{"id":2018,"date":"2022-06-23T05:00:41","date_gmt":"2022-06-22T22:00:41","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2018"},"modified":"2022-06-23T10:06:08","modified_gmt":"2022-06-23T03:06:08","slug":"tips-berkebun-karet-menguntungkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-berkebun-karet-menguntungkan\/","title":{"rendered":"Ingin Berkebun Karet yang Menguntungkan? Ketahui Tips Ini"},"content":{"rendered":"<p>Mungkin masih banyak di\u00a0antara sobat sekalian yang tidak tahu dari mana asalnya ban, karet gelang, \u00a0serta benda-benda di sekitar kita yang berbahan basar karet (tidak termasuk permen karet ya). Benda-benda tersebut berasal dari tanaman karet.<\/p>\n<p>Nah, apakah sobat tahu apa\u00a0itu tanaman karet dan bagaimana bentuknya?\u00a0Lalu,\u00a0bagaimana cara memperoleh karet dari tanaman karet? Selain itu, bagaimana menganalisis usaha dari berkebun karet? Bagi Anda yang ingin berkebun karet, Anda wajib mengetahui hal-hal yang ada di bawah ini.<\/p>\n<h2>Apa itu Tanaman Karet?<\/h2>\n<p>Tanaman karet (<em><i>Hevea brasiliensis<\/i><\/em>) adalah tanaman berkayu yang berbentuk pohon dengan batang lurus, termasuk ke\u00a0dalam tanaman tahunan yang dapat tumbuh mencapai usia 30 tahun. Tanaman karet dapat tumbuh dengan tinggi 15 sampai 20 meter.<\/p>\n<p>Tanaman ini menghasilkan getah yang diperoleh dari proses penorehan\/penyadapan. Getah yang didapatkan\u00a0dari hasil penyadapan tanaman karet merupakan bahan dasar yang sangat penting dalam pembuatan ban, silicon,\u00a0dan bahan industri lainnya yang menggunakan karet.<\/p>\n<h2>Sejarah Ringkas Tanaman Karet<\/h2>\n<p>Karet merupakan tanaman perkebunan yang telah lama dikomersilkan, pertama kali ditemukan di Amerika, saat Christoper Colombus\u00a0melihat orang Indian bermain bola dengan benda yang memantul\u00a0hingga akhirnya ditemukanlah suatu tanaman di hutan Amazon, Brazil yang bisa menghasilkan lateks. Tanaman inilah yang di Indonesia disebut dengan tanaman karet.<\/p>\n<p>Tanaman karet terus diteliti oleh para ilmuwan dan telah menjadi tanaman industri. Di Indonesia,\u00a0tanaman karet sudah ditanam sejak lama, namun pada 1910,\u00a0baru dilakukan seleksi terhadap tanaman karet yang mempunyai kualitas baik dari sisi pertumbuhan maupun\u00a0produksi getahnya. Pada 1917,\u00a0baru ditemukan teknik okulasi\u00a0sehingga sifat dan kualitas tanaman dapat dipertahankan.<\/p>\n<h2>Cara Membudidayakan Tanaman Karet<\/h2>\n<ol>\n<li>\n<h4>Pilih bibit yang unggul<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_2022\" aria-describedby=\"caption-attachment-2022\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2022\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Pembibitan-Tanaman-Karet.jpg\" alt=\"Pembibitan Tanaman Karet\" width=\"1024\" height=\"768\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2022\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: agrokomplekskita.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Bibit tanaman karet ditanam\u00a0dengan cara penanaman\u00a0melalui biji atau bisa\u00a0juga melalui okulasi. Masing-masing teknik memiliki kelebihan dan kekurangannya. Yang pasti,\u00a0bibit tanaman karet sangat menentukan produksi tanaman karet ke\u00a0depannya. Disarankan agar membeli bibit dari tempat yang telah tersertifikasi. Namun,\u00a0untuk lebih meyakinkan,\u00a0alangkah lebih baik jika kita sendiri yang melakukan pembibitan tanaman karet yang akan ditanam.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h4>Menanam di lokasi yang sesuai<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tanaman karet dapat tumbuh optimal dan produktif di\u00a0dataran rendah dengan ketinggian 0-200 mdpl.\u00a0Tanaman karet juga baik ditanam di daerah tropis yakni 15\u2070 LS sampai 15\u2070 LU. Ketinggian\u00a0mempengaruhi produktivitas tanaman karet. Semakin tinggi daerahnya,\u00a0maka pertumbuhannya\u00a0akan semakin lambat dan produksi\u00a0lateks menjadi rendah.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, ketinggian 600 mdpl kurang cocok untuk pertumbuhan tanaman karet. Selain itu, disarankan menanam karet di daerah dengan suhu 25\u2070C sampai 35\u2070C (Setyamidjaja, 1993).<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h4>Lakukan perawatan secara berkala dan teratur<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah tanaman karet ditanam, lakukan pembersihan lahan dari gulma minimal 1 kali sebulan dan lakukan pemupukan minimal 2 kali setahun. Perawatan akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman karet. Semakin cepat matang sadap tanaman karet,\u00a0semakin cepat tanaman karet dapat berproduksi.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h4>Lakukan penyadapan<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah tanaman karet matang sadap, yaitu standar lilit batang yakni sekitar 45 cm atau lebih dengan ketinggian 100 cm di\u00a0atas pertautan okulasi,\u00a0maka tanaman karet telah bisa disadap.\u00a0Hal pertama yang dilakukan adalah persiapan membuka sadap, lalu penggambaran bidang sadap, kemudian pemasangan talang sadap dan mangkuk sadap, dan terakhir pelaksanaan penyadapan.\u00a0Kedalaman penyadapan yakni 1-1,5 mm dari kambium. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerusakan kambium\u00a0sehingga kulit tanaman karet dapat terbentuk kembali dengan baik.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/waktu-teknik-menyadap-karet\/\"><strong>Waktu dan Teknik Menyadap Karet yang Tepat<\/strong><\/a><\/p>\n<figure id=\"attachment_2021\" aria-describedby=\"caption-attachment-2021\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2021\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Menyadap-Karet.jpg\" alt=\"Menyadap Karet\" width=\"600\" height=\"399\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2021\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: potretbisnis.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h4>Pemanenan<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Inilah yang ditunggu-tunggu,\u00a0panen. Pada industri\u00a0pengolahan karet, pemanenan dilakukan dengan mengumpulkan lateks yang masih dalam bentuk cair. Biasanya,\u00a0pemanenan dilakukan 2-4 jam setelah penyadapan dilakukan. Penyadapan dan pemanenan dilakukan pada pagi hari, yakni pada pukul 05.00-06.00 dan pemanenan dilakukan pada pukul 08.00-10.00.\u00a0Setelah lateks terkumpul,\u00a0selanjutnya akan diolah menjadi berbagai produk.<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>\n<h4>Pengolahan<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Lateks yang telah dikumpulkan kemudian dibekukan dengan menambahkan sedikit asam\u00a0dan dicetak pada wadah berbentuk kotak. Setelah membeku,\u00a0lateks di-<em><i>press<\/i><\/em>\u00a0untuk membuang airnya, kemudian potong-potong dengan ukuran tertentu dan digantung. Selanjutnya, lakukan proses pengasapan hingga warna karet berubah menjadi coklat. Setelah itu, barulah dibentuk menjadi benda yang diinginkan,\u00a0misalnya ban,\u00a0dengan menggunakan mesin dan zat-zat kimia tertentu.<\/p>\n<h2>Analisa Usaha dari Berkebun Karet<\/h2>\n<h4>1. Modal<\/h4>\n<ul>\n<li>Harga lahan 1 hektar asumsi Rp. 15.000.000<\/li>\n<li>Biaya pembukaan lahan hingga membuat lubang asumsi Rp. 3.000.000<\/li>\n<li>Biaya penanaman asumsi Rp. 2.120.000<\/li>\n<li>Pembelian bibit asumsi 715 batang (650 batang ditambah 65 batang untuk menyulam) @4.500 = Rp. 3.317.500<\/li>\n<li>Pemeliharaan selama 6 tahun hingga disadap Rp. 14.400.000<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Total: Rp. 37.737.500<\/strong><\/p>\n<h4>2. Hasil<\/h4>\n<ul>\n<li>Asumsi panen 2 ons per batang dan dari 650 batang,\u00a0asumsi yang panen 400 batang, berarti 2 ons kali 400 = 800 ons\/80 kg, dan asumsi penyadapan dilakukan 15 hari dalam sebulan.<\/li>\n<li>Asumsi harga karet Rp. 7.500\/Kg, walaupun sekarang harga Rp. 9.000\/Kg<\/li>\n<li>Hasil panen (80 Kg @ Rp. 7.500\/Kg @ 15 hari = Rp. 9.000.000\/bulan)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan asumsi hasil panen Rp. 9.000.000\/bulan,\u00a0maka kurang dari 5 bulan,\u00a0modal telah kembali. Selain itu, tanaman karet dapat disadap dan berproduksi hingga 30 tahun, tinggal dikalikan sendiri.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan dari berkebun karet, mulai dari apa itu tanaman karet hingga analisis usaha perkebunan karet. Nah, setelah mengetahui hal-hal di atas, apakah Anda berminat untuk berkebun karet?<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Hanif Nalas Wafi<br \/>\n<\/strong><em>Mahasiswa Universitas Andalas Kampus II, Payakumbuh, Sumatra Barat<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin masih banyak di\u00a0antara sobat sekalian yang tidak tahu dari mana asalnya ban, karet gelang, \u00a0serta benda-benda di sekitar kita yang berbahan basar karet (tidak termasuk permen karet ya). Benda-benda&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2020,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[35,444,325,415,16,445,443,31],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Ingin-Berkebun-Karet-yang-Menguntungkan-Ketahui-Tips-Ini.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2018"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2018"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2018\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2538,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2018\/revisions\/2538"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}