{"id":1933,"date":"2023-12-01T01:00:22","date_gmt":"2023-11-30T18:00:22","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1933"},"modified":"2023-12-01T09:48:17","modified_gmt":"2023-12-01T02:48:17","slug":"cara-membudidayakan-pisang-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-membudidayakan-pisang-modern\/","title":{"rendered":"Cara Mudah Membudidayakan Pisang Secara Modern"},"content":{"rendered":"<p>Pisang adalah tanaman buah yang berasal dari kawasan Asia Tenggara,\u00a0termasuk indonesia. Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika dan Amerika.<\/p>\n<p>Pisang merupakan komoditas perdagangan yang sangat menguntungkan karena mudah ditanam secara modern maupun tradisional. Perkebunan pisang yang modern banyak ditemukan di Meksiko, Jamaika, Afrika Tengah, Ekuador, dan Asia Tenggara.\u00a0Pohon pisang di Indonesia pada umumnya masih ditanam secara tradisional sebagai tumbuhan sela di pekarangan rumah.<\/p>\n<p>Nah, bagi Anda yang ingin membudidayakan pisang secara modern, berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.<\/p>\n<h2>Syarat Tumbuh Pohon Pisang<\/h2>\n<p>Tanaman pisang dapat tumbuh sempurna pada iklim tropis, kelembaban dan suhu panas sangat mendukung tanaman pisang\u00a0untuk tumbuh. Pisang membutuhkan pasokan air yang cukup\u00a0walaupun pohon pisang sudah mengandung banyak air tapi hanya cukup untuk pertumbuhan pohon pisang tapi tidak untuk produktivitas buah pisang.<\/p>\n<h2>Penanaman Pisang<\/h2>\n<p>Untuk membudidayakan pisang di lahan perkebunan,\u00a0perlu dilakukan pembasmian gulma, rumput, dan tanaman parasit lainya. Pembuatan irigasi juga perlu diperhatikan, yaitu dengan membuat saluran irigasi pada lahan datar ataupun lahan miring.\u00a0Sediakan satu saluran irigasi untuk 3 baris tanaman pisang. Di atas landasan dan sisi saluran,\u00a0ditanam rumput untuk menghindari erosi dari landasan itu sendiri.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-pembibitan-pisang-murah-sederhana\/\"><strong>Inilah Cara Pembibitan Pisang yang Murah dan Sederhana<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1935 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Penanaman-Pisang.jpg\" alt=\"Penanaman Pisang\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p>Jenis bibit pisang yang baik adalah pisang raja, pisang kepok, pisang emas, pisang ambon, dan pisang ullin. Bibit pisang bisa berasal dari anakan tunas indukan, bonggol, maupun bibit hasil kultur jaringan.\u00a0Pilihlah bibit pisang yang berukuran 1-1,5 m untuk bibit anakan dan ukuran 60-80 cm untuk bibit bonggol maupun bibit kultur jaringan.<\/p>\n<p>Beri jarak tanam pisang 3\u00a0m\u00a0x 3\u00a0m,\u00a0populasi tanaman untuk 1 hektar berkisar antara 800-1200 pohon. Lubang tanah untuk tanah padat yaitu 30\u00a0cm x 30 cm\u00a0dengan kedalaman 30\u00a0cm sedangkan untuk tanah gembur 40\u00a0cm x 40\u00a0cm dengan kedalaman 40\u00a0cm.<\/p>\n<p>Penanaman dilakukan menjelang musim hujan yaitu bulan September sampai Oktober. Sebelum tanaman dimasukkan, sebaiknya masukkan terlebih dahulu pupuk kandang sebanyak\u00a05\u00a0kg sampai 10\u00a0kg. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah.<\/p>\n<h2>Perawatan<\/h2>\n<p>Untuk mengasilkan tanaman yang baik,\u00a0satu rumpun harus terdiri dari 3-4 batang tunas anakan dan induk. Pemotongan tunas anakan dilakukan sedemikian rupa dengan berbeda umur. Setelah 3 tahun,\u00a0rumpun harus dibongkar dan diganti dengan bibit yang baru.<\/p>\n<p>Rumput dan tanaman lainya harus disiangi. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan tanah pada pangkal tanaman agar akar yang tumbuh lebih kuat dan anakan tunas tumbuh lebih banyak.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-penyakit-layu-fusarium-pisang\/\">Cara Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Pisang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Perlu diperhatikan,\u00a0daun-daun yang mulai mengering juga harus dihilangkan atau dipangkas pada pangkal pelepah untuk menjaga kebersihan tanaman dan sanitasi lingkungan. Pemangkasan daun kering dilakukan setiap hari.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1937 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Daun-Pisang.jpg\" alt=\"Daun Pisang\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p>Tanaman pisang sangat membutuhkan pupuk urea 207\u00a0kg, super fosfat 138\u00a0kg, KCI 608\u00a0kg,\u00a0dan batu kapur 200\u00a0kg untuk 1 hektar tanaman atau 2 ons urea, 1,5 ons super fosfat,\u00a06 ons\u00a0KCI,\u00a0dan 2 ons batu kapur untuk satu pohon pisang. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun,\u00a0dimulai setelah 6 bulan penanaman.<\/p>\n<p>Jantung pisang yang telah berjarak 25\u00a0cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat.<\/p>\n<h2>Pemanenan<\/h2>\n<p>Pada umur 1 tahun,\u00a0rata-rata pisang sudah berbuah. Buah yang siap dipanen berkisar umur 80-100 hari dengan ciri \u2013 ciri buah mulai berwarna hijau kekuningan. Sebaiknya buah diambil sebelum menguning di pohon.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah cara mudah dalam membudidayakan pisang secara modern, mulai dari mengetahui syarat tumbuh pohon pisang hingga pemanenannya. Dengan mengetahui hal-hal di atas, Anda tidak perlu bingung lagi jika ingin membudidayakan pisang.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Irjaun Naim<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di .<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pisang adalah tanaman buah yang berasal dari kawasan Asia Tenggara,\u00a0termasuk indonesia. Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika dan Amerika. Pisang merupakan komoditas perdagangan yang sangat menguntungkan karena mudah ditanam secara&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1934,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[40,401,402,223,403],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Cara-Mudah-Membudidayakan-Pisang-Secara-Modern.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1933"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1933"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1940,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1933\/revisions\/1940"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}