{"id":1835,"date":"2024-02-02T01:00:03","date_gmt":"2024-02-01T18:00:03","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1835"},"modified":"2024-02-02T13:50:03","modified_gmt":"2024-02-02T06:50:03","slug":"cara-beternak-kalkun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-beternak-kalkun\/","title":{"rendered":"Cara Beternak Kalkun yang Mendatangkan Keuntungan"},"content":{"rendered":"<p>Beternak bukanlah hal yang asing buat kita, lalu bagaimana dengan beternak kalkun? Apakah kamu pernah mencobanya? Kalau belum, maka Pak Tani Digital akan membagikan informasi menarik tentang beternak kalkun, mulai dari prospek bisnisnya hingga cara beternak kalkun agar bisa berkembang dengan baik.<\/p>\n<p>Kalkun termasuk ke\u00a0dalam hewan unggas yang memiliki postur tubuh yang besar, bahkan rentangan sayapnya bisa mencapai 1,5-1,8 meter. Kalkun juga memiliki banyak jenis, dan yang paling sering diternak sebagai kalkun pedaging adalah jenis kalkun bronze.<\/p>\n<p>Untuk pemasarannya,\u00a0kamu tidak perlu khawatir karena masih jarang peternak kalkun ditemukan di Indonesia dan juga daging kalkun memiliki rasa yang lezat dan disukai banyak orang.<\/p>\n<p>Kandungan gizi daging kalkun sangat bermanfaat untuk menyehatkan jantung, meningkatkan kecerdasan otak bagi anak, meningkatkan daya tahan tubuh,\u00a0dan mampu mengurangi kadar kolestrol. Kelebihan-kelebihan tersebut akan meningkatkan permintaan pasar akan daging kalkun di masa depan.<\/p>\n<p>Ada banyak orang yang sudah berhasil dalam usaha ternak kalkun, salah satu contohnya adalah Ahmad Suyatno,\u00a0seorang warga Kudus, Jawa Tengah. Pada tahun lalu, ia\u00a0sudah memiliki penghasilan tetap dari ternak kalkun sebesar 7 juta hingga 8 juta setiap bulannya. Menurut\u00a0dia, pemasaran daging kalkun masih cukup mudah untuk dilakukan\u00a0karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang manfaat daging kalkun tersebut.<\/p>\n<p>Nah, kalau kamu tertarik memulai beternak kalkun, maka kamu harus tahu cara beternak kalkun yang benar agar tidak mengalami kerugian akibat dari lambatnya pertumbuhan kalkun ataupun berkurangnya jumlah kalkun peliharaan karena kematian.<\/p>\n<h2>Pemilihan bibit<\/h2>\n<p>Memilih bibit yang baik akan meningkatkan peluang keberhasilan ternak kalkun. Untuk itu,\u00a0pada saat pembelian bibit, pastikan bibit kalkun berada dalam kondisi yang sehat dan tidak memiliki cacat.<\/p>\n<p>Selain itu, perhatikan juga warna tubuh kalkun karena semakin gelap warna tubuhnya, semakin baguslah bibit kalkun tersebut. Secara singkat, pilihlah bibit kalkun dengan postur tubuh yang besar, tegap, sehat, lincah, tidak memiliki cacat, nafsu makan tinggi,\u00a0dan memiliki warna kotoran yang normal (tidak berwarna putih ataupun hijau).<\/p>\n<figure id=\"attachment_1837\" aria-describedby=\"caption-attachment-1837\" style=\"width: 903px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1837\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Cara-Beternak-Kalkun-yang-Mendatangkan-Keuntungan.jpg\" alt=\"Cara Beternak Kalkun yang Mendatangkan Keuntungan\" width=\"903\" height=\"677\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1837\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: jualayamhias.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Pemilihan lokasi ternak<\/h2>\n<p>Salah satu cara beternak kalkun yang baik adalah memilih lokasi ternak yang baik untuk kalkun. Ciri-ciri lokasi ternak yang baik adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Aman dan jauh dari pemukiman warga<\/li>\n<li>Bebas dari gangguan binatang lainnya<\/li>\n<li>Bebas dari bencana alam<\/li>\n<li>Kondisi tempat tidak lembab dan suhu udara normal<\/li>\n<li>Mendapat sinar matahari<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Pemilihan Kandang<\/h2>\n<p>Kalkun juga memerlukan kandang sebagai tempat tinggal. Kondisi kandang yang baik adalah mendapatkan\u00a0sinar matahari langsung dan\u00a0tidak terlalu sempit. Untuk kandang, pisahkan kalkun menurut umurnya, seperti berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kalkun usia 0-30 hari<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kandang harus berbentuk kotak dengan suhu yang hangat dengan lapisan koran atau kertas bekas pada bagian bawah sebagai alasnya. Pergantian alas secara teratur diperlukan agar kotoran kalkun tidak terlalu menumpuk.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kalkun usia 31 sampai 75 hari<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kalkun \u2018remaja\u2019 harus dipindahkan ke kandang yang lebih luas agar kalkun tidak merasa terlalu sempit. Ukuran kandang pada masa ini adalah panjang 2 m, lebar sekitar 80 cm,\u00a0dan\u00a0tinggi 70 cm yang hanya mampu menampung 10-20 ekor kalkun,\u00a0bergantung pada besarnya kalkun<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kalkun dewasa<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kalkun dewasa biasanya memilki kandang yang luas dengan tanah yang kering. Ukuran kandang kalkun dewasa biasanya 5 x 10 meter. Hal ini diperlukan agar kalkun bisa bergerak secara leluasa dan bisa mencari makanan tambahannya.<\/p>\n<p>Selain itu, kalkun dewasa harus dibedakan kandangnya berdasarkan jenis tugasnya, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kalkun pejantan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kalkun pejantan bertugas untuk mengawini kalkun betina, sehingga setiap pejantan\u00a0harus memiliki kandangnya masing-masing agar tidak terjadi perkelahian.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kalkun pengeram<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kalkun pengeram membutuhkan kandang dengan desain khusus agar memudahkan betina dalam\u00a0mengerami telurnya. Kandang pengeram juga harus memiliki suhu yang hangat dan perlu tambahan jerami sebagai alasnya serta\u00a0tempatkan kandang pada bagian yang tersembunyi agar kalkun tidak merasa terganggu selama masa pengeraman.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-sukses-beternak-bebek\/\"><strong>6 Langkah Sukses Beternak Bebek<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Pemberian pakan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_1839\" aria-describedby=\"caption-attachment-1839\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1839\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Pemberian-pakan-pada-ayam-kalkun.jpg\" alt=\"Pemberian pakan pada ayam kalkun\" width=\"640\" height=\"429\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1839\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: infopeternakan.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Pemberian pakan yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan dari kalkun tersebut. Namun, pakan kalkun bisa diolah dari sisa makanan rumah tangga, rumah makan,\u00a0ataupun restoran. Selain itu, bisa juga menggunakan dedak dan olahan enceng gondok.\u00a0Nutrisi tambahan pada kalkun juga perlu diperhatikan dengan menambahkan makanan kemasan atau konsentrat yang bisa dibeli di toko pakan ternak.<\/p>\n<p>Pembersihan kandang perlu dilakukan secara teratur jika ada pakan yang tidak habis dimakan\u00a0supaya\u00a0tidak terjadi pembusukan makanan di\u00a0dalam kandang yang berakibat\u00a0pada\u00a0timbulnya bibit penyakit.<\/p>\n<h2>Perawatan<\/h2>\n<p>Perawatan sangat diperlukan agar kalkun tidak mengalami sakit dan kematian. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat merawat adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Memisahkan anak kalkun dengan induknya<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pemisahan perlu dilakukan agar anak kalkun tidak mengalami stres. Kandang anakan harus bersuhu hangat dan memiliki alas kandang berupa jerami ataupun koran serta meletakkan kerikil pada tempat minumnya.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Berikan vaksinasi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Vaksinasi perlu dilakukan untuk mencegah serangan penyakit serta meningkatkan ketahanan tubuh kalkun. Vaksinasi\u00a0dapat dilakukan secara mandiri dengan membeli vaksin di toko peternakan dan memberikannya kepada kalkun sesuai aturan.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Berikan pakan yang bergizi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pakan yang bergizi diperlukan, khususnya pada anak kalkun,\u00a0tidak disarankan memberi jagung ataupun dedak\/bekatul.<\/p>\n<h2>Pengembangbiakan Kalkun<\/h2>\n<p>Pengembangbiakan kalkun berarti mengawinkan kalkun pejantan dengan kalkun pengeram. Perkawinan ideal dilakukan pada saat kalkun berumur\u00a06 bulan dan proses perkawinannya dapat terjadi secara alami maupun dengan bantuan peternak.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Perkawinan alami<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Hal ini dapat terjadi jika ukuran kalkun betina dan kalkun jantan tidak berbeda jauh\u00a0sehingga\u00a0perkawinan dapat terjadi dengan mudah.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Perkawinan bantuan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Hal ini dilakukan jika ukuran kalkun pejantan lebih besar dibandingkan dengan kalkun betinanya. Cara melakukan perkawinan bantuan adalah kamu harus memegang kalkun betina dan pastikan cakar pejantan tidak merusak bulu kalkun betina.<\/p>\n<p>Setiap proses perkawinan selesai, berikan tanda pada kalkun betina agar dapat dijadikan acuan induk unggulan yang akan diteruskan nantinya. Biasanya,\u00a0kalkun betina dikawinkan kembali 2 minggu setelah selesai bertelur. Waktu pengeraman berkisar antara 28-30 hari dan dapat dilakukan secara alami ataupun menggunakan alat penetas telur.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah cara beternak kalkun yang perlu diperhatikan oleh setiap orang yang ingin atau sedang memelihara kalkun. Dengan mengikuti cara beternak kalkun yang benar, kerugian pun dapat dihindari dan peternak kalkun bisa mendapatkan keuntungan yang banyak.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/beternak-ayam-kampung\/\"><strong>4 Langkah Sukses Beternak Ayam Kampung<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan download di .<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beternak bukanlah hal yang asing buat kita, lalu bagaimana dengan beternak kalkun? Apakah kamu pernah mencobanya? Kalau belum, maka Pak Tani Digital akan membagikan informasi menarik tentang beternak kalkun, mulai&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1838,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842,1],"tags":[379,287,380],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Cara-Beternak-Kalkun-yang-Benar.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1835"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1835"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1835\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1840,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1835\/revisions\/1840"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}