{"id":1954,"date":"2022-10-29T01:00:33","date_gmt":"2022-10-28T18:00:33","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1954"},"modified":"2022-10-29T07:35:43","modified_gmt":"2022-10-29T00:35:43","slug":"waktu-teknik-menyadap-karet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/waktu-teknik-menyadap-karet\/","title":{"rendered":"Waktu dan Teknik Menyadap Karet yang Tepat"},"content":{"rendered":"<p>Saat ini, Indonesia memiliki perkebunan karet rakyat yang cukup luas dan pada umumnya,\u00a0komoditi karet tersebut merupakan penghasilan utama yang diandalkan oleh pemilik kebun. Namun, produktivitas karet yang dikelola oleh rakyat sangat rendah. Bahkan,\u00a0pada beberapa tahun terakhir,\u00a0produktvitasnya mengalami penurunan secara drastis akibat dari tren melemahnya harga dari karet itu sendiri dari tahun ke tahun.<\/p>\n<p>Namun, beberapa bulan yang lalu,\u00a0pemerintah merencanakan untuk menggunakan karet sebagai campuran perekat pada aspal. Pada saat rencana tersebut dijalankan,\u00a0maka secara otomatis permintaan terhadap karet dan harganya pun ikut menaik. Nah, pada saat harga karet berada pada puncaknya,\u00a0apakah Anda\u00a0sudah siap untuk memproduksi kembali karet di\u00a0kebunmu dengan maksimal?<\/p>\n<p>Mungkin beberapa di\u00a0antara Anda\u00a0sudah terbiasa dan sangat handal dalam menyadap karet serta sudah tahu waktu yang tepat dalam menyadap karet berkat segudang pengalaman yang sudah\u00a0diperoleh. Namun, tidak ada salahnya untuk sekedar menambah ilmu dan mencoba teknik baru yang mungkin lebih cocok,\u00a0bukan? Kalau begitu,\u00a0langsung saja simak uraian tentang waktu dan teknik menyadap karet yang\u00a0tepat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1957\" aria-describedby=\"caption-attachment-1957\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1957\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Fakta-Karet-di-Indonesia.jpg\" alt=\"Fakta Karet di Indonesia\" width=\"600\" height=\"599\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1957\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: @kementerianpertanian<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Apa itu menyadap?<\/h2>\n<p>Menyadap adalah kegiatan pemutusan atau pelukaan pembuluh lateks\u00a0(getah karet) sehingga lateks menetes keluar. Keluarnya lateks tersebut disebabkan oleh adanya Turgor. Turgor adalah tekanan pada dinding sel yang disebabkan oleh isi sel. Dengan kata lain, banyak sedikitnya lateks yang dihasilkan merupakan pengaruh dari kuat lemahnya Turgor pada batang karet tersebut. Artinya, semakin kuat Turgornya,\u00a0semakin banyak lateks yang dikeluarkan.<\/p>\n<h2>Waktu Penyadapan<\/h2>\n<p>Pohon karet yang sudah dewasa dan siap untuk disadap adalah pohon yang berumur 4,5-6 tahun dengan ukuran lingkaran batang mencapai 45 cm dan diukur pada bagian 100 cm di\u00a0atas penyatuan okulasi. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyadapan yang terlalu dini yang berimbas kepada kurangnya volume lateks (getah karet) pada periode sadap selanjutnya.<\/p>\n<p><strong>Waktu yang baik untuk melakukan penyadapan<\/strong> adalah saat kondisi Turgor masih tinggi yaitu pada pagi hari <strong>tepatnya pukul 05:45<\/strong>,\u00a0sesuai dengan waktu daerah masing-masing. Penelitian menunjukkan bahwa penyadapan pada waktu itu mengeluarkan lateks yang lebih banyak dibandingkan dengan waktu penyadapan yang lain. Hal itu terjadi karena\u00a0pada jam segitu,\u00a0tekanan Turgor berada pada titik tertinggi, yaitu 10-14 atm. Tekanannya menurun seiring bertambahnya waktu.<\/p>\n<p>Frekuensi penyadapan juga dibedakan berdasarkan umur setelah dimulai penyadapan. Pada 2 tahun pertama penyadapan, sebaiknya dilakukan penyadapan sebanyak 3 hari sekali. Pada tahun setelahnya,\u00a0baru bisa dilakukan penyadapan sebanyak 2 hari sekali.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membasmi-hama-berdasarkan-waktu\/\"><strong>4 Cara Membasmi Hama Berdasarkan Waktu<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Teknik Penyadapan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_1956\" aria-describedby=\"caption-attachment-1956\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1956\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Teknik-Menyadap-Karet.jpg\" alt=\"Teknik Menyadap Karet\" width=\"1080\" height=\"720\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1956\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: klikteknik.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah kita paham bahwa menyadap adalah kegiatan melukai pembuluh lateks, maka dalam proses penyadapan,\u00a0kita perlu sedikit berhati-hati agar pisau sadap tidak mengenai kayu (xilem) tanaman karet. <strong>Penyadapan dilakukan dengan mengiris kulit pohon karet sampai batas kambium<\/strong> (batas antara kulit karet dengan kayu atau xilem).<\/p>\n<p><strong>Cara penyadapan yang baik adalah mengiris dari bagian kiri atas ke bawah kanan membentuk jalur aliran lateks dengan kemiringan sekitar 30 derajat<\/strong>. Penyadapan tidak dilakukan secara vertikal dari atas ke\u00a0bawah. Cara vertikal hanya akan menghasilkan lateks yang lebih sedikit karena jalur irisan yang lebih pendek. Panjangnya lintasan irisan lateks juga hanya setengah lingkarannya saja, tidak mengitari keseluruhan lingkaran.<\/p>\n<p>Biasanya,\u00a0pohon karet akan tetap mengeluarkan lateks selama 1-3 jam setelah penyadapan dan semakin lama waktu, semakin banyak pula lateks yang dihasilkan. Selanjutnya,\u00a0jangan lupa menempatkan wadah penampungan lateks berada tepat di\u00a0jalur tetesannya\u00a0karena jika\u00a0tidak tepat, lateks akan tercecer keluar dan kerja keras\u00a0Anda\u00a0akan sia-sia. Setelah\u00a0lateks berhenti dikeluarkan dari pohon karet, Anda\u00a0bisa menggunakan beberapa jenis pupuk yang mempercepat\u00a0proses pembekuan karet.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah uraian tentang waktu dan teknik menyadap karet yang tepat. Dengan memperhatikan waktu yang tepat untuk menyadap karet, lateks yang didapatkan pun akan akan semakin banyak.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bertanam-di-lahan-sempit\/\"><strong>5 Teknik Bertanam di Lahan Sempit<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, Indonesia memiliki perkebunan karet rakyat yang cukup luas dan pada umumnya,\u00a0komoditi karet tersebut merupakan penghasilan utama yang diandalkan oleh pemilik kebun. Namun, produktivitas karet yang dikelola oleh rakyat&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1955,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841],"tags":[415,16,419,418,417,52,395,416],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Waktu-dan-Teknik-Menyadap-Karet-yang-Tepat.jpeg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1954"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1954"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1959,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1954\/revisions\/1959"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}