{"id":2005,"date":"2024-01-30T01:00:18","date_gmt":"2024-01-29T18:00:18","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2005"},"modified":"2024-01-30T11:16:42","modified_gmt":"2024-01-30T04:16:42","slug":"penyakit-pada-nenas-dan-pengendaliannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penyakit-pada-nenas-dan-pengendaliannya\/","title":{"rendered":"Kenali 3 Penyakit Pada Nenas dan Pengendaliannya"},"content":{"rendered":"<p>Nanas atau <em>Ananas comosus (L.) Merr.<\/em> merupakan buah tropis yang terkenal di seluruh dunia. Indonesia sebagai negara beriklim tropis berpotensi sebagai negara penyuplai buah nanas dunia. Seperti pada tahun 2017 yang lalu Indonesia berhasil mengekspor buah nanas sebanyak 200 ribu ton dari jumlah produksi nasional yang mencapai 2 juta\u00a0 ton dari seluruh Indonesia. Nanas-nanas yang berhasil diproduksi berasal dari daerah-daerah yang menjadi sentra produksi buah nanas di Indonesia antara lain Jawa Timur, Lampung, Jambi dan daerah lainnya.<\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Iklim yang cocok membuat tanaman buah nanas lebih mudah di budidayakan. Tentu dalam membudidayakan tanaman nanas perlu memperhatikan beberapa hal antara lain pembibitan, pindah tanam, perawatan, panen hingga pasca panen. Pada tahap perawatan tanaman sendiri, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman nanas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>Penyakit Pada Nanas dan Pengendaliannya<\/h2>\n<p><span lang=\"IN\">Sama seperti tanaman tanaman hortikultura yang lain, tanaman nanas juga memiliki kendala berupa serangan hama dan penyakit yang menyerang. Berikut 3 penyakit yang sering menyerang tanaman nanas dan cara pengendalian penyakit tersebut.\u00a0<span lang=\"IN\">Apa sajakah itu? Yuk kenali lebih dekat.<\/span><\/span><\/p>\n<h3>1. Busuk Pangkal<\/h3>\n<p>Penyakit pertama yang sering menyerang tanaman nanas adalah penyakit busuk pangkal. Penyakit ini disebabkan karena serangan dari <em>Ceratocystis paradoxa<\/em> dan C. <em>Moreau<\/em>. Sedangkan gejala yang timbul dari penyakit ini adalah busuk pada pangkal bibit nanas yang ditandai dengan perubahan warna menjadi coklat. Pembusukan ini dapat meluas hingga ke atas daun baik sebelum atau sesudah dilakukan pemindahan bibit.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2006 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/busuk-pangkal.png\" alt=\"\" width=\"356\" height=\"289\" \/>Gambar <em>: Penyakit busuk pangkal pada nenas<\/em><\/p>\n<p><strong>Cara Pengendalian<\/strong><\/p>\n<p>Lalu bagaimana pengendaliannya? Ikuti langkah berikut ini:<\/p>\n<ol>\n<li><span lang=\"IN\">Saat penanaman bibit dapat diletakkan secara terbalik guna menyembuhkan luka bekas pemotongan. Hal ini dilakukan karena cendawan<em> Ceratocystis paradoxa<\/em> dan<em> C. Moreau<\/em> dapat menginfeksi melalui luka pada tanaman.<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Masa yang paling baik untuk dilakukan penanaman adalah saat cuaca kering.<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Pada saat panen disertakan tangkai buahnya. Sedangkan untuk menghindari infeksi pada tangkai buah dapat dilakukan dengan menggunakan asam benzoate 10% dalam etanol.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Baca Juga\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kenali-penyakit-tanaman-dr-tania\/\">Mudah Kenali Penyakit Tanaman dengan Aplikasi Dr Tania<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Busuk Akar<\/h3>\n<p>Penyakit busuk akar disebabkan oleh serangan <em>Phytophtora<\/em> sp. Tanaman nanas yang diserang penyakit busuk akar memiliki gejala antara lain: Tanaman muda mengalami klorosis, daun-daun muda mudah dicabut karena pangkal busuk, kerusakan pada akar, tanaman menjadi kerdil, pertumbuhan buah tertunda atau tidak berbuah sama sekali.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2007\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Busuk-akar.png\" alt=\"\" width=\"502\" height=\"354\" \/>Gambar : Penyakit busuk akar pada nenas<\/p>\n<p><strong>Cara Pengendalian<\/strong><\/p>\n<p>Pengendalian penyakit busuk akar pada tanaman nanas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li><span lang=\"IN\">Aerasi dan drainase tanah harus baik<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Sanitasi kebun dari sisa tanaman sebelumnya terutama yang terserang penyakit.<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">Perendaman Tunas di dalam fungisida Alietts dan Ridomil sebelum tanam.<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Rotasi dengan tanaman yang resisten seperti tebu jagung kedelai dan kacang-kacangan.<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Penanaman varietas tahan penyakit.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3>3. Fusariosis<\/h3>\n<p>Penyakit ketiga pada tanaman nenas adalah <em>fusariosis<\/em> penyakit fusarium merupakan penyakit yang disebabkan oleh <em>Fusarium moniliforme var. Subglutinans.<\/em> Saat Penyakit ini menyerang tanaman nanas akan memiliki gejala seperti, tanaman menjadi kerdil, daun berbentuk klorotik, dan dalam kasus tertentu bagian ujung batang bengkok atau mati. Kemudian penyakit <em>Fusariosis<\/em> ini menyerang pada seluruh bagian tanaman terutama pada buah dan tunas.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2009\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/fusariosis.png\" alt=\"\" width=\"599\" height=\"324\" \/><span style=\"display: inline !important; float: none; background-color: transparent; color: #333333; cursor: text; font-family: 'Arial',sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px;\">Gambar : Penyakit fusariosis pada nenas (sumber springer)<\/span><\/p>\n<p><strong>Cara Pengendalian<\/strong><\/p>\n<p>Untuk mengendalikan penyakit fusariosis pada tanaman nanas dapat dilakukan pengendalian sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Gunakan bibit nanas yang bebas dari penyakit<\/li>\n<li>Rotasi tanaman.<\/li>\n<li>Mengendalikan serangan dari pengunjung bunga terutama serangga <em>Lepidoptera<\/em> (kupu-kupu dan ngengat) yang dapat menyebarkan spora jamur <em>Fusarium moniliforme var. Subglutinans.<\/em><\/li>\n<li>Menggunakan fungisida saat pembungaan dan perkembangan buah nanas.<\/li>\n<\/ol>\n<p><span lang=\"IN\">Demikian 3 penyakit yang sering menyerang tanaman nanas dan cara pengendaliannya. Tentu dalam pembudidayaan tanaman nanas tak hanya penyakit tersebut yang dapat menyerang tanaman nanas, masih ada serangan hama dan gulma yang dapat menurunkan atau mengganggu pertumbuhan tanaman nanas. <\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Untuk itu, pengendalian atau pencegahan sangatlah penting dilakukan guna mengurangi dampak serangan hama dan penyakit pada tanaman nenas, demi menghasilkan produk buah nanas yang berkualitas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Dino Laferda<\/strong><br \/>\n<em>Mahasiswa Universitas Muria Kudus<\/em><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nanas atau Ananas comosus (L.) Merr. merupakan buah tropis yang terkenal di seluruh dunia. Indonesia sebagai negara beriklim tropis berpotensi sebagai negara penyuplai buah nanas dunia. Seperti pada tahun 2017&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2011,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[846,1],"tags":[74,40,18,26,296,79,434,439,249,216,148,441,58,440,442,52,6,12,250,80,8],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/pineapple-4044698_1920.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2005"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2005"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2109,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2005\/revisions\/2109"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}