{"id":1919,"date":"2024-02-01T01:00:12","date_gmt":"2024-01-31T18:00:12","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1919"},"modified":"2024-02-01T04:59:06","modified_gmt":"2024-01-31T21:59:06","slug":"mengendalikan-penyakit-pada-bawang-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-penyakit-pada-bawang-putih\/","title":{"rendered":"Cara Mengendalikan Penyakit pada Bawang Putih dengan Mudah"},"content":{"rendered":"<p>Selain <a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hama-bawang-putih-cara-mengendalikan\/\">hama<\/a>, bawang putih juga rentan terserang penyakit. Beberapa di\u00a0antara penyakit tersebut bahkan bisa menyebabkan\u00a0kematian pada tanaman. Oleh karena itu, bagi Anda yang tertarik membudidayakan bawang putih juga harus paham bagaimana cara mengatasi penyakit pada bawang putih dengan optimal agar penyakit tersebut bisa dibasmi dan tidak menular ke\u00a0tanaman bawang lainnya.<\/p>\n<p>Nah, apa saja penyakit yang mungkin menyerang tanaman bawang putih dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, silahkan simak uraian berikut ini.<\/p>\n<h2><span style=\"color: #008000;\">Bercak Ungu<\/span> <em><span style=\"color: #008000;\">(Alternaria porri)<\/span><\/em><\/h2>\n<p>Penyakit ini disebabkan oleh jamur <em><i>Alternaria<\/i><\/em>\u00a0<em><i>porri<\/i><\/em>\u00a0dan sudah ditemukan di\u00a0seluruh dunia. Penyakit ini menyerang tanaman bawang pada saat pembentukan umbi dan juga\u00a0menyerang tanaman muda jika kondisi cuaca sering hujan dan terlalu lembab.<\/p>\n<p>Gejala awal yang ditunjukkan oleh penyakit ini adalah terlihatnya bercak putih yang membesar dan tampak memiliki pola seperti cincin dan berwarna ungu. Bagian tengah bercak berwarna hitam dengan garis lingkar berwarna kekuningan. Pada kondisi yang lembab, bercak tersebut tertutup jamur yang berwarna coklat tua kehitaman. Sedangkan pada kondisi yang parah, penyakit ini bisa menyebabkan daun dan batang semu menjadi kering.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1925\" aria-describedby=\"caption-attachment-1925\" style=\"width: 551px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1925\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Bercak-ungu-pada-bawang-putih.jpg\" alt=\"Bercak ungu pada bawang putih\" width=\"551\" height=\"345\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1925\" class=\"wp-caption-text\"><em>Penyakit Bercak Ungu | Sumber: nufarm.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Penyakit ini juga sangat mudah menyebar karena\u00a0bentuknya sangat kecil dan ringan. Bibit jamur dapat terhembus oleh angin dan menjangkiti tanaman bawang lainnya, baik melalui media air, tanah, maupun alat yang sudah terkontaminasi jamur ini.<\/p>\n<p>Jika menemukan gejala yang disebutkan di atas, <strong>cara mudah mengendalikan penyakit ini adalah langsung memotong dan membakar daun yang terjangkiti jamur<\/strong>. <strong>Jika sudah terlanjur menyebar, Anda bisa menggunakan fungisida <\/strong>untuk mengatasinya. Fungisida yang dapat digunakan adalah Daconil, Defolatan 4F, Dithane M-45.<\/p>\n<h2><span style=\"color: #008000;\">Busuk Fussarium<\/span> <em><span style=\"color: #008000;\">(Fussarium oxysporum Schlect)<\/span><\/em><\/h2>\n<p>Busuk Fussarium atau sering juga disebut dengan layu fussarium disebabkan oleh jamur <em><i>fussarium<\/i><\/em>\u00a0<em><i>oxyporum<\/i><\/em>. Tanaman yang memiliki luka pada bagian batang atau daun akan sangat mudah terinfeksi penyakit ini. Pada bawang putih, penyakit ini juga sering menyerang pada masa setelah panen atau pada masa penyimpanan.<\/p>\n<p>Gejala yang ditunjukkan pada bawang putih adalah umbi bawang putih akan terlihat basah lalu melunak dan akhirnya berwarna coklat dan membusuk. Kejadian ini sering terjadi karena penanganan pasca panen yang kurang baik dan terlalu \u2018kasar\u2019 sehingga mengakibatkan luka yang memudahkan infeksi penyakit ini.<\/p>\n<p>Selain pasca panen, penyakit ini juga bisa menyerang tanaman bawang putih pada masa budidayanya. Gejala yang muncul adalah daun-daun terlihat layu, berwarna kuning,\u00a0melengkung,\u00a0dan\u00a0akan tampak koloni jamur\u00a0berwarna putih pada bagian umbi saat dicabut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1899 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/5-Hama-yang-Menyerang-Bawang-Putih-dan-Cara-Mengendalikannya.jpg\" alt=\"5 Hama yang Menyerang Bawang Putih dan Cara Mengendalikannya\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p>Penyakit ini dapat menular melalui tanah\u00a0sehingga <strong>langkah yang tepat dalam mencegah timbul dan menyebarnya penyakit ini adalah dengan menggunakan mulsa plastik<\/strong>. <strong>Pencabutan dan pemusnahan tanaman yang terkena penyakit ini perlu segera dilakukan<\/strong> jika sudah menunjukkan gejala-gejala terjangkit penyakit ini.<\/p>\n<p><strong>Cara lain untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menaburkan fungisida <\/strong>3 hari sebelum ditanam dan <strong>menggunakan pupuk yang mengandung agen hayati <em><i>Trichoderma sp<\/i><\/em>\/<em><i>trichocompos<\/i><\/em>\u00a0dan\u00a0<em><i>Gliocladium sp<\/i><\/em>\u00a0yang ditaburkan<\/strong> pada gundukan sebelum masa tanam.<\/p>\n<p><strong>Jika sudah terlanjur menyebar, maka Anda dapat menggunakan fungisida<\/strong> untuk memberantasnya. Adapun fungisida yang cocok antara lain Benlate, Difolatan 4 F, atau Manzate D.<\/p>\n<h2><span style=\"color: #008000;\">Embun bulu\/Embun tepung<\/span> <em><span style=\"color: #008000;\">(Perenospora destructor)<\/span><\/em><\/h2>\n<p>Penyakit Embun bulu atau Embun tepung disebabkan oleh jamur <em><i>Perenospora<\/i><\/em>\u00a0<em><i>destructor<\/i><\/em>\u00a0yang biasanya menyerang pada masa awal pembentukan umbi. Gejala yang ditimbulkan penyakit ini berupa\u00a0munculnya titik-titik abu-abu atau hijau pucat pada ujung daun. Pada saat kondisi kelembaban tinggi dan hujan yang terus menerus,\u00a0maka bintik-bintik tersebut akan melebar dengan cepat lalu berubah menjadi warna ungu. Dalam kondisi yang cukup parah,\u00a0akan mengakibatkan tanaman mati.<\/p>\n<p><strong>Cara mengatasi penyakit ini sama dengan mengatasi penyakit lain, yaitu dengan segera memusnahkan tanaman yang terkena penyakit tersebut<\/strong>. Selain itu, <strong>bisa menggunakan pestisida<\/strong>,\u00a0misalnya Daconil 75 WP, Antracol 70 WP, atau Dithane M-45.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1926\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Bawang-Putih.jpg\" alt=\"Bawang Putih\" width=\"1280\" height=\"847\" \/><\/p>\n<h2><span style=\"color: #008000;\">Bercak daun<\/span> <em><span style=\"color: #008000;\">(Cercospora duddiae Welles)<\/span><\/em><\/h2>\n<p>Bercak daun disebabkan oleh jamur <em><i>Cercospora<\/i><\/em>\u00a0<em><i>dudiae<\/i><\/em>\u00a0dan mampu menginfeksi tanaman bahkan melalui stomata daun tanaman. Gejala yang ditimbulkan oleh serangan penyakit ini adalah timbulnya bercak-bercak berwarna kuning pada ujung\u00a0daun. Tanaman ini akan menghambat tumbuh kembang tanaman dan menyebabkan menurunnya jumlah produksi umbi.<\/p>\n<p><strong>Untuk mencegah munculnya penyakit ini, Anda bisa semprotkan <em><i>Psedomonas fluorescens<\/i><\/em>\u00a020 cc\/liter air dengan volume semprot 500 liter\/hektar sebanyak 1-2 kali per minggu<\/strong>. Penyakit ini dapat diatasi dengan cara <strong>memusnahkan tanaman yang terserang penyakit dan bila perlu,\u00a0gunakan fungisida<\/strong>.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah penyakit-penyakit pada bawang putih yang perlu Anda ketahui. Dari beberapa jenis penyakit tersebut,\u00a0dapat kita lihat bahwa penyebab utama penyakit pada bawang putih adalah jamur. Pada umumnya,\u00a0jamur akan tumbuh dan berkembangbiak\u00a0lebih cepat jika kelembaban tinggi. Jadi, maka dari itu,\u00a0gunakan gundukan dan mulsa plastik untuk mengatur kelembaban di\u00a0sekitar tanaman untuk mencegah\u00a0timbulnya jamur.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hama-bawang-putih-cara-mengendalikan\/\"><strong>Ini Dia 5 Hama Bawang Putih dan Cara Mengendalikannya<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain hama, bawang putih juga rentan terserang penyakit. Beberapa di\u00a0antara penyakit tersebut bahkan bisa menyebabkan\u00a0kematian pada tanaman. Oleh karena itu, bagi Anda yang tertarik membudidayakan bawang putih juga harus paham&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1923,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[846,1],"tags":[191,192,244,58],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Cara-Mengendalikan-Penyakit-pada-Bawang-Putih-dengan-Mudah.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1919"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1919"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1932,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1919\/revisions\/1932"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}