{"id":1881,"date":"2019-03-04T11:00:08","date_gmt":"2019-03-04T04:00:08","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1881"},"modified":"2019-03-03T14:21:22","modified_gmt":"2019-03-03T07:21:22","slug":"mengapa-harus-pak-tani-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengapa-harus-pak-tani-digital\/","title":{"rendered":"Mengapa Harus Pak Tani Digital?"},"content":{"rendered":"<p>Aplikasi  hadir dengan memiliki visi untuk menyejahteraan para petani yang ada di Indonesia. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani adalah panjangnya rantai distribusi atau tata niaga hasil panen. Oleh karena itu, Pak Tani Digital ingin memangkas rantai distribusi tersebut dengan menjual hasil panen petani langsung kepada pembeli akhir, tanpa melalui perantara. Nah, mengapa harus Pak Tani Digital?<\/p>\n<h2><span title=\"Edited\">Indonesia sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia<\/span><\/h2>\n<p><span title=\"Edited\">Banyaknya orang yang memiliki mata pencaharian sebagai petani menjadikan Indonesia dijuluki sebagai negara agraris. Menurut data dari BPS tahun 2018, Indonesia memiliki luas lahan sawah seluas 7,1 juta hektar. Angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun 2017 dengan luas 7,75 juta hektar karena adanya alih fungsi lahan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1883\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Flyer-Indonesia.jpeg\" alt=\"Indonesia sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia\" width=\"1280\" height=\"958\" \/><\/p>\n<p><span title=\"Edited\">Akan tetapi, pada tahun 2018, Indonesia sudah memproduksi beras sebesar 32,4 juta ton dimana terjadi surplus 2,85 juta ton. Hal ini harus dipertahankan karena Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri. Impor beras yang dilakukan hanya sebagai cadangan, bukan stok utama.<\/span><\/p>\n<h2><span title=\"Edited\">Sulitnya petani menjual hasil panen komoditinya langsung kepada pembeli akhir<\/span><\/h2>\n<p><span title=\"Edited\">Dalam penjualan komoditi pertanian, ternyata rantai yang terlalu panjang hanya menguntungkan tengkulak\/agen tetapi merugikan petani dikarenakan harga yang tidak sesuai dengan ekspektasi petani. Lemahnya posisi tawar petani menyebabkan rendahnya harga komoditi di tingkat petani merupakan rintangan bagi petani.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1885\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Flyer-Petani.jpeg\" alt=\"Petani sulit menjual hasil taninya langsung kepada pembeli akhir\" width=\"1280\" height=\"958\" \/><\/p>\n<p><span title=\"Edited\">Oleh karena itu, Pak Tani Digital hadir sebagai solusi digital yang menghubungkan petani langsung kepada pembeli akhir. Petani bisa langsung menjual komoditinya ke konsumen tanpa harus melalui tengkulak\/agen. Dengan demikian, petani sudah bisa berperan sebagai penentu harga sehingga petani pun tidak dirugikan lagi. Menariknya, dengan adanya marketplace Pak Tani Digital ini, petani sudah bisa menjual komoditinya sebelum dipanen. Ujung-ujungnya, hal ini tentu akan meningkatkan kesejahteraan bagi petani!<\/span><\/p>\n<h2><span title=\"Edited\">Pembeli akhir sulit menemukan komoditi pertanian di Indonesia<\/span><\/h2>\n<p><span title=\"Edited\">Konsumen sangat sulit membeli hasil panen yang segar langsung dari petani. Selain itu, harga pangan yang melambung tinggi juga menjadi kendala bagi konsumen.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1884\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Flyer-Pembeli-Akhir.jpeg\" alt=\"Pembeli sulit menemukan komoditi pertanian di Indonesia\" width=\"1280\" height=\"958\" \/><\/p>\n<p><span title=\"Edited\">Maka dari itu, dengan menggunakan aplikasi Pak Tani Digital, konsumen bisa langsung memesan dan membeli hasil panen dari petani dengan harga dari petani pula. Hal ini tentu akan meningkatkan posisi tawar petani naik, dan memangkas distribusi pertanian agar lebih cepat sampai di tangan konsumen.<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 3 hal yang menjadi landasan hadirnya aplikasi Pak Tani Digital di Indonesia. Dengna adanya aplikasi Pak Tani Digital ini, diharapkan petani menjadi lebih sejahtera dan mandiri dalam memasarkan hasil panennya kepada pembeli akhir.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/faktor-trust-transaksi-online-pertanian\/\"><strong>Pentingnya Faktor Trust dalam Transaksi Online Pertanian<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Silahkan download di .<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aplikasi hadir dengan memiliki visi untuk menyejahteraan para petani yang ada di Indonesia. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani adalah panjangnya rantai distribusi atau tata niaga hasil panen. Oleh&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1882,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,70],"tags":[388,390,216,389,12,250,391],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Mengapa-Harus-Pak-Tani-Digital.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1881"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1881"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1881\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1887,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1881\/revisions\/1887"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}