{"id":1994,"date":"2022-10-01T01:00:56","date_gmt":"2022-09-30T18:00:56","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1994"},"modified":"2022-10-01T01:41:06","modified_gmt":"2022-09-30T18:41:06","slug":"langkah-mudah-membudidayakan-kapulaga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-mudah-membudidayakan-kapulaga\/","title":{"rendered":"5 Langkah Mudah Membudidayakan Kapulaga"},"content":{"rendered":"<p>Kapulaga merupakan tanaman yang asli berasal dari Indonesia. Di Indonesia sendiri, terdapat dua jenis kapulaga, ada kapulaga lokal dan juga kapulaga sabrang, tetapi pada umumnya, para petani lebih memilih untuk menanam jenis lokal.<\/p>\n<p>Tanaman kapulaga yang dipanen sering digunakan sebagai bahan untuk obat-obatan, rempah \u2013 rempah, sampai kosmetik, sehingga memiliki nilai komoditas ekspor yang penting. Kapulaga ditanam dengan sistem polikultur dimana tanaman ini menjadi sela tanaman perkebunan.<\/p>\n<h2>Nilai Ekonomis Tinggi<\/h2>\n<p>Salah satu keunggulan tanaman kapulaga selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kapulaga memiliki siklus hidup yang panjang dimana produksi buah setelah melewati panen pertama kegiatan panen dapat dilakukan\u00a0 4 kali dalam setahun. Setiap tahun, jumlah buah yang di panen juga akan terus meningkat.<\/p>\n<p>Nah, untuk kamu yang ingin membudidayakan tanaman ini, yuk kenali lebih dekat langkah mudah dalam membudidayakan kapulaga!<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Kenali Syarat Tumbuh<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tanaman kapulaga menyukai jenis tanah yang memiliki kandungan bahan organik yang tinggi dengan pH 5 \u2013 7, berdrainase baik dan juga ketersediaan air yang cukup.<\/p>\n<p>Ketinggian yang dibutuhkan tanaman kapulaga adalah 200 \u2013 1.000 mdpl dan akan tumbuh optimum pada ketinggian 300 \u2013 500 mdpl dengan suhu yang dibutuhkan 10 &#8211; 35\u00baC, untuk curah hujan 2.500 \u2013 4.000 mm\/tahun.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1995\" aria-describedby=\"caption-attachment-1995\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-1995\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/cardamom-166833_1920.jpg\" alt=\"Kapulaga\" width=\"1920\" height=\"1271\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1995\" class=\"wp-caption-text\"><em>Gambar: Hasil Kapulaga<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-membudidayakan-lada\/\">5 Langkah Sukses Membudidayakan Lada<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kapulaga membutuhkan pohon untuk tempat bernaung, karena intensitas cahaya yang dibutuhkan hanya sekitar 30 \u2013 70%. Apabila jika terlalu tinggi, tentu akan berdampak terhadap bunga dan produktivitasnya.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Pembibitan<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bibit yang digunakan untuk membudidayakan kapulaga terdiri dari 2 yaitu dari biji (generatif ) dan dari stek (vegetatif). Untuk penyediaan bibit dari biji maka harus melalui tahap persemaian terlebih dahulu. Biji dibersihkan dari kulitnya kemudian disemai dalam media persemaian selama 10 bulan dan baru bisa di tanam di lahan.<\/p>\n<p>Untuk bibit dari stek tanaman induk harus berumur 12 bulan lebih dengan memilih anakan yang memiliki 4 \u2013 8 helai daun, dengan tinggi batang 80 \u2013 100 cm dan memiliki sedikit akar.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Penanaman<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penanaman kapulaga ditanam pada awal musim hujan karena tanaman kapulaga sangat peka terhadap kekeringan. Jarak tanam yang dibutuhkan adalah 1,5 m x 1,5 m. Pembuatan lubang tanam di buat dengan kedalaman 50 cm dan lebar 50 cm, kemudian di tutup dengan tanah yang di campur pupuk organik dengan perbandingan 1 : 1.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Pemeliharaan<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penyiangan (membersihkan gulma) pada tahun-tahun pertama awal penanaman sebagai upaya minimalisir persaingan unsur hara karena dapat mengganggu pertumbuhan bibit kapulaga. Pemupukan di lakukan pada awal pembuatan lubang tanam dengan pupuk organik, selain itu di perlukan juga pupuk anorganik dengan dosis per hektar yang dianjurkan sebagai berikut :<\/p>\n<p>&#8211; Nitrogen\u00a0\u00a0 : 45 \u2013 67 kg atau Urea : 100 \u2013 140 kg<\/p>\n<p>&#8211; Fosfor \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 34 \u2013 45 kg atau TSP\u00a0 : 75,5 \u2013 100 kg<\/p>\n<p>&#8211; Kalium \u00a0\u00a0\u00a0 : 45 \u2013 100 kg atau KCL : 75 \u2013 160 kg<\/p>\n<figure id=\"attachment_2001\" aria-describedby=\"caption-attachment-2001\" style=\"width: 473px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2001 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/pinterest.png\" alt=\"Membudidayakan Kapulaga\" width=\"473\" height=\"353\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2001\" class=\"wp-caption-text\"><em>Gambar: Budidaya Kapulaga<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Pemberian pupuk ini di lakukan pada satu bulan setelah tanaman, kemudian setiap 6 bulan sekali dengan cara membuat lubang melingkar sedalam 20 cm.<\/p>\n<p>Serangan hama dan penyakit pada tanaman kapulaga ini jarang terjadi, tetapi ada beberapa hama yang memungkinkan menyerang tanaman kapulaga antara lain, kutu, penggerek batang, penggerek buah dan kumbang pemakan daun, sedangkan penyakit yang menyerang antara lain penyakit busuk akar, mozaik, dan busuk daun. Untuk mengendalikannya dengan cara pemberian pestisida sesuai hama yang menyerang.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hama-bawang-putih-cara-mengendalikan\/\">Ini Dia 5 Hama Bawang Putih dan Cara Mengendalikannya<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Pemanenan<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tanaman kapulaga dapat di panen pada waktu 1,5 \u2013 2 tahun setlah penanaman. Ciri ciri buah kapulaga dapat di panen antara lain:<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0 Warna Buah sudah merah keunguan<br \/>\n&#8211;\u00a0 Kulit buah sedikit berkerut atau sudah keriput<br \/>\n&#8211;\u00a0 Bila buah dipijat sudah terasa keras<\/p>\n<p>Hasil panen per rumpun per tahun didapatkan sekitar 2 kg buah kapulaga basah yang artinya jika dalam 1 hektar dengan populasi 1.400 -1500 rumpun maka akan di dapat hasil 2,8 sampai 3 ton.<\/p>\n<p>Nah, itu dia tahap-tahap dalam membudidayakan kapulaga. Semoga artikel ini dapat memotivasi kamu untuk mulai menekuni proses membudidayakan kapulaga yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Yuk silahkan dibagikan bila bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:<strong> M. Rizki Permadi Putra<\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kapulaga merupakan tanaman yang asli berasal dari Indonesia. Di Indonesia sendiri, terdapat dua jenis kapulaga, ada kapulaga lokal dan juga kapulaga sabrang, tetapi pada umumnya, para petani lebih memilih untuk&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1995,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,4,1],"tags":[40,438,42,257,18,296,437,256,249,216,148,52,6,12,250,80,147,8,287,7],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/cardamom-166833_1920.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1994"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1994"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1994\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2019,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1994\/revisions\/2019"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}