{"id":1984,"date":"2024-11-20T01:00:20","date_gmt":"2024-11-19T18:00:20","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1984"},"modified":"2024-11-20T11:42:26","modified_gmt":"2024-11-20T04:42:26","slug":"langkah-cepat-pembibitan-nenas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-cepat-pembibitan-nenas\/","title":{"rendered":"Langkah Cepat Melakukan Pembibitan Nenas"},"content":{"rendered":"<p>Nanas merupakan salah satu buah hortikultura Indonesia yang sangat prospektif. Hal ini karena Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis, cocok dengan habitat buah nanas. Buah dengan nama latin <strong><em>Ananas comosus (L.) Merr<\/em><\/strong>. ini memiliki rasa yang asam manis, sehingga banyak orang yang menyukainya.<\/p>\n<h2>Besarnya Permintaan dan Produksi Nenas<\/h2>\n<p><span lang=\"IN\">Di setiap tahunnya, Indonesia memproduksi buah nanas dengan jumlah yang besar. Seperti pada tahun 2017 Indonesia berhasil memproduksi buah nanas lebih dari 2 juta ton. 200 ribu ton diataranya diekspor di luar negeri. Besarnya produksi buah nanas tak lepas dari jumlah permintaan pasar.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Saat ini masyarakat telah mengetahui akan manfaat dari buah nanas, antara<\/span> <span lang=\"IN\">lain kandungan nutrisi di dalamnya. Selain itu, buah nanas juga dapat dikonsumsi baik secara segar maupun hasil olahan seperti selai, dodol, keripik, sirop, dan hasil olahan nanas lainnya. <\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Besarnya permintaan dari masyarakat ini menjadi salah satu peluang baik bagi para pengusaha perkebunan nanas. Terutama para pengusaha di daerah-daerah sentra buah nanas, seperti Lampung, Jambi, Jawa Timur, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<h2>Kendala Dalam Menanam Nenas<\/h2>\n<p><span lang=\"IN\">Sama halnya seperti tanaman perkebunan lainnya, banyak tantangan yang dapat menghambat jalannya produksi buah nanas. Salah satunya ketersediaan bibit yang seragam dan dengan jumlah yang besar.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Namun, masalah tersebut dapat diatasi dengan pembibitan nenas secara vegetatif yaitu setek. Tanaman nanas sendiri dapat di biakkan melalui cara generatif yaitu dengan penanaman biji. Sedangkan dengan cara vegetatif tanaman nanas yang biasa dilakukan adalah setek.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/menanam-wortel-bagi-pemula\/\">Cara Mudah Menanam Wortel Bagi Pemula<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1986\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/pineapple-3664499_1920.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1280\" \/><\/p>\n<h2>Setek, SOLUSI Bibit Nenas<\/h2>\n<p><span lang=\"IN\">Setek merupakan salah satu cara pembiakan atau pembibitan nenas secara vegetatif. Keunggulannya dari cara ini adalah akan didapatkan bibit yang memiliki keseragaman dan bisa diproduksi dengan jumlah yang banyak. Selain itu pembibitan nanas secara setek juga lebih murah dan cepat sehingga dapat menekan biaya produksi. Bagian tanaman Nanas yang dapat digunakan sebagai bahan setek adalah bagian batang bertunas, bagian daun, dan mahkota nanas. Bahan stek didapat dari tanaman nanas yang sudah berbuah.<\/span><\/p>\n<h2>Langkah Memperbanyak Tanaman Nenas Melalui Setek<\/h2>\n<p><strong>A. Menyiapkan bahan setek<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #008000;\"><strong>Persiapan setek pada batang tunas<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span lang=\"IN\">Bongkar tanaman Nanas, lalu bersihkan dari daun-daun kering dan <\/span><span lang=\"IN\">akar<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Potong batang yang tidak berdaun sekitar 1-2 cm, lalu belah menjadi 2-4 bagian. Usahakan dalam pemotongan tidak mengenai mata tunas atau calon<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1987\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/stek-batang-tunas.png\" alt=\"\" width=\"551\" height=\"264\" \/><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><strong><span style=\"color: #008000;\">Persiapan setek pada batang berdaun<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span lang=\"IN\">Potong batang nanas yang berdaun setebal kurang lebih 1 cm dengan menyertakan satu helai daun perpotongan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><strong><span style=\"color: #008000;\">Persiapan setek pada mahkota daun<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span lang=\"IN\">Ambil mahkota dari buah nanas<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Jika ukuran meristem pada mahkota panjang maka dapat dipotong setebal sekitar 1 cm<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Kurangi jumlah daun yang melekat pada mahkota<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Belah mahkota menjadi 4 bagian<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1988\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/setek-mahkota-buah.png\" alt=\"\" width=\"552\" height=\"321\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/menanam-sayur-urban-gardening\/\"><strong>Cara Menanam Sayur di Rumah dengan Urban Gardening<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>B. Perlakuan setelah Setek<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span lang=\"IN\">Rendam potongan batang dan mahkota ke dalam larutan fungisida selama 5 menit lalu kering anginkan<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Bahan setek batang yang tak berdaun: Posisikan ujung belahan mengarah ke bawah dan punggungnya mengarah keatas, tutup potongan tersebut dengan media setebal 1,5-2 cm <\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Setek batang berdaun dan Mahkota: Setek siap ditanam pada media pasir dengan jarak 5 cm<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Pada umur 7-10 hari dilakukan penyiraman sesedikit mungkin supaya permukaan bekas pemotongan menjadi kering dan keras<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Memindahkan bibit pada bedengan penyemaian atau polybag saat berumur 3-5 bulan. Gunakan media berisi campuran tanah, pupuk, dan pasir dengan perbandingan yang sama<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Setelah 6-7 bulan benih siap ditanam di lapangan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p><span lang=\"IN\">Nah, itu dia cara melakukan pembibitan nenas atau memperbanyak benih tanaman nanas melalui metode setek. Diharapkan dengan cara ini petani dapat menghasilkan bibit dengan keseragaman dan jumlah yang banyak, tentu dengan waktu yang lebih singkat. Silahkan berkomentar di bawah bila ada yang mau didiskusikan ya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis : <strong>Dino Laferda<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nanas merupakan salah satu buah hortikultura Indonesia yang sangat prospektif. Hal ini karena Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis, cocok dengan habitat buah nanas. Buah dengan nama latin Ananas&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1985,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234,840,1],"tags":[145,74,435,40,431,18,26,32,16,14,434,46,249,216,6,205,12,250,233,80,433,432,8,7,436],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/pineapple-867245_1920.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1984"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1984"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1984\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2010,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1984\/revisions\/2010"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}