{"id":1972,"date":"2022-11-22T01:00:56","date_gmt":"2022-11-21T18:00:56","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1972"},"modified":"2022-11-22T08:21:56","modified_gmt":"2022-11-22T01:21:56","slug":"tips-menanam-memupuk-tanaman-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-menanam-memupuk-tanaman-kopi\/","title":{"rendered":"Tips Menanam dan Memupuk Tanaman Kopi yang Efektif"},"content":{"rendered":"<p>Tentunya kita semua sudah sangat familiar dengan kopi\u00a0kan?\u00a0Ya,\u00a0produk perkebunan ini merupakan salah satu minuman yang sangat populer selain teh. Selain itu,\u00a0kopi juga dimanfaatkan di bidang kecantikan,\u00a0misalnya digunakan untuk lulur.<\/p>\n<p>Jika Anda kreatif, banyak yang bisa dimanfaatkan dari tumbuhan ini, tidak hanya biji kopinya saja, namun daunnya juga dapat dimanfaatkan menjadi minuman yang biasa dikenal dengan <em><i>\u2018coffe leaf tea\u2019<\/i><\/em>. Jadi,\u00a0daripada hanya dibuang saat pemangkasan, daun kopi dapat dimanfaatkan menjadi produk minuman lainnya.<\/p>\n<p>Indonesia sendiri merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Jenis kopi yang ditanam di Indonesia antara lain arabika, robusta, dan liberika. Kopi arabika berdaun kecil dan tebal dan ditanam pada ketinggian 1000-1500 mdpl, kopi robusta berdaun lebar dan tipis dan ditanam pada ketinggian 40-900 mdpl, kopi liberika berdaun lebar dan tebal dan\u00a0umumnya ditanam pada lahan gambut.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kebun-kopi-indonesia-terluas\/\"><strong>Fakta! Kebun Kopi Indonesia Terluas, di atas Brazil dan Vietnam<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Tips Menanam Kopi yang Tepat<\/h2>\n<p>Secara umum, kopi sebaiknya ditanam di daerah dengan curah hujan 1500-3500 mm per tahun dan di daerah dengan bulan kering (curah hujan kurang dari 60 mm\/bulan), maksimum 3 bulan.<\/p>\n<p>Contoh kopi Arabika tipe iklim kering\u00a0dengan ketinggan\u00a0900 mdpl\u00a0adalah S 795 dan Gayo I. Tipe iklim kering\u00a0dengan tinggi tempat lebih dari 1000 mdpl, contohnya Andungsari 2K dan Komasti. Tipe iklim kering\u00a0dengan tinggi tempat lebih dari 1250 mdpl, contohnya Andungsari 1K dan Gayo 2. Selain itu, contoh kopi Arabika tipe iklim basah dengan ketinggian lebih dari 100 mdpl adalah Sigarar Utang.<\/p>\n<p>Sedangkan,\u00a0untuk jenis kopi robusta, tipe iklim kering dengan ketinggian 0-900 mdpl antara lain\u00a0BP 936, BP 939, BP 409, BP 534. Tipe iklim basah\u00a0dengan ketinggian 0-900 mdpl yaitu\u00a0BP 436, BP 538, BP 936, dan BP 534.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengetahui-karakteristik-kopi-robusta\/\"><strong>Karakteristik Kopi Robusta yang Perlu Anda Ketahui!<\/strong><\/a><\/p>\n<figure id=\"attachment_1974\" aria-describedby=\"caption-attachment-1974\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1974 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Tanaman-Kopi.jpg\" alt=\"Tanaman Kopi\" width=\"800\" height=\"600\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1974\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: ahlikopilampung.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Cara memilih kopi yang akan dibudidayakan adalah memilih sesuai dengan\u00a0kondisi lingkungan penanamannya. Jika lahan yang ditanami terdapat banyak cacing nematoda pada akar, maka bibit harus disambung dengan batang bawah yang tahan\u00a0nematoda seperti klon Robusta BP 308. Apabila berniat untuk jarang melakukan pemupukan, maka pilih kopi yang tahan terhadap kondisi tanah yang miskin nutrisi\u00a0seperti Arabika S 795 atau Gayo I.<\/p>\n<h2>Tips Memupuk pada Tanaman Kopi<\/h2>\n<p>Produksi dan mutu kopi umumnya dipengaruhi oleh faktor varietas, tinggi tempat penanaman, pengelolaan kebun, pemupukan, teknik panen, dan teknologi pasca panen. Untuk pemupukan sendiri, tanaman kopi dipupuk dengan tujuan:<\/p>\n<ol>\n<li>Meningkatkan mutu.<\/li>\n<li>Agar produksi stabil dan<\/li>\n<li>Mengatasi keadaan ekstrim seperti kekeringan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pupuk diberikan 2 kali dalam setahun, yaitu pada saat awal musim hujan dan akhir musim hujan. Selain itu,\u00a0pengaplikasiannya disesuaikan dengan jarak tanamnya. Berikut ini adalah aturan pemberian pupuk pada tanaman kopi.<\/p>\n<ol>\n<li>Jika jarak tanam lebih dari 1 meter, maka pupuk diaplikasikan secara melingkar dengan jarak 30-40 cm dari batang dengan kedalaman penempatan 2-5 cm.<\/li>\n<li>Jika jarak tanam lebih kecil dari 1 meter dan dengan sistem pagar, maka pupuk diletakkan dalam jalur lurus diantara barisan kopi dengan jarak 30-40 cm dari batang.<\/li>\n<li>Sebelum mengaplikasikan pupuk, gulma atau rumput di sekitar kopi dibersihkan terlebih dahulu. Setelah ditabur, pupuk ditutup dengan tanah.<\/li>\n<li>Pada pemupukan bibit, umumnya dilakukan secara massal dengan mencairkan pupuk yang kemudian diaplikasikan bersamaan dengan penyiraman.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Nah, demikianlah aturan pemberian pupuk pada tanaman kopi, semoga bermanfaat ya! Selain itu,\u00a0kita juga perlu mengetahui syarat hidup tanaman kopi sehingga dapat dibudidayakan dengan maksimal dan mendapatkan\u00a0panen berlimpah.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/masalah-tbm-kopi-mengatasinya\/\"><strong>4 Masalah pada Tahap TBM Kopi dan Cara Mengatasinya<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Nevy Widya Pangestika<br \/>\n<\/strong><em>Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Udayana<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<p><em>Sumber :<\/em><\/p>\n<ol>\n<li><em>Rekomendasi Pemupukan Umum Karet, Kelapa Sawit, Kopi dan Kakao oleh M. Anang Firmansyah, Penelitian di Balai Pengkajian Tekonologi Pertanian di Kalimantan Tengah.<\/em><\/li>\n<li><em>Budidaya dan Pemeliharaan Tanaman Kopi di Kebun Campur oleh Retno Hulupi dan Endri Martini, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tentunya kita semua sudah sangat familiar dengan kopi\u00a0kan?\u00a0Ya,\u00a0produk perkebunan ini merupakan salah satu minuman yang sangat populer selain teh. Selain itu,\u00a0kopi juga dimanfaatkan di bidang kecantikan,\u00a0misalnya digunakan untuk lulur. Jika&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":1973,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[16,426,17,427,36,117,8,428],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Tips-Menanam-dan-Memupuk-Kopi-yang-Efektif.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1972"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1972"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1972\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2106,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1972\/revisions\/2106"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1973"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}