{"id":1978,"date":"2023-12-19T01:00:03","date_gmt":"2023-12-18T18:00:03","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1978"},"modified":"2023-12-19T15:05:42","modified_gmt":"2023-12-19T08:05:42","slug":"tips-menanam-merawat-tabulampot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-menanam-merawat-tabulampot\/","title":{"rendered":"Tips Menanam dan Merawat Tabulampot"},"content":{"rendered":"<p>Sejak tahun 1970-an, tabulampot (tanaman buah dalam pot) sudah menjadi metode menanam buah di lahan yang sempit\/terbatas, terutama di perkotaan. Akan tetapi, tidak semuanya bisa menghasilkan buah. Lalu bagaimana cara menanam yang baik dan benar untuk <strong>tabulampot?<\/strong><\/p>\n<h2>Kenali Tanaman Mudah Berbuah<\/h2>\n<p>Beberapa tanaman yang mudah berbuah adalah jeruk, belimbing, sawo, mangga, jambu biji, dan jambu air. Beberapa tanaman yang sulit berbuah adalah rambutan, lengkeng, duku, manggis, dan jambu bol. Tanaman durian dan alpokat masih belum bisa berbuah dalam lingkungan tabulampot.<\/p>\n<h2>Tips Menanam Buah dalam Pot<\/h2>\n<p>Dengan varian yang tersedia diatas, kamu dapat menentukan tanaman apa yang hendak ditanam. Lalu bagaimana cara menanamnya? Yuk boleh disimak ya. Berikut ini adalah tips dalam membuat tabulampot.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1980\" aria-describedby=\"caption-attachment-1980\" style=\"width: 911px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1980 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/durian-seed.png\" alt=\"Bibit Buah Durian\" width=\"911\" height=\"608\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1980\" class=\"wp-caption-text\"><em>Gambar: Bibit Durian<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h4>1. Menyiapkan bibit<strong><br \/>\n<\/strong><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Pilihlah bibit yang unggul dari sumber terpercaya atau bersertifikat. Sebaiknya menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif karena sifat tanamannya sama dengan induknya dan lebih cepat berbuah.<\/p>\n<h4>2. Menyiapkan media tanam<\/h4>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Media tanam yang digunakan yaitu campuran tanah, kompos\/pupuk kambing, dan arang sekam\/sekam padi dengan komposisi 1:1:1. Bila bahan-bahan media tanam terlalu asam, campurkan kapur dolomit ke dalamnya.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Selanjutnya, siapkan pot yang terbuat dari tanah liat, logam (drum), plastik, semen, atau kayu. Pot yang dipilih memiliki kaki yang memisahkan dasar pot dengan tanah.<\/p>\n<h4>3. Menanam bibit<\/h4>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Nah untuk dalam menanam bibit, kamu harus melakukan hal berikut.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">1. Siapkan bahan-bahan media tanam dan campurkan hingga merata\u2800<br \/>\n2. Siapkan pot sesuai ukuran tanaman\u2800<br \/>\n3. Letakan satu lapis pecahan genteng, ijuk atau sabut kelapa pada dasar pot\u2800<br \/>\n4. Isi media tanam ke dalam pot hingga setengah tinggi\u2800<br \/>\n5. Pangkas sebagian daun\/batang tanaman untuk mengurangi penguapan\u2800<br \/>\n6. Letakkan polybag bibit ke tengah-tengah pot dan timbun dengan media tanam hingga pangkal batang\u2800<br \/>\n7. Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang\u2800<br \/>\n8. Siram dengan air untuk menjaga kelembaban\u2800<br \/>\n9. Simpan pot di tempat yang teduh. Siram pagi\/sore hari\u2800<br \/>\n10. Setelah 1 minggu, letakkan pot di tempat terbuka<\/p>\n<p>Nah itu dia beberapa tips dalam menanam tanaman buah dalam pot. Nah lalu bagaimana soal perawatannya? Yuk boleh disimak kembali ya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-kulit-buah\/\">Jangan Dibuang Dulu! Kulit Buah Ini Ternyata Banyak Manfaatnya!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1991 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/plant-786689_1920.jpg\" alt=\"Menanam Buah dalam Pot (Tabulampot)\" width=\"1920\" height=\"1273\" \/><\/p>\n<h2>Tips Merawat Tanaman Buah dalam Pot<\/h2>\n<p>Nah sama seperti halnya tanaman lainnya, pastinya butuh perawatan setelah media tanaman telah dibuat, lalu apakah perawatan yang dapat kita lakukan kepada tanaman kita?<\/p>\n<h4>1. Penyiraman<\/h4>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Lakukan penyiraman setiap hari (pagi atau sore hari) atau ketika media tanam terlihat kering. Penyiraman bisa menggunakan selang air atau gembor.\u2800<\/p>\n<h4>2. Pemangkasan<\/h4>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Terdapat 3 jenis pemangkasan:\u2800<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">&#8211; Pemangkasan bentuk dilakukan untuk mengatur postur tanaman agar semua bagian tanaman bisa ditembus sinar matahari. Pangkas dengan menggunakan teknik 1-3-9. Setiap 1 batang primer terdapat maksimal 3 batang sekunder. Setiap batang sekunder terdapat maksimal 3 batang tersier.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">&#8211; Pemangkasan produksi dilakukan terhadap tunas air untuk merangsang pembungaan dan terhadap batang yang berpenyakit.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">&#8211; Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap tanaman yang sudah tua dimana beberapa cabang perlu dipangkas<\/p>\n<h4>3. Pemupukan<\/h4>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Tabulampot dipupuk pertama kali setelah ditanam 1 bulan. Kemudian, lakukan pemupukan setiap 3-4 bulan sekali.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1962 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Media-Tanam.jpg\" alt=\"Media Tanam\" width=\"1920\" height=\"1280\" \/><\/p>\n<h4>4. Pengendalian hama dan penyakit<strong><br \/>\n<\/strong><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Pencegahan hama dan penyakit bisa dilakukan dengan membersihkan kebun dari gulma dan semak belukar. Jika tanaman sudah terserang hama\/penyakit, Anda bisa memungut serangga yang menyerang atau memangkas dahan yang terkena penyakit. Bisa juga dengan menyemprotkan pestisida organik.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Jika tanaman sudah berbuah, bungkus buah tersebut dengan plastik\/jaring dan memasang perangkap hama jika memungkinkan.<\/p>\n<h4>5. Pergantian media tanam dan pot<strong><br \/>\n<\/strong><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Jika ukuran tanaman sudah besar, pindahkan ke pot baru dengan ukuran yang sesuai. Pemindahan biasanya disertai dengan pergantian media tanam.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">Saat melakukan pemindahan, tanaman juga perlu dipangkas. Akar yang panjangnya lebih dari 25 cm perlu dipangkas supaya tidak membuat media tanam menjadi padat. Daun dan batang juga perlu dipangkas untuk mengurangi penguapan.<\/p>\n<p>Nah itu dia tips-tips dalam menanam dan merawat tanaman buah dalam pot, yuk silahkan dibagikan bila bermanfaat ya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-membudidayakan-pisang-modern\/\"><strong>Cara Mudah Membudidayakan Pisang Secara Modern<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak tahun 1970-an, tabulampot (tanaman buah dalam pot) sudah menjadi metode menanam buah di lahan yang sempit\/terbatas, terutama di perkotaan. Akan tetapi, tidak semuanya bisa menghasilkan buah. Lalu bagaimana cara&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1982,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840],"tags":[145,310,143,18,26,16,36,79,216,335,52,6,205,12,250,233,80,430,421,429,8],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/ecology-2985781_1920.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1978"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1978"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1978\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2015,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1978\/revisions\/2015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}