{"id":1947,"date":"2023-01-03T01:00:58","date_gmt":"2023-01-02T18:00:58","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1947"},"modified":"2023-01-03T10:07:33","modified_gmt":"2023-01-03T03:07:33","slug":"mengatasi-penyakit-akar-gada-kembang-kol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengatasi-penyakit-akar-gada-kembang-kol\/","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Penyakit Akar Gada pada Kembang Kol"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa bagian dari tanaman yaitu daun, batang,\u00a0bahkan akar memiliki fungsi yang berbeda. Akar sangat berperan penting bagi tanaman karena\u00a0berfungsi untuk menyerap air\u00a0dan unsur hara, mengangkut unsur hara, serta menyongkong\u00a0dan memperkuat tanaman agar tidak mudah roboh. Jika akar tidak sehat,\u00a0maka akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.\u00a0Hal ini juga menentukan produktivitas yang akan dihasilkan.<\/p>\n<p>Tanaman hortikultura merupakan tanaman yang sering dibudidayakan oleh masyarakat,\u00a0salah satunya adalah tanaman sayuran. Tanaman sayuran yang sering dibudidayakan oleh petani,\u00a0khususnya petani dataran tinggi,\u00a0adalah kembang kol.<\/p>\n<p>Kembang kol merupakan keluarga dari kubis-kubisan yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Akan tetapi, tanaman kembang kol sering terkena penyakit akar gada sehingga hal ini sangat meresahkan petani dan memerlukan pengendalian\u00a0yang tepat.<\/p>\n<h2>Apa itu Penyakit Akar Gada?<\/h2>\n<p>Penyakit akar gada disebabkan oleh jamur <em><i>Plasmodiophora brassica<\/i><\/em><em><i>, <\/i><\/em>penyakit yang menyerang bagian akar tanaman <em><i>Brassicaceae<\/i><\/em>. Akar tanaman yang terserang penyakit ini tampak menggelebung atau bentuknya bulat-bulat\u00a0sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman\u00a0tersebut. Spora <em><i>Plasmodiophora brassica<\/i><\/em>\u00a0bisa bertahan lama dalam tanah bahkan sampai 10 tahun tanpa tanaman inang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1950\" aria-describedby=\"caption-attachment-1950\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1950\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Penyakit-Akar-Gada.jpg\" alt=\"Penyakit Akar Gada\" width=\"500\" height=\"400\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1950\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: nasa88.wordpress.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Penyakit akar gada menyebar dari benih yg mengandung patogen penyakit,\u00a0biasanya dipengaruhi oleh sejarah lahan. Misalnya, cagar benih yg akan ditanam bisa saja terkena patogen penyakit akar gada. Selain itu, jarak tanam yang tidak teratur juga dapat membuat penyakit tersebut menyebar.<\/p>\n<p>Penanaman yang salah merupakan salah satu yang menyebabkan penyakit ini. Tanaman kol seharusnya ditanam dengan posisi akar lurus. Selain tingkat keasaman tanah,\u00a0juga perlu diukur,\u00a0jika pH tanah tersebut asam,\u00a0maka akan memicu adanya jamur. Sedangkan untuk pH\u00a0basa, akan\u00a0menimbulkan bakteri.<\/p>\n<p>Jika akar tanaman yang terkena penyakit gada dimakan oleh sapi, maka kotoran sapi tersebut masih mengandung pathogen penyakit tersebut.\u00a0Oleh karena itu,\u00a0perlu dilakukan pencegahan sebelum penyakit itu menyebar.<\/p>\n<h2>Cara Mengendalikan Penyakit Akar Gada<\/h2>\n<p>Hal yang dilakukan untuk mengendalikan patogen penyakit ini adalah dengan memanfaatkan trikodarma dan melakukan rotasi tanam pada lahan. Pengendalian dengan trikodarma merupakan pengandalian yang tidak menggunakan bahan kimia sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Trikodarma tidak menyerang tanamannya tetapi menyerang penyakit akar gada tersebut.<\/p>\n<p>Adapun pengendalian lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi atau menghentikan penggunaan pupuk kimia sintetis (UREA), menambahkan kapur dolomit pada perendaman benih,\u00a0dan menyemprotkan\u00a0pestisida secara hayati. Trikodarma dapat dibudidayakan sehingga memudahkan petani dalam penerapannya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-penyakit-layu-bakteri-tomat\/\"><strong>Cara Mengendalikan Penyakit Layu Bakteri pada Tanaman Tomat<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Wiwi Sepriani<br \/>\n<\/strong><em>Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di .<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa bagian dari tanaman yaitu daun, batang,\u00a0bahkan akar memiliki fungsi yang berbeda. Akar sangat berperan penting bagi tanaman karena\u00a0berfungsi untuk menyerap air\u00a0dan unsur hara, mengangkut unsur hara, serta menyongkong\u00a0dan memperkuat&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1949,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[410,412,413,414,58,411],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Cara-Mengatasi-Penyakit-Akar-Gada-pada-Kembang-Kol.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1947"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1947"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1952,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1947\/revisions\/1952"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1949"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}