{"id":1906,"date":"2024-10-22T01:00:50","date_gmt":"2024-10-21T18:00:50","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1906"},"modified":"2024-10-22T07:56:07","modified_gmt":"2024-10-22T00:56:07","slug":"5-tips-menanam-kurma-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-menanam-kurma-di-indonesia\/","title":{"rendered":"5 Tips Menanam Kurma di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Siapa sangka, tanaman kurma hanya bisa tumbuh dan berbuah di negara Timur Tengah saja?\u00a0Berkat ilmu pengetahuan yang mumpuni,\u00a0kini tanaman buah kurma juga bisa tumbuh hijau di Indonesia. Meskipun tanaman ini sangat rumit perawatannya dan 75% dari 100% orang yang mencoba gagal,\u00a0bukan berarti tanaman ini tidak bisa dikembangbiakkan di Indonesia. Bahkan,\u00a0tanaman kurma sudah tumbuh subur di Provinsi Aceh.<\/p>\n<p>Nah, bagi Anda yang ingin mencoba menanam pohon kurma, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan.<\/p>\n<h2>Pengolahan Benih dan Penanaman Bibit<\/h2>\n<p>Benih kurma berasal dari biji kurma yang bisa didapatkan\u00a0dari toko pertanian atau toko penjual kurma. Pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perendaman. Rendam biji kurma dan diamkan selama 4 hari.<\/p>\n<p>Kedua, setelah proses perendaman selesai,\u00a0siapkan gelas plastik bekas minuman dan letakkan biji kurma ditengah-tengah tisu yang sudah dibasahi untuk menjaga suhu tetap lembab. Perhatikan setiap hari, berikan sedikit air jika tisu di\u00a0dalam gelas sudah kering.\u00a0Setelah satu minggu,\u00a0biji kurma mulai berakar dan berkecambah.<\/p>\n<p>Ketiga, pindahkan ke dalam polybag setelah kecambah biji kurma berumur 2 minggu. Untuk media tanam polybag,\u00a0gunakan\u00a0bahan tanah dan kompos.<\/p>\n<p>Keempat,\u00a0setelah pohon kurma mencapai ketinggian setengah meter, pindahkan ke lahan kosong dengan jarak 7m x 7m. Gali tanah hingga kedalaman 60\u00a0cm kemudian\u00a0letakkan bibit pohon kurma-nya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/menanam-sayur-urban-gardening\/\"><strong>Cara Menanam Sayur di Rumah dengan Urban Gardening<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Penyiraman<\/h2>\n<p>Penyiraman dilakukan pada umur 1-6 bulan setelah penanaman dan dilakukan sekali dalam 2 hari. Tanaman usia 7-12 bulan dilakukan penyiraman sekali dalam 4 hari, sedangkan untuk tanaman yang sudah dewasa,\u00a0dilakukan sekali\u00a0dalam seminggu.<\/p>\n<p>Campurkan obat perangsang buah yang dicampurkan ke dalam air siraman. Obat ini bisa didapatkan di toko obat pertanian. Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari, jika dilakukan pada siang hari,\u00a0akan mengakibatkan daun pohon kurma terbakar dan berakibat pada kematian.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1908\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Pohon-Kurma.jpg\" alt=\"Pohon Kurma\" width=\"1000\" height=\"662\" \/><\/p>\n<h2>Pemupukan<\/h2>\n<p>Untuk pemupukan,\u00a0jenis yang dipakai adalah NPK, dilakukan 3\u00a0kali dalam setahun. Dalam waktu 3-4 tahun,\u00a0pohon kurma akan berbunga dan dari sini akan terlihat pohon kurma jantan dan betina dengan ciri-ciri: bunga jantan berwarna keputih-putihan dan berukuran kecil dilapisi serbuk seperti tepung, sedangkan bunga betina berwarna kuning cerah seperti bunga kelapa.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bahaya-pupuk-kimia\/\"><strong>5 Dampak Berbahaya, Stop \u2018Kecanduan\u2019 Pupuk Kimia!<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Pembuahan<\/h2>\n<p>Bunga pohon kurma betina harus dibuahi bunga pohon jantan secara manual yaitu dengan memotong kulit mayang bagian ujung pohon kurma jantan. Kemudian,\u00a0diselipkan di\u00a0antara bunga betina dan diikat selama 1-2hari.<\/p>\n<p>Untuk memaksimalkan buah kurma,\u00a0perlu dilakukan penjarangan atau memotong buah kurma yang berukuran kecil dan lambat berkembang agar buah yang besar berkembang secara maksimal dan lebih besar lagi. Buah kurma perlu dibungkus dengan wadah plastik atau kain untuk menghindari berbagai hama dan penyakit.<\/p>\n<h2>Pemanenan<\/h2>\n<p>Buah kurma bisa dipanen saat berumur 5 minggu setelah pembuahan dan memiliki warna terang seperti kuning, merah muda, atau merah muda (tergantung jenis )<\/p>\n<p>Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tunas janjang buah dan bersihkan bekas potongan sampai pangkal pohon. Ini berguna untuk mempercepat persiapan pohon kurma untuk berbuah lagi.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 5 tips yang perlu Anda ketahui untuk memulai menanam kurma di lahan Indonesia. Bukan hanya di Timur Tengah saja, pohon kurma juga bisa dibudidayakan di Indonesia asalkan dilakukan dengan prosedur yang benar. Nah, setelah mengetahui tips menanam kurma ini, apakah Anda menjadi tertarik untuk membudidayakan kurma?<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/menanam-wortel-bagi-pemula\/\"><strong>Cara Mudah Menanam Wortel Bagi Pemula<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Irjaun Naim<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di .<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa sangka, tanaman kurma hanya bisa tumbuh dan berbuah di negara Timur Tengah saja?\u00a0Berkat ilmu pengetahuan yang mumpuni,\u00a0kini tanaman buah kurma juga bisa tumbuh hijau di Indonesia. Meskipun tanaman ini&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1907,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[397,395,396,398],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Tips-Menanam-Kurma-di-Indonesia.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1906"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1906"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1906\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1909,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1906\/revisions\/1909"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}