belut berukuran dewasa yaitu 15-20\u00a0cm hingga 30-40\u00a0cm dengan berkapasitas 25\u00a0ekor\/m2.<\/p>\n<p>Cara membuat\u00a0di atas adalah cara untuk menghindari sifat kanibalisme ikan ketika sedang lapar. Jika dicampur semua ukuran pada media tanpa lumpur,\u00a0dapat dipastikan belut yang berukuran kecil akan dimangsa oleh belut yang berukuran lebih besar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_1833\" aria-describedby=\"caption-attachment-1833\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1833\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Belut.jpg\" alt=\"Belut\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1833\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: dictio.id<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Baca juga: <a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/probiotik-peningkatan-kualitas-ikan\/\">Probiotik, Solusi Peningkatan Kualitas Ikan yang Ramah Lingkungan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Mempersiapkan air<\/h2>\n<p>Air yang bersih dan jernih merupakan faktor utama pada sistem ini. Suhu harus berada pada kisaran 25-28 derajat celcius dan pH keasaman air 5-7. Air tidak mengandung zat \u2013 zat yang berbahaya. Jika menggunakan air PDAM,\u00a0sebaiknya sebelum bibit dimasukan ke dalam kolam,\u00a0air terlebih dahulu didiamkan selama 2-3 hari untuk menetralkan kandungan berbahaya dan kaporit dalam air.<\/p>\n<p>Sirkulasi air juga mempengaruhi pertumbuhan belut. Berikan sirkulasi yang baik pada kolam seperti memberikan pompa air, inkubator,\u00a0dan lain-lain. Jika tidak menggunakan alat bantu sirkulasi,\u00a0maka air harus diganti setiap 2 atau 3 hari.<\/p>\n<h2>Memilih Bibit<\/h2>\n<p>Bibit juga merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam budidaya\u00a0belut. Dengan memilih bibit yang bagus,\u00a0tentu akan menghasilkan hasil yang maksimal dan berkualitas. Pilihlah bibit yang panjangnya antara 5-7 cm dan memiliki ukuran seragam untuk menghindari sifat kanibalisme. Bibit yang dipilih antara lain tidak terluka atau lecet, bergerak lincah, dan tidak lemas saat dipegang.<\/p>\n<h2>Memberi Pakan<\/h2>\n<p>Pakan utama belut diberikan 2 kali dalam sehari dan untuk makanan alternatif bisa diberikan pelepah pisang beserta daun, ampas tahu, sosis rijek, dan lain-lain. Makanan utama belut terdiri dari cacing lor, dapnia, ikan guppi, kecebong, keong,\u00a0ulat hongkong,\u00a0bisa juga diberikan makanan kemasan seperti por.<\/p>\n<h2>Memanen<\/h2>\n<p>Pemanenan bisa dilakukan pada saat belut berumur 3,5 bulan sampai 4 bulan dengan panjang mencapai 30 \u2013 40\u00a0cm dan berwarna coklat gelap. Cara pemanenan sendiri sangatlah mudah, Anda hanya perlu mengurangi debit air pada kolam kemudian setelah air surut, belutnya\u00a0bisa diambil dengan serok atau alat lalin.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 5 langkah membudidayakan belut yang bisa Anda praktekkan. Sebelum belut dipasarkan,\u00a0sebaiknya pilihlah belut yang memiliki ukuran layak, sama rata, dan berkualitas bagus. Untuk belut yang tidak sesuai dengan prosedur pemanenan,\u00a0campurkan pada kolam lain yang memiliki ukuran sama.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-beternak-ulat-hongkong\/\"><strong>Cara Beternak Ulat Hongkong Bagi Pemula<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: elnandar.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Irjaun Naim<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di .<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belut adalah jenis ikan air tawar yang memiliki ciri khas tubuh memanjang dan hanya memiliki sirip punggung, mengandung lendir pada badannya,\u00a0dan sangat licin ketika dipegang. Panjangnya berkisar antara 5\u00a0cm sampai&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1832,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[843,1],"tags":[378,377,287,376],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Langkah-Membudidayakan-Belut-di-Kolam-Air-Jernih.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1831"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1831"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1834,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1831\/revisions\/1834"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}